Siapa tahu  cerita ini bermanfaat juga buat  yang lain yah ? 
Salam 
Melly 



----- Forwarded Message ----
From: Lincorn Lim <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, September 16, 2008 10:00:44 AM
Subject: [Manager-Indonesia] Filial Piety ( Kisah selanjutnya dalam edisi 
Indonesia : The Rising Sun )


Mari bangun Indonesia yang berkarakter ++ dan bermoral tinggi.
Indonesia : The Rising Sun.
============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ===
 Kisah tentang filial piety - bakti yang luar biasa :
 
Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun 
yang bernama Luke. 
Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang 
bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat, pada setiap 
pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. 
Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan 
memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.
 
Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan 
kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan 
berjalan  seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya 
berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. 
Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena 
mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah 
berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu 
yang biasa dilakukannya pada malam hari.
  
"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada  ibunya. 
"Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia.” tambahnya lagi.
 
"Kamu tidak perlu menyakinkanku, "  sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah 
seorang janda dan selalu   memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa 
nyaman. 
 
"Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat 
istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun 
jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk 
tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya. "
  
Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian.  Ibunya pindah untuk tinggal 
bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg 
dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu 
bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu 
berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.


Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan 
bersorak-sorai untuk   memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya 
bermain beberapa menit saja. 
 
Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. 
 
"Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? 
Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?"
 
Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama 
antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola 
dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum 
tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras 
dalam beberapa hari ini.
  
 "Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. 
"Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu." 
 
Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. 
Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan 
mencetak dua single. 
Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya 
berhasil memenangkan pertandingan.
  
Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke 
bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir 
lapangan. 
"Pertandingan yang sangat mengagumkan, " katanya kepada Luke. 
"Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang 
membuatmu jadi begini?"
  
Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air 
mata kebahagiaan. 
Luke menangis tersedu-sedu. 
Sambil sesunggukan, ia berkata "Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal 
dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat 
berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu. Minggu lalu,......Ibuku 
meninggal." 
 
Luke kembali menangis.
  
Kemudian Luke dengan tegar menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya 
dengan terbata-bata.
"Hari ini,.......hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga 
datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama  melihatku bermain. Dan aku 
tentu saja tidak akan mengecewakan mereka...... .". Luke kembali menangis 
terisak-isak.
  
Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan 
mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. 
Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak 
mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. 
 
Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya 
sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, 
tetapi sebagai seorang anak.....
  
Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, 
ia belajar banyak dari   Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha 
melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya 
sudah pergi selamanya.
 
Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya. ...
  
Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat 
itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan 
mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. 
 
Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur 
hidupnya.... ......... ..
 
 
# Luke, saat itu berumur 7 tahun dan sudah mempunyai rasa bakti pada orang tua 
yang luar biasa. Meskipun orang tuanya tidak berada di sisinya lagi, tapi Luke 
tetap berusaha  yang terbaik untuk membuat orang tuanya bangga. Bagaimana 
dengan kita.. ?!? #

 
(Disadur oleh penulis dari berbagai sumber dan ditulis kembali dengan gaya 
bahasa yang lain. Isi cerita tidak berubah dari kenyataan aslinya.)
 


      

Kirim email ke