kalo melulu ngandalkan pemerintah jelas susah... Mereka udah sibuk ngurusi pemilihan yang macem-macem (Pilpres, pilleg, pilgub, pilbup, pildes dan buanyak pil-pil laen..) jadi udah... biarin aja mereka repot... ndak bakalan deh sempet ngurusin daerah...
jadi akan lebih baik kalo membuat kolaborasi antara para pengusaha dan kelompok masyarakat yang cinta dan peduli Kalbar (tapi jangan terjebak membuat partai politik baru). Tentukan sikap...bila perlu ndak usah mbayar pajak dari pada diabisi untuk urusan pilih-pilihan... sumbangkan aja buat si miskin agar bisa bangkit dan berusaha bersama membangun kalbar. Kalo toh mau memenjarakan karena ndak mbayar pajak.... maka seluruh penjara di Kalbar bakal penuh dan dijamin Kalbar lumpuh !!! Bimbing saudara-saudara kita agar mentas dari kemiskinan.... aneh...indonesia yang katanya subur makmur kok masalah kemiskinan ndak pernah selesai.... dulu antri beras...sekarang malah semua antri.... Alasan krisis global selalu didengungkan dan menjadi alasan pembenar !! Kedepan pariwisata bakal menjadi primadona, Kalbar itu unik... jadikan setiap langkah bimbingan kepada saudara-saudara kita yang miskin itu ke sektor ini.... perbanyak assosiasi atau apapun namanya, yang penting jangan sendiri-sendiri....soalnya itu gampang dilibas.... KOMPAK sebagai kata kunci... bersihkan Kalbar dari pandangan minir perihal SARA....!!!! Melayu, Jawa, Dayak, Cina itu hanya sebutan saja... yang jelas kita adalah sekumpulan makhluk berujud manusia yang hidup diwilayah yang sama... mengais rejeki dan lain-lain di wilayah yang sama pula. Sakit satu sakit semua, senang satu senang semua. Hallo....Para Alumnus SMP Bruder Bersubsidi Singkawang yang lulus tahun 1979.
