http://borneotribune.com/singkawang/pengemis-dadakan-ramaikan-imlek.html

*Pengemis Dadakan Ramaikan Imlek *

Mama Novi tidak tenang. Sekali kali ia duduk dengan melipat kaki, sekali
kali ia berjongkok, sekali kali ia juga berdiri. Mama Novi mengaku kecapean
karena bergadang semalaman.

"Dari jam delapan malam Bang saya di sini. Tidurpun di sini Bang,"tambahnya
Lagi.

Keberadaan Mama Novi itu hanya untuk mendapatkan uang receh dari belas
kasihan warga Tionghoa yang beribadah. Dengan belas kasih itu, dalam semalam
Mama Novi mengaku mendapatkan lebih dari Rp. 50 ribu.

Mama Novi tidak sendiri, di deretannya juga berbaris Welly. Ia seorang rema
berusia tiga belas tahun. Ia masih sekolah dan tercatat sebagai siswa SD di
salah satu sekolah yang ada di Kota Singkawang.

"Dari jam enam sore kemaren Bang," kata Welly.

Selain Mama Novi dan Welly, di lokasi yang sama juga terdapat belasan warga
lainnya. Di depan mereka juga terdapat mangkok-mangkok untuk tempat uang.
Dan mereka semua adalah pengemis dadakan.

Pengemis yang muncul setahun sekali saat Imlek dan Cap Go Meg dirayakan.
Momen itu sengaja digunakan, karena mereka yang merayakan lebih bermurah
hati untuk membagi-bagikan uang.

"Setahun sekali Bang," kata  Mama Novi menambahkan. Mama Novi  masih mamupu
bekerja. Buktinya, setiap hari ia bekerja sebangai pencuci baju tetangga.
Dengan kerjaan itu, Mama Novi mampu menghasilkan uang sebesar Rp 250 ribu
perbulan.

Kirim email ke