Dear All , Saya pribadi tidak akan menilai tindakan FPI ini dari segi negatifnya, karena saya pribadi telah konfirmasi dengan sebagian teman-teman saya yang Muslim, karena sebenarnya Saudara-saudara Muslim yang lain (selain anggota FPI) juga tidak menyetujui tindakan-tindakan FPI selama ini, mereka merasa FPI telah merusak nama Islam, bahkan teman saya yang muslim sangat menyayangkan kenapa FPI tidak dibubarkan saja oleh pusat. Agama Islam adalah agama yang baik seperti Agama-agama yang lainnya, bahkan kalau boleh dibilang Islam itu sangatlah berat untuk dijalani, bayangkan saja untuk Sholat Lima Waktunya mgkn tidak semua orang sanggup menjalankannya. Saya pribadi tidak akan mengkaitkan Fpi dengan Islam karena saya berpikir FPI anggotanya walaupun dari penganut Islam tapi hanya sebagian kecil saja Muslim yang masuk menjadi anggotanya. Islam adalah agama yang baik, hanya saja ada sebagian kecil dari penganutnya yang melenceng :)
Ok, sebenarnya saya ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada FPI, karena berkat aksi mereka kali ini, Warga singkawang menjadi lebih bersatu lagi, lihat saja tumpah ruahnya warga dari berbagai etnis dalam melindungi patung naga tersebut, sebenarnya yg ingin mereka lindungi bukanlah patung tersebut, tetapi adalah kota mereka yang selama ini begitu rukun dan damai, itu menandakan kepedulian mereka dalam melindungi kota mereka dari gangguan FPI yang hanya boleh dibilang pendatang baru dikota Singkawang. Terima kasih FPI, anda telah menyatukan kami, dan saya pribadi yakin,persatuan ini akan lebih erat lagi setelah aksi anda kali ini. Bersatulah terus Singkwang, jagalah persatuan dan kedamaian dikota tercinta kita ini. Salam Damai Eugenia ________________________________ From: Clement Li <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, December 8, 2008 2:45:10 PM Subject: [Singkawang] Re: Balasan utk Bapak Robert Pamungkas Pak Robert, Balasan saya akan komentar bapak adalah sebagai berikut: melihat potingan anda mr Li nampaknya agak sedikit mempropokasi, malah bahaya, karena beranggapan para FPM dan FPI (front pembela melayu dan front pembela islam itu sarjana yg bodoh) Saya sama sekali tidak bermaksud mempropokasi masalah ini. Saya disini minta maaf kepada para FPM dan FPI kalau ada kata2 saya yg menyinggung perasaan bapak2. Kenapa pak Robert bisa berpendapat bahwa saya menganggap para FPM dan FPI itu sarjana yg bodoh? Menurut pendapat saya (saya yg bodoh ini – menurut opini pak Robert) justru pak Robert yg berkeinginan mempropokasi situasi. Pengetahuan seseorang sarjana juga terbatas. Tidak mungkin seorang sarjana untuk mengetahui segala sesuatu yg bukan dibidangnya. Seperti katanya Pak Dhe “Memahami dan Memaklumi . . . itu bijak . . .” Kutipan dari koran2 dan posting di milist ini: “Patung naga itu bukan cermin dari salah satu aliran agama. Patung naga menurut salah satu warga, Arnol Madasahar merupakan sebuah karya seni yang dihasilkan kebudayaan manusia dan setara dengan karya lainnya. Selama tidak ada upacara penyucian , maka tugu naga tsb yg sama saja seperti tugu tugu lainnya, tidak ada unsur religinya” Kalau masalahnya hanya persoalan ijin, kenapa akan bisa sampai memecah belah kerukunan umat beragama di Kota Singkawang? Bagaimana kerukunan umat beragama akan terganggu hanya karena persoalan ijin pembangunan? Seperti apa yg dikatakan oleh Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Kenny Kumala: "Dasarnya apa kalau ditentang pembangunan patung naga tersebut? Apakah rasialisme? Saya kira reaksi yang bersifat rasialisme ini harus dieliminir di Kota Singkawang yang sangat kondusif yang tidak pernah terjdi konflik etnisitas," (Pontianak