Puluhan drum bahan fermentasi arak dan hasil akhir diangkut ke
Mapolres Singkawang (foto:Hermanto)

Singkawang, Gang Sekojin, Jalan Pangmilang, Kelurahan Singkawang
Selatan, memang cuma gang sempit, namun arak yang diproduksi ribuan
liter dan Kamis (21/8) siang digerebek Polres Singkawang.

Polisi menangkap Nik, 48, pemilik industri minuman keras itu bersama
karyawannya, Moh, 25, yang tengah memasak minuman beralkohol tinggi.
Menyaksikan ribuan liter arak serta perlengkapannya, Kapolres
Singkawang AKBP Parimin Warsito SH segera mengerahkan satuan setingkat
kompi, truk Dalmas serta seluruh fungsi yang ada bahu membahu
menuntaskan pengungkapan pabrik arak terbesar di Kota Singkawang tersebut.

Demi memudahkan pengangkutan terpaksa ratusan liter bahan fermentasi
dalam 127 drum berukuran 70 liter ditumpahkan di TKP. Seluruh drum
kosong diboyong ke Markas Polres. Arak hasil penyulingan akhir
mencapai 17 jeriken, 18 jeriken kosong, satu gerobak dorong, dua skop,
dua kayu bakar yang sudah dilalap api, 14 karung beras ketan, 4 ketel
raksasa, satu alat pengukur alcohol serta satu mesin penyedot air.
Dari hasil pengukuran langsung Kapolres, diketahui arak murni tersebut
memiliki kadar alcohol mencapai 50 persen.

"Operasi ini menyongsong bulan Ramadahan," tandasnya. Kapolres
memastikan pabrik arak tersebut sudah sekian lama beroperasi. Dengan
pasar mencakup Kota Singkawang, Kota Pontianak serta Mempawah hingga
kawasan timur Kalbar.

"Dalam satu hari menghasilkan 40 jeriken arak. Setiap jeriken
berukuran 25 liter. Dan mereka memproduksi siang malam tanpa henti,"
timpalnya.

Dari hasil penyelidikan, Parimin menyebut omzet Nik mencapi ratusan
juta dalam sebulan. Berhubung harga satu drum arak mencapi Rp 300
ribu.  "Kita sudah dua minggu menyelidiki produksi arak ini. Dan
penangkapan menunggu momen yang tepat yaitu di saat pemilik dan
karyawanya beroperasi," tukas perwira menengah denga dua melati di
pundak ini.

Terhadap kedua tersangka, Kapolres mengenakan pasal berlapis. Yaitu UU
Kesehatan dan UU Perindustrian. "Kepada masyarakat yang mengetahui
lokasi produksi minuman keras silahkan melapor dan proaktif. Kita akan
tindaklanjuti mengingat arak merupakan minuman yang berbahaya dan
menimbulkan berbagai efek buruk," ujarnya.

Lokasi pabrik arak yang dibombardir petugas kemarin cukup tersembunyi
dari jalan umum. Pasalnya, berjarak satu kilo dari jalan aspal di
Gunung Pasi.

Antara pabrik dan gudang berjarak sekitar 50 meter. Air sebagai bahan
baku utama langsung dari Gunung Pasi tak jauh dari pabrik penghasil
air mineral yang cukup di kenal di Kota Singkawang. Pulang dari TKP,
seragam para petuga nyaris basah kuyup oleh hujan deras. 

Tapi tampak wajah puas Waka Polres Kompol Ridwansyah, Kabag Ops Kompol
S Simamora serta Kasat Intelkam AKP Suwarta yang turut mendampingi
Kapolres guna mengarahkan para jajaran dalam mengemas seluruh barang
bukti yang disita. (man) 

Source : www.equator-news.com

Kirim email ke