Singkawang,-  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) II B Kota Singkawang,
Saman Edi, mengungkapkan, saat ini jumlah penghuni LP Singkawang
melebihi kapasitas. "Tanggal 15 Agustus lalu, jumlah penghuni LP
mencapai 374 orang. Beberapa hari lalu dibebaskan 8 orang sehingga
tersisa 366 orang dan karena momen Agustusan ini, ada 21 orang napi
lagi yang segera dibebaskan karena remisi," ungkapnya, ketika ditemui
di ruang kerjanya, kemarin.

Sementara, kapasitas sel yang dimiliki lembaga ini hanya mencapai 250
orang. Saman mengakui, kapasitas yang tersedia itu memang jauh dari
mencukupi untuk menampung semua tahanan secara ideal. "Idealnya itu
seperti di Kuningan Jawa Barat. Satu tahanan menghuni satu sel yang
berukuran satu setengah kali dua meter. Nah, karena keterbatasan kita,
terpaksa seadanya," jelas dia. Sejauh ini, upaya-upaya untuk
penambahan kapasitas menurutnya sudah dilakukan. Setiap tahun, pihak
LP Singkawang mengajukan permohonan ke pemerintah pusat.

Namun, hingga sekarang permohonan itu belum dikabulkan. "Pemerintah
punya skala prioritasnya sendiri dalam mengalokasikan anggaran. Sampai
sekarang kita belum dapat untuk penambahan jumlah ruangan," katanya.
Sementara untuk bekerjasama dengan pemkot, menurutnya itu tidak dapat
dilakukan. Sebab, dalam era otonomi daerah seperti sekarang,
pemerintah daerah tidak lagi diperkenankan untuk membantu instansi
vertikal.

"Mau tidak mau kita memang harus menunggu bantuan dari pusat. Tunggu
usulan dikabulkan," ujar dia. Lantas, bagaimana pihak LP menyiasati
kondisi ini? Menurut Saman, selama ini pihaknya menggabungkan beberapa
orang dalam satu ruang. Namun, penggabungan ini tidak dilakukan
sembarangan. Ada empat kategori yang menurutnya menjadi bahan
pertimbangan yaitu jenis kelamin, usia, jenis kasus (narkoba atau
umum) serta status yang bersangkutan apakah narapidana atau tahanan.

"Kita lihat dulu apakah laki-laki atau perempuan, anak-anak atau
dewasa, kasus narkoba atau umum serta apakah statusnya napi atau
tahanan. Mana yang bisa digabung, kita gabung. Misalnya, kalau dia
laki-laki, kita digabung dengan yang laki-laki juga," katanya. "Tetapi
kalau masyarakat umum maunya laki-laki digabung dengan perempuan,
boleh-boleh saja," ujar Saman dengan nada gurau.

Pantauan Pontianak Post, kemarin, suasana di Lapas ini terlihat
meriah. Para penghuninya tengah sibuk bernyanyi dan berjoget dalam
acara Peringatan HUT ke-63 RI. Sebuah panggung hiburan disiapkan di
tengah lapangan. Sebelumnya, berbagai lomba juga diadakan antar-napi.(rnl)

Source :
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=163987


Kirim email ke