Rabu, 21 Januari 2009 , 14:48:00
*Warga Antre Rebutan Paket Imlek
Ada yang Tak Punya
Kupon<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=13400>
*

SINGKAWANG–Ada yang unik di halaman Kantor Pemerintahan Kota Singkawang
kemarin pagi. Di halaman, terpasang sebuah tenda. Dari luar sudah antre
puluhan kendaraan. Baik itu sepeda motor, hingga sepeda. Ratusan manusia
berkumpul di tempat tersebut. Apalagi yang dilakukan mereka, jika tidak
menunggu antre mendapat jatah bantuan paket imlek. Desak-desakan terjadi.
Untung saja, kondisi ini bisa dikendalikan. Beberapa warga tampak tak sabar
menunggu giliran. Dengan kupon di tangan, mereka berjejal agar bisa kebagian
paket.

Tak jarang, banyak dari mereka yang menggendong bayi. Begitu juga terlihat,
anak usia sekolah dasar lengkap dengan seragam merah putih terlihat turut
berbaur. Sementara itu, petugas tampak kewalahan untuk melayani masyarakat.
Belum lagi, bagi dhuafa yang tidak mendapatkan kupon dan kebingungan serta
taku tak mendapatkan jatah.

"Saya tidak dibagikan kupon. Tapi saya punya KTP," kata Julina (29) salah
seorang warga kepada Pontianak Post. Sontak saja, ia harus berada di barisan
paling belakang karena awalnya ia mengaku ditolak karena tak memegang kupon.
Dengan menggendong putra di dalam kain yang diikatkan di badan, dan
didampingi mertuanya, ia mengungkapkan, paket itu sangat dibutuhkannya.

"Kami tidak punya uang untuk imlek. Anak saya ada lima, laki-laki semua.
Buat kue sudah, tapi sedikit," katanya.

Ia hanya terperangah, di saat warga lainnya berjubel di depan meja petugas
untuk menukarkan kupon dengan paket bantuan. Sementara itu, bantuan pertama
sempat habis, akibat jumlah dhuafa yang membludak. Petugas harus mengambil
lagi paket dengan membawanya menggunakan mobil pick up. Tak jarang kelihatan
peluh mengalir di wajah para warga tersebut.

"Kalau tak punya kupon, mungkin jam dua balat (dua belas) balu bisa dapat
kali ya bang," kata mertua Julina dengan Bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Saodah dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Singkawang ditemui Pontianak
Post di lokasi mengatakan, distribusi kupon dilakukan oleh panitia imlek.

"Pemerintah bekerjasama dengan panitia imlek yang mengelola dan
mendistribusikan kartu," kata dia yang di depannya terdapat ratusan warga
sedang antre.

Ia mengungkapkan, bantuan dari pemerintah sebanyak 440 paket sudah habis
duluan. Total, sambung dia, ada sekitar 1900 paket. Paket itu berisi roti
kaleng, gula pasir, kue keranjang dan air sarsi.

"Selebihnya (diluar 440 paket) adalah sumbangan pihak swasta yang dikelola
panitia imlek," katanya. Menurutnya, yang namanya bantuan itu selalu kurang.
Hal ini karena tidak sebanding dengan warga yang antre. (ody)

Kirim email ke