Post). bagaimana dengan herman buching dan bong cing nen serta Norseng Yosep yang membawa masa dengan meneriakkan kalimat "maju dan robohkan kalau berani!!" apa itu tidak mencerminkan pemimpin yang baik Berita yg saya “reply” tidak menyinggung beliau2 ini membawa massa. Perlu dicatat, dengan sigap aparat keamanan melokalisir dan mengusir para pemuda yang bersuara lantang tersebut. atau lebih bodoh dan goblok seperti anda. Maaf pak Robert, saya tidak akan merendahkan martabat diri saya ke level ini. Ini bukan ucapan seorang sarjana. karena sementara pembangunan patung sudah dihentikan semetara sebaiknya stop dulu komentarnya apalagi menjadi propokasi di dunia maya. Walaupun pembangunan patung sudah dihentikan, tetapi inti dari masalah ini yaitu sikap utk memaksakan kehendak dengan “membawa massa” tetap akan menjadi “racun” untuk masyarakat di daerah ini yg selama ini telah hidup harmoni. Kalau Aliansi LSM Perintis Kota Singkawang Syarifuddin pada tanggal 4 Desember 2008 telah melaporkan tindak pidana pengrusakan fasilitas umum yang terletak di persimpangan Jalan Kempol Machmud-Niaga Kecamatan Singkawang Barat,kenapa tidak menunggu polisi memproses secara hukum kasus tersebut? Kenapa harus selalu menyelesaikan suatu masalah dgn pemaksaan kehendak, kekerasan dan membawa massa? Apalagi bapak Anam Amri juga telah minta kepada FPI dan FPM untuk tidak melakukannya dan menganjurkan untuk menyerahkan masalah ini ke pemerintah dan untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Kalau pembangunan patung naga itu tidak memiliki ijin biarlah yg berwenang merobohkannya. Menghimbau berkumpulnya ribuan warga dari penjuru Kota Singkawang dan sekitarnya dan membanjirnya ribuan massayang terkonsetrasi di bisnis center sangat mengerikan. Kalau bukan karena aparat keamanan yg telah bertindak cepat, anarkis tidak akan bisa dihindari. Siapa yg akan bertanggung jawab nantinya? Peace. Marilah kita ngopi bersama nantinya. --- On Sun, 12/7/08, robertpamungkas2008 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: robertpamungkas2008 <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Singkawang] Re: Hari ini Patung Naga. Besoknya kuil atau gereja??? To: [email protected] Date: Sunday, December 7, 2008, 2:25 AM melihat potingan anda mr Li nampaknya agak sedikit mempropokasi, malah bahaya, karena beranggapan para FPM dan FPI (front pembela melayu dan front pembela islam itu sarjana yg bodoh) bagaimana dengan herman buching dan bong cing nen serta Norseng Yosep yang membawa masa dengan meneriakkan kalimat "maju dan robohkan kalau berani!!" apa itu tidak mencerminkan pemimpin yang baik, atau lebih bodoh dan goblok seperti anda. karena sementara pembangunan patung sudah dihentikan semetara sebaiknya stop dulu komentarnya apalagi menjadi propokasi di dunia maya. --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, Clement Li <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > Bravo.... bravo... aparat kepolisian, bapak2 Herman Buching, Bong Cing Nen dan Noreseng Yosef dan masyarakat Singkawang yg membuat pagar betis mengelilinggi patung naga. Terima kasih banyak. Doa dan dukungan saya akan selalu bersama kalian. > > Tadinya saya tidak peduli apakah patung naga itu dibongkar atau tidak. Tetapi setelah "keramaian" hari Jumaat ini, saya berpendapat (sikap saya) patung naga ini harus dipertahankan. > Kalau hiasan sebuah PATUNG aja mau dirobohkan secara kekerasan - what next? kuil? gereja? dsb. > > Sudah bukan masanya utk memaksakan kehendak melalui penggerakan massa, melalui kekerasan dan konflik. Kan ada proses hukumnya. Kalo terjadi anarki atau pengrusakkan, yg harus di seret, di proses hukum dan diusir adalah mereka