Singkawang,- Anggota DPRD Kota Singkawang, Aloysius Kilim, meminta agar pemkot dan instansi terkait memberikan perhatian lebih terhadap kawasan Seluang Singkawang Timur.
Ada berbagai permasalahan krusial yang menurutnya sedang dialami oleh masyarakat setempat sejak puluhan tahun lalu. Mulai dari persoalan status hukum lahan perkebunan, penerangan (listrik ), air bersih sampai dengan sarana irigasi. "Sejak puluhan tahun lalu, status hukum lahan kebun milik masyarakat eks PIR Trans PTPN di Seluang masih belum jelas karena belum diserahkan oleh pihak perusahaan kepada mereka," kata Ketua Dewan Adat Dayak Kota Singkawang itu, kemarin setelah beberapa hari sebelumnya bertatap muka dengan warga Seluang. Masalah lahan ini menurutnya muncul ketika perusahaan perkebunan PTPN XIII tidak lagi beroperasi. Karena itu, dia berharap pihak PTPN XIII dapat memberikan penjelasannya. "Perusahan hendaknya dapat bertanggung jawab demi adanya kepastian hukum atas lahan masyarakat. Persoalannya sudah sangat lama dan ada ratusan warga yang mengalami. Kita khawatir muncul masalah baru terkait ahli waris dan kepemilikan lahan karena kemungkinan ada warga yang sudah meninggal dunia," ujarnya. Masalah air bersih juga dirasakan perlu diperhatikan karena sampai sekarang masyarakat setempat belum mendapatkan suplay. Kenyataan ini dinilai sangat ironis mengingat wilayah Seluang merupakan salah satu sumber air baku bagi PDAM. "PDAM mengambil air dari sini. Masa' masyarakat di sini justru tidak kebagian," katanya. Begitu pula dengan persoalan penerangan listrik yang sudah sejak lama didambakan oleh masyarakat. Instansi terkait diharapkan dapat proaktif menyikapinya dan memberikan solusi. Apalagi, listrik merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat. Khusus kepada pemkot, Aloysius berharap agar ada program pembangunan sarana irigasi di wilayah Seluang. Soalnya, sarana irigasi ini menjadi salah satu kendala yang cukup dominan dihadapi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan produksi pertanian. "Sampai sekarang, Seluang belum ada irigasi. Warga jadi sulit untuk bersawah. Sebagian besar hanya berkebun," ungkapnya. Jika sarana irigasi dibangun, diharapkan produksi pertanian di wilayah ini bisa meningkat dan berdampak juga terhadap kesejahteraan masyarakat.(rnl) Source : http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=164034
