Ini bukan uang untuk sembahyang kubur bagi masyarakat tionghoa,
tapi uang benaran. Dollar Zimbabwe
http://www.detikfin ance.com/ read/2009/ 01/16/142145/ 1069600/5/ uang-pecahan-
triliunan- diluncurkan
Uang Pecahan Triliunan Diluncurkan
Nurul Qomariyah - detikFinance
Uang di Zimbabwe (Foto: Reuters)
Harare - Uang triliunan mungkin tidak akan pernah kita pegang. Tapi di
Zimbabwe, orang bakal terbiasa memegang uang dalam denominasi triliunan. Kaya
banget?
Bukan. Bank Sentral Zimbabwe terpaksa mengeluarkan uang dengan denominasi
triliun karena hiperinflasi yang sedang melanda negara miskin itu.
Zimbabwe baru-baru ini bahkan merilis mata uang dengan denominasi 100 triliun
dolar, yang sebenarnya hanya setara dengan US$ 300 atau sekitar Rp 3,3 juta.
Bank Sentral Zimbabwe juga memperkenalkan tiga mata uang dengan denominasi
10,20 dan 50 triliun dolar.
"Dalam rangka menjamin masyarakat bisa mengakses seluruh uangnya di bank, maka
Bank Sentral Zimbabwe memperkenalkan mata uang baru yang akan beredar secara
bertahap, dimulai dengan 10 triliun dolar," ujar bank sentral Zimbabwe dalam
pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/1/2009).
Seiring terjadinya hiperinflasi, nilai tukar mata uang Zimbabwe memang turun
sangat sangat tajam. Mata uang yang dikeluarkan sebelumnya dalam denominasi
jutaan dan miliaran ternyata tak cukup untuk mengatasi hiperinflasi yang
melanda negara miskin itu.
Keluarnya mata uang dalam denominasi triliunan dolar itu terjadi hanya sepekan
setelah Bank Sentral Zimbabwe mengeluarkan mata uang dalam denominasi miliaran
yakni 10,20 dan 50 miliar dolar. Sayangnya, mata uang berdenominasi miliar itu
lagi-lagi tak cukup untuk bisa menahan hiperinflasi.
Data pemerintah Zimbabwe sebelumnya menyatakan bahwa tingkat inflasi pada Juli
mencapai 231 juta persen. Namun sebagian ekonom meyakini angkanya lebih tinggi
lagi.
Dengan mata uang yang bergerak gila-gilaan, maka tak heran mulai dari penjual
sayuran hingga provider seluler mematok harga dengan mata uang asing. Hal itu
dilakukan untuk menghindari kerugian.
Bank Sentral Zimbabwe juga telah mengeluarkan izin untuk 1.000 toko menjual
barang-barang dalam mata uang asing, dengan tujuan menghindari pebisnis
kekurangan mata uang asing yang dibutuhkannya untuk mengimpor barang-barang.
Bagi penjual yang tetap bertransaksi dalam mata uang asing sementara belum
mendapatkan izin, akan ditangkap.
Dengan kondisi tersebut, tak heran 80% masyarakat Zimbabwe hidup dalam
kemiskinan. Bahkan dokter, suster atau pekerja rumah sakit pun terkadang tak
punya uang untuk membeli obat-obatan. Air bersih susah, sementara listrik pun
byar pet.(qom/ir)