yg mengimbau utk beramai-ramai ke lokasi pembangunan patung naga. Yg menganggu kerukunan umat beragama itu siapa? Patung atau mereka ini? > > Mudah2-an yg ingin merobohkan patung naga itu adalah sarjana2. Sebagai seorang sarjana, seharusnya mencari tahu dulu apa artinya sebuah hiasan patung naga. Kalau tidak ngerti, sebagai seorang sarjana, seharusnya cari tahu dulu, seperti bertanya ke bapak Simon Takdir. > > Sudah waktunya penduduk kota Singkawang untuk bangkit dan melawan mereka yang cuma tahu menyelesaikan perbedaan pendapat atau persoalan melalui jalan kekerasan dan konflik - terutam melawan mereka yg cuma numpang tinggal di kota Singkawang ( Kalbar pada umumnya), yg maunya hanya untuk merusak kerukunan hidup antara tiga suku terbesar di Kalbar. > > Can we get along???? > > Clement > > --- On Sat, 12/6/08, United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: United Singkawang > <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [Singkawang] [Equator] Ricuh Patung Naga, Nyaris Bentrok > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Date: Saturday, December 6, 2008, 3:23 > AM > > > > > > > > > > > > Sabtu, 06 Desember 2008 , 12:08:00 > Ricuh Patung Naga Singkawang > Dua Kelompok Massa Nyaris Bentrok > > > > > > > > Kerumunan > warga memenuhi perempatan Jalan Niaga dan Kempol Mahmud guna > menyaksikan aksi pembongkaran patung naga, Jumat (5/12) siang. > Pembangunan patung di fasilitas umum memicu konflik. Isu agama merembes > masuk. Simbol estetika kota pariwisata bercampur politis. > > > > Singkawang. Gara-gara pembangunan Patung Naga di perempatan Jalan Niaga > dan Jalan Kempol Mahmud Kota Singkawang, dua kelompok massa nyaris > bentrok, Jumat (5/12) kemarin. Polisi bertindak cepat, bentrokan bisa > dihindari. Pembangunan Patung Naga untuk sementara dihentikan. > > > Ketegangan berawal dari rencana Front Pembela Islam (FPI), Front > Pembela Melayu (FPM) dan Aliansi LSM Perintis Singkawang ingin > merobohkan patung naga usai salat Jumat, kemarin. Mereka mendatangi > tempat Patung Naga yang belum selesai dibuat itu. Aksi ini mengundang > ribuan warga dari penjuru Kota Singkawang dan sekitarnya untuk > menyaksikan rencana merobohkan patung tersebut. > > > Massa dari berbagai elemen mulai berdatangan dan memadati teras ruko di > sekitar TKP sejak pukul 11.00. Mereka langsung membuat pagar betis > mengelilingi Patung Naga itu. Pihak Polres Singkawang di-back up Kompi > I Pelopor Brimob langsung mengamankan situasi. > > > Puncak konsentrasi massa yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas itu > terjadi ketika rombongan FPI, FPM dan Aliansi tiba mengendarai pick up > dilengkapi sound system serta poster bertuliskan aspirasi. Hanya saja > di perempatan Jalan Sejahtera, iring-iringan massa ini dihadang Pasukan > Huru Hara Brimob yang menggunakan tameng, rotan dan senjata laras > panjang. > > > Blokade aparat dan kerumunan massa yang membuat pagar betis semakin > menghambat pergerakan rombongan yang hendak membongkar patung naga > setinggi lima meter tersebut. > > Di sela-sela usaha menerobos blokade, orator FPI meneriakkan tuntutan > dan unek-uneknya. Mereka secara tegas meminta penghentian dan > pembongkaran patung naga. Alasannya, belum memiliki izin dari instansi > terkait, menyalahi peraturan dan berada di tengah-tengah ruang publik. > "Seret dan proses hukum pengusaha Benny Setiawan yang mendanai > pembangunan, " seru para pria bersorban dan berkopiah tersebut. > > > FPI yang mencapai ratusan orang juga mendapat umpatan dan cacian dari > massa yang tidak dikenali identitasnya. "Ayo! Masuk kalau berani. > Silakan terobos," teriak sekelompok pemuda yang berbaju lusuh