Sabtu, 06 Desember 2008 , 08:09:00
Dikepung Massa, Patung Naga Batal Dirobohkan
<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=10514#>

SINGKAWANG—Pembangunan Patung Naga Kota Singkawang, Jumat (5/11), menyedot
perhatian warga Kota Singkawang. Sejumlah besar massapun akhirnya mendatangi
dan "mengepung" Patung Naga setengah jadi itu dari berbagai sudut. Massa
berbondong-bondong mendatangi Patung Naga hanya untuk melihat dan menonton
aksi yang bakal terjadi di lokasi tersebut. Pasalnya, ada rencana dari FPI,
FPM dan Aliansi LSM hendak merobohkan patung naga di Jalan Kempol Mahmud –
Jalan Niaga. Namun harapan massa untuk melihat rencana itu tidak kesampaian,
demikian juga rencana merobohkan patung naga tersebut. Niat merobohkan
patung naga itu berhasil diredam oleh aparat kepolisian.

Pagi hari sebelum masuk waktu salat Jumat, suasana di lokasi patung naga
setengah jadi itu berdiri tampak lengang. Tidak ada lagi para pekerja yang
melakukan tugasnya meneruskan pembanguan patung yang menuai polemik ini.
Arus lalu lintas masih tampak tenang. Di empat sudut jalan, toko-toko masih
buka. Kendati demikian, isu perobohan patung naga yang disumbang oleh
seorang pengusaha kepada pemerintahan Kota Singkawang ini, ternyata sudah
sampai ke telinga warga sekitar. Apalagi, kabar itu tersiar melalui media
cetak yang ada di Singkawang, sehingga meluas ke masyarakat lainnya.

"Saya tahu dari koran, katanya patung naga ini mau dirobohkan hari ini
(kemarin)," kata Rina kepada *Pontianak Post *kemarin. Lalu kepolisian pun
tak tinggal diam. Sejak pagi, mereka sudah mondar-mandir di sekitar lokasi.
Beberapa diantaranya mengenakan pakaian sipil. Puncak tumpahnya massa ke
jalanan terjadi, setelah selesai salat Jumat.

Sejumlah besar massa sudah berkumpul di sekitar patung. Baik yang datang
dengan menggunakan kendaraan bermotor, sepeda maupun jalan kaki. Bercampur
baur mulai anak-anak, orang dewasa, wanita maupun pria. Mereka pun seolah
tidak memperdulikan efek negatif jika terjadi gesekan, malah massa semakin
antusias. Kerumunan massa yang semakin membludak, membuat pihak kepolisian
pun tampak sibuk."Tadi saya lihat (mereka) sudah berkumpul di Masjd Raya,"
kata warga yang ingin melihat langsung dirobohkannya patung naga setengah
jadi itu. Kemudian, sekitar pukul 13.15 WIB, pawai kendaraan roda dua dan
satu unit mobil, muncul memasuki Jalan Sejahtera. Dengan pengeras suara
mereka melakukan orasi di jalan. Ternyata itu adalah massa FPI, FPM dan
Aliansi LSM.

Mereka berjalan menuju patung naga. Namun, sebelum memasuki tikungan
terakhir menuju lokasi patung, Satuan Brimob dengan tameng melakukan
barikade. Massa tak bisa masuk. Mereka hanya melakukan orasi. Dalam
orasinya, mereka menyebut aksi yang dilakukan ini bersifat damai, dan tidak
akan berbuat anarkis. "Selama ini kita hidup harmonis, rukun antar sesama
suku dan agama apapun di Singkawang. Tapi kehadiran patung naga ini telah
mengusik kerukunan kita," teriak ketua DPW FPI Kota Singkawang Yudha R Hand
di atas kendaraan *pick up* .

Sontak saja, kerumunan massa yang menonton semakin mendekat. Toko-toko di
sekitar lokasi tutup. Setelah lama berorasi, kepolisian kemudian melakukan
negosiasi dengan perwakilan dari massa. Setelah negosiasi secara damai
dilakukan, disepakati keputusan akhir setelah adanya hasil pertemuan di
Pemerintahan Kota Singkawang, antara pihak pemkot, kepolisian dan perwakilan
massa. Massa pun menyetujui. Lalu mereka dengan tenang melakukan orasi. Di
sekitar patung naga, polisi terus berjaga-jaga. Ramainya massa yang tumpah
ke jalanan, membuat kepolisian meminta mereka mundur. "Bagi yang tidak ada
kepentingan bubar," kata seorang anggota polisi berteriak.

Tapi, massa penonton tidak perduli. Baru saja diingatkan mereka kembali
lagi. Lama berada di lokasi, sementara hasil pertemuan belum juga
didapatkan, massa pun kemudian menuju pemkot Pontianak. Perlahan-lahan massa
yang menonton juga meninggalkan lokasi dengan tertib. Yang tertinggal
hanyalah sampah sisa gelas air mineral yang merusak pemandangan kota peraih
adipura ini.

*

Terhenti
** *
Lebih dari dua jam aktifitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi patung
naga terhenti. Pemilik toko, lebih memilih menutup tempatnya berjualan,
karena khawatir resiko yang tidak diinginkan. "Bagaimana mau buka, kalau ada
apa-apa siapa yang mau tanggung," kata salah seorang yang berada di sebuah
toko.

"Saya mau beli bahan bangunan kesini tapi sudah tutup," kata seorang pria
kepada

*Pontianak Post. *

Mereka lebih banyak menyaksikan dari lantai dua ruko mereka. Terlebih, dari
kerumunan massa, banyak yang mengabadikan momen ini dengan handphone, kamera
bahkan handycam.

Di sekitar lokasi, banyak terdapat *counter handphone*, warung kopi, hotel,
toko elektronik dan toko bangunan serta toko pakaian, yang tidak bisa
berdagang sementara.



Sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi jalan kembali normal. Polisi pun terlihat
masih berjaga-jaga. Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih
terus memantau situasi di lokasi. *(ody/zrf)*

Kirim email ke