to : Bung Deny Dan Rekan2 Guru
 
Kami mendo'akan semoga apa yang seharusnya menjadi hak kawan2, dapat 
direalisasikan secepatnya.
semoga perjuangan kawan2 dapat membuahkan hasil.
semoga perjuangan kawan2 tidak di tunggangi oleh pihak lain 
 
mengapa demikian karena kita sendiri tahu, bahwa di tahun ini musim 
pencaleg kan dan tidak menutup kemungkinan akan ada yang memanfaatkan situasi 
ini untuk kepentingan diri sendiri (publikasi), mempolitisir keadaan (maaf 
bukan maksud hati utk berburuksangka) tapi hal ini perlu diantisipasi, krn 
mengingat murninya  perjuangan kawan2 utk mendapatkan hak kalian.
 
dengan demikian proses pendididkan politik di kalangan guru berhasil, dgn sadar 
mau berjuang utk mendapatkan hak2 nya.
melawan para pengkianat bangsa, pengkianat rakyat.
 
mari berjuang untuk kebenaran, jaya bangsa ku, jaya Indonesia Raya.
 
 
 
 
ARY SUPARMADI
===============
http://www.RahasiaMarketingOnline.com/?id=suparmadi

--- Pada Sab, 23/8/08, deny suhendra <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: deny suhendra <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Balasan: [Singkawang] Equator - Tunjangan Profesi Tak Dibayar, Guru 
Serbu Kantor Diknas
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 23 Agustus, 2008, 9:50 PM






Buat Ari Suparmadi, S.Kom dan rekan2 yg baca.

Sudah saya sampaikan diposting sebelumnya di milis ini... dan akhirnya apa mau 
dikata .... guru2 pada demo. tp saya ngak ikut kebetulan ngajarnya full di hari 
itu. tidak tega meninggalkan siswa.

semoga saja bulan september sudah keluar dana yang 1.9 jt itu ... kalau tidak 
mungkin masalahnya akan bertambah runyam... belum lagi tentang tunjangan 
walikelas dan kelebihan jam mengajar yg di hilangkan.



sukses singkawang spektakuler

"united.singkawang" <[EMAIL PROTECTED] us> wrote:


Singkawang, Puluhan guru Kota Singkawang terpaksa meninggalkan para
murid, dan nekat menyerbu Kantor Diknas Kota Singkawang, Kamis (21/8),
guna menanyakan tunjangan profesi.

Mereka mengaku sangat kecewa terhadap Pemkot serta Diknas yang tak
kunjung membayar hak sekitar 200 pendidik tersebut. "Setiap bulan
sesuai Surat Edaran Presiden, maka para guru harus mendapat tunjangan
profesi sebesar Rp 100 ribu. Itu sudah berlaku sejak Januari 2007.
Ironisnya, sampai sekarang uang itu belum dibayarkan," sesal Yusri
yang sehari-hari bekerja sebagai guru SMPN 5. 

Para "Oemar Bakrie" tersebut sudah hadir di halaman Kantor Diknas
sejak sekitar pukul 09.00. Hanya saja tak satu pun pejabat terkait
yang bersedia menerima, maupun memberi penjelasan hingga pukul 10.40.

Dalam rentang waktu dua jam tersebut, mereka hanya dapat berdiri
seraya mengumpat terhadap buruknya kinerja pejabat terkait di halaman
kantor. "Kami sangat memerlukan kejelasan, kapan uang tunjangan
fungsional tak dibayarkan. Sementara para guru di Sambas, Sintang,
Melawi dan daerah lain sudah mendapatkannya, " bebernya Yusri.

Senada, para guru berprasangka ada unsur kesengajaan, serta kelalaian
dengan tujuan memperkaya demi kepentingan pribadi sehingga salaam 18
bulan tunjangan profesi mereka tak kunjung cair. "Guru-guru hanya
ingin menuntut haknya sejalan dengan kewajiban yang telah
dilaksanakan. Selama ini, guru selalu dijadikan kambing hitam terhadap
kegagalan pendidikan. Sementara pihak yang berkompeten tidak
menjalankan fungsi pengawasan. Diknas Kota Singkawang tidak
memperjuangkan nasib guru," sesal Wakil PGRI Ranting 4, Jayadi, SPd.

Puas diterpa panas terik matahari, para guru dipersilakan masuk ke
Aula Diknas. Di meja depan, telah hadir Kabag Kepegawaian Kota
Singkawang, Drs Juandi, Plt Kabid Pendidikan Dasar Diknas, Rasyid
serta jajarannya.

"Kami hadir sebagai bentuk solidaritas sesama guru yang belum mendapat
bayaran tunjangan profesi. Kami sudah berkali-kali minta penjelasan,
namun tak kunjung digubris. Sementara uang itu sangat penting untuk
Bulan puasa dan Ramadan," timpal Siswardi menyampaikan unek-unek
kepada para pejabat tersebut.

Terhadap itu semua, Juandi dengan tegas mengatakan persoalan yang
dikemukakan para "pahlawan tanpa tanda jasa" tersebut sebenarnya sama
sekali bukan suatu permasalahan. "99 persen sudah rampung. Dan akhir
Agustus atau paling lambat awal September tunjangan profesi itu akan
kita bayarkan," janjinya. 

Juandi berkelit dengan melontarkan pertanyaan seputar waktu datangnya
petunjuk pelaksanaan pembayaran tunjangan profesi dari Pemerintah
Pusat. Demikian juga jumlah stafnya hanya empat orang dalam memproses
tunjangan sekitar 2.000 guru di Kota Singkawang. Belum lagi PNS pada
dinas-dinas lain yang keseluruhan mencapai 4.000 orang.

"Aplikasi pembayaran tunjangan profesi tidak sama di seluruh
Indonesia. Dari pusat tidak ada aplikasi, sehingga kita sendiri yang
membuatnya. Ini yang membuat proses menjadi lama," tandas Fredly salah
satu staf pada Setda Kota Singkawang.

Menanggapi hal tersebut, para guru merasa dobodoh-bodohi para pejabat
yang terhitung mendapat ilmu dari mereka sebagai pendidik. "Semua
penjelasan sepertinya ribet sekali. Sementara itu-kan sudah menjadi
risiko pekerjaan. Kami juga sudah jenuh dengan masalah itu ke itu.
Data tidak pernah akurat jadi data yang telah kami serahkan selama ini
mana?" gugat salah satu guru kepada para pejabat.

Para guru juga meminta konsekuensi bila sampai awal September
tunjangan profesi guru tak juga cair. "Kepada Kabag Kepegawaian yang
hadir di sini, kalau permasalahannya SDM yang hanya empat orang,
sehingga tidak mampu membayar tunjangan profesi guru tepat pada waktu,
maka langkah apa untuk mengatasinya? " cibir para guru. (man)

Source : www.equator- news.com





Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
 














      
___________________________________________________________________________
Dapatkan situs lowongan kerja - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=lowongan+kerja&cs=bz&fr=fp-top

Kirim email ke