tersebut. > Mengantisipasi adu fisik dengan sigap aparat keamanan melokalisir dan > mengusir para pemuda yang bersuara lantang tersebut. > > > Sementara kelompok lain, terkonsentrasi di sekitar patung naga. Mereka > yang berjarak hanya lima meter dari patung naga antara lain Ketua III > DAD Singkawang Herman Buhing, anggota DPRD Bong Cing Nen dan Noreseng > Yosef. > > > Karena tidak mengajukan surat pemberitahuan, Waka Polres Singkawang > Kompol Ridwansyah memerintahkan Aliansi LSM Perintis dan FPM > membubarkan diri. Sedangkan FPI bertahan hingga pukul 15.00 sesuai izin > yang diberikan. Massa mulai meninggalkan TKP sekitar pukul 14.30 > setelah diarahkan petugas untuk pulang. Masyarakat tidak hanya sekadar > menonton dari jalan. Sebagian bersusah payah mengabadikan momen langka > tersebut dengan handy cam, telepon selular dan kamera dari ketinggian > ruko. > > > Setelah berkoordinasi dengan Polres Singkawang, Ketua DPW FPI > Singkawang Yudha R Hand bersama FPM dan Aliansi LSM Perintis menggelar > pertemuan di Kantor Pemkot Singkawang. Walaupun diminta untuk hadir, > Wali Kota Singkawang Hasan Karman berhalangan. > > > Demi kondusivitas Singkawang, akhirnya Polres memerintahkan penghentian > sementara pembangunan patung naga di persimpangan Jalan Kempol > Machmud-Niaga Singkawang. Karena nihil kesepakatan dan keputusan > tertulis dari Pemkot dan para demonstran, pertemuan akan dijadwalkan > kembali. Dari Pemkot tampak hadir Asisten Kebijakan Pemerintahan Sofyan > Fachri, Kadis Perhubungan Yohanes Urip, Kadis Tata Kota Agus Arifin > dan Kadis PU Sueb A Hamid. > > > Sekjen Aliansi LSM M Syaifuddin menyatakan telah melaporkan donator > pembangunan patung naga Beny Setiawan terkait pengrusakan fasilitas > umum. Senada dengan itu, Yudha menolak tegas pembangunan patung naga di > fasilitas umum. Sebaliknya, memberi toleransi di rumah ibadah. > > > "Demi keamanan, terpaksa pembangunan patung naga dihentikan sementara. > Dari hasil pembicaraan Kapolres AKBP Parimin Warsito dengan Beny > Setiawan akhirnya disepakati untuk dihentikan," ujar Kasat Reskrim > Polres Singkawang AKP Sarjono SH. > > > Sementara itu, di tempat terpisah Ketua DAD Singkawang Aloysius Kilim > menyatakan, mendukung penuh pembangunan yang digagas pemerintah. > Keamanan diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian dan TNI. "Pernyataan > sikap ini sudah melalui rapat pengurus DAD," ungkapnya. > > > Patung naga menurut salah satu warga, Arnol Madasahar sebuah karya seni > yang dihasilkan kebudayaan manusia dan setara dengan karya lainnya. > "Lebih baik kita saling mawas diri dan saling berkomunikasi demi > tatanan kehidupan masyarakat plural yang harmonis, berbudaya dan > bermartabat, " tukasnya. > > > Polemik pendirian patung naga di tengah kota sudah dua kali terjadi di > Singkawang. Pada tahun 2002, duet pengusaha Beny Setiawan dan Iwan > Gunawan juga gagal merealisasikan pembangunan patung naga karena > penolakan massa. > > > Naga sebetulnya telah sering dijadikan sebagai ciri khas Kota > Singkawang. Event sepak bola antar klub se-Kalbar saja menggunakan nama > piala naga. Klub sepak bola Singkawang (Persiwang) pun berjuluk > 'ksatria naga'. Dalam karnaval juga sering dimunculkan festival naga > dan lainnya. > > > Dari pantauan Equator, di perempatan Jalan Niaga dan Kempol Mahmud pada > Jumat malam semua telah berjalan normal dan lancar. Seluruh masyarakat > sudah beraktivitas dengan normal. "Masyarakat Singkawang haus hiburan > sehingga berbondong-bondong menyaksikan rencana merobohkan patung > naga," beber Aktivis Gemawan Kalbar Agus Sutomo mengomentari fenomena > membanjirnya ribuan massa yang terkonsetrasi. (man) >
