SINGKAWANG - Bong Sau Fam alias Hasan Karman sudah setahun menjabat sebagai 
wali kota Singkawang, sebuah kota di Kalimantan Barat. Dia adalah wali kota 
pertama di kota itu dari etnis Tionghoa. Selama setahun menjabat, dia mulai 
menorehkan prestasi bagi daerahnya. 

Salah satu prestasinya adalah berhasil membawa Singkawang sebagai kota sedang 
tebersih sehingga berhak atas hadiah Adipura pada 2008. Dia juga mendapatkan 
penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah sukses 
meningkatkan produksi beras di atas lima persen, yakni 40 persen. Penghargaan 
itu juga dia terima setahun lalu. 

"Kami juga sedang menggalakkan wisata sebagai objek unggulan," kata Hasan 
Karman. 

Bong Sau Fam juga menyebutkan keberhasilannya dalam memisahkan aset PDAM. Dalam 
waktu tidak sampai setahun, kata dia, aset tersebut sudah bisa diserahterimakan 
dari Pemerintah Kabupaten Sambas ke Kota Singkawang. "Di masa lalu, tujuh tahun 
kita mau serah terima tidak selesai-selesai. Coba tanya kenapa? Sekarang coba 
dicek, PDAM makin membaik. Saya berprinsip bekerja sajalah. Dengan peletakan 
dasar ini, kita harap ada satu pemicu," ungkapnya. 

Kemudian, ada satu hal lagi yang kini mulai menampakkan titik terang. Yakni, 
upaya pembangunan terminal-terminal antarkota dalam provinsi (AKDP) tipe B dan 
terminal antarlintas batas negara (ALBN). Saat ini, sudah selesai pematangan 
lahan dan tinggal menunggu kucuran dana dari APBD provinsi untuk tahap 
pembangunan selanjutnya. 

Meski begitu, dia tidak menampik bahwa masih banyak sekali kelemahan Singkawang 
selama setahun kepemimpinannya. Terutama masalah infrastruktur sehingga 
investor sulit masuk. 

"Kalau infrastruktur ada, akan lebih cepat. Syarat investor mau masuk, akan 
lihat listrik. Ini kita mau connect SUTT (saluran udara tegangan tinggi) saja 
protes. Nanti kalau PLN alihkan ke tempat lain, Singkawang yang rugi. Saya sih 
tidak apa-apa," katanya.(kusdharmadi/jpnn/kum)

Sumber : http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=48843

Kirim email ke