Dewan itu di pusat dan daerah sama aja, seperti kata Gusdur, mereka itu tdk lain dari kumpulan anak TK, lihat ajach seenaknya walkout dari sidang yg begitu penting utk kepentingan rakyat demi ego pribadi
Silahkan saja masyarakat menilai sikap mereka !!! ----- Pesan Asli ---- Dari: united.singkawang <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 19 September, 2008 09:55:18 Topik: [Singkawang] Bahas Raperda, Dua Anggota Dewan Walk Out Singkawang, Pernyataan Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM terhadap DPRD Kota Singkawang yang tidak selevel dalam berdiskusi dengannya berbuntut panjang. Terbukti, dua wakil rakyat masing-masing Ridha Wahyudi SH dan Liu Min Jam bergegas meninggalkan ruang sidang paripurna dengan agenda nota pengantar wali kota terhadap Raperda Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2007, Senin (15/9) siang. Tak cukup sampai disitu, bahkan secara kelembagaan DPRD Singkawang mendesak Wali Kota Singkawang untuk meminta maaf paling lambat Rabu (17/9). Sebelumnya, sidang paripurna baru saja dibuka oleh Ketua DPRD Singkawang H Zaini Nur yang dihadiri Wakil Wali Kota Singkawang Drs H Edy R Yacoub MSi. Usai dibuka, Ridha bergegas melancarkan interupsi kepada pimpinan. Mendengar interupsi tersebut, Zaini secara terbuka mempersilahkan Ridha menyampaikan unek-uneknya. "Lebih baik sidang paripurna tidak dilanjutkan, sebelum ada permintaan maaf secara resmi dari Wali Kota terhadap lembaga DPRD Singkawang yang dikatakan tidak selevel," tandas politisi Partai Demokrat ini. Lebih jauh Ridha menjelaskan, WaliKkota bukan pertama kalinya melontarkan statement yang menyinggung perasaan para wakil rakyat. Ia pun mengkilas balik, Hasan juga pernah menuturkan sistem sudah berubah dan Wali Kota tidak bertanggungjawab kepada DPRD. Interupsi keras Ridha mampu menghadirkan suasana tegang di ruang sidang. Guna mencairkannya, anggota DPRD Paryanto mengusulkan rapat paripurna tetap dilanjutkan. Sementara permintaan maaf Wali Kota harus disampaikannya dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi, Rabu (17/9). Senada, Sekretaris Komisi A Nurhasanah SAg MSi memilih paripurna dilanjutkan. Alasannya, di bulan Ramadan tegasnya, pasti jalan keluar terhadap persoalan tersebut tersedia dan ada. "Mungkin saja ini hanya miskomunikasi, " timpalnya. Merasa tak puas, Ridha kembali menginterupsi. Seraya menegaskan, akan meninggalkan ruangan sidang alias walk out. Ketua DPRD selanjutnya mempersilahkan Wakil Wali Kota menyampaikan nota pengantar. Hanya saja, ternyata langkah Ridha sudah lebih dahulu diikuti Liu Min Jam sebelum Wakil Wali Kota membacakan nota pengantar. "Wali Kota harus menyampaikan permohonan maaf kepada legislatif. Kami sejak lama mengingatkan Wali Kota untuk tidak mengeluarkan pernyataan, baik lisan maupun tulisan yang bisa menyinggung antar lembaga," tegas Ridha yang ditemui setelah Edy tuntas membacakan nota pengantar. Sebelumnya, pada pertemuan dengan para pengurus PGRI Kota Singkawang di Aula II Pemkot, Hasan secara terang-terangan menyebut tidak selevel dengan para wakil rakyat masa bakti 2004-2009. Sehingga ia berharap pada Pemilu Legislatif 2009, wajah-wajah baru yang duduk di DPRD Kota Singkawang bisa nyambung untuk diajak berdiskusi seputar permasalahan Kota Singkawang. (man) SUMBER : www.equator- news.com ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
