SINGKAWANG-Kota Singkawang kembali mencatat rekor MURI untuk katagori pemasangan lampion terbanyak di jalan raya dan di rumah warga. Sebelumnya, Kota Singkawang juga memperoleh rekor MURI yakni naga terbesar tahun lalu. Rekor MURI ini diterima oleh Pemkot Singkawang yang diwakili oleh Wali Kota Singkawang, Hasan Karman dan panitia festival Imlek dan Cap Co Meh yang diwakili oleh ketua umum, Suhadi Abdullani yang juga Sekda Singkawang. Pemberian rekor MURI ini disampaikan oleh pengurus MURI kepada wali kota dan sekda dimalam penutupan malam pergelaran seni budaya multietnis di Jalan Setia Budi, malam kemarin. Lampion yang dipasang panitia disepanjang jalan utama Kota Singkawang sebanyak 3.888 buah.
“Kita dapat sumbangan sebanyak itu dari para donatur dari Jakarta. Kita memasang lampion di jalan raya,” kata Ketua Panitia Harian Imlek dan Cap Go Meh 2009, Chin Miaw Fuk, kepada Pontianak Post, belum lama ini . Sedangkan yang dipasang oleh warga baik di jalan maupun di rumah mencapai 10.985 buah. “Kita bisa mengalahkan Kota Batam yang pernah memasang lampion setahun lalu,” kata Sekretaris Harian Panitia Imlek dan Cap Go Meh 2009, Bong Cin Nen, kepada Pontianak Post, kemarin. Menurut dia, partisipasi masyarakat sangat besar dalam memasang lampion baik di rumah maupun di jalan raya maupun di jalan gang. “Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Lihatlah, diberbagai sudut kota ini dipasang lampion. Sementara, panitia memasang di jalan-jalan utama Kota Singkawang, seperti di Jalan Diponegoro, Setia Budi, Budi Utomo dan sebagainya. Tahun lalu, kata Bong Cin Nen, pemasangan lampion tidak sebanyak ini yang dilakukan oleh panitia maupun warga yang merayakan imlek dan Cap Go Meh. “Kita sangat bersyukur sekali, kita bisa memecahkan rekor MURI. Selain itu, tentu kota dimalam hari sangat indah dan menjadi keindahan tersendiri bagi warga yang datang melihatnya,” kata Bong Cin Nen. Sementara itu, banyak pengunjung dari luar kota menikmati lampion-lampion yang bergantungan di jalan raya maupun di jalan-jalan gang. “Kota Singkawang lebih menarik dari sebelumnya. Saya sudah dua kali ke sini. Cuma, kali ini melihat lampion yang banyak,” kata Suyanto, warga Jakarta yang beristrikan warga Singkawang ini, dua hari lalu ketika cap go meh berlangsung. Begitu juga Dina, seorang gaet turis Amerika. Menurut Dina, orang luar sangat tertarik dengan lampion yang dipasang. “Tentu ini memperindah kota. Saran saya bisa juga lampion ini dipasang disebuah tempat yang dijadikan untuk menikmati malam. Lampion ini nanti tidak lagi dicabut, tapi dipasang sepanjang hari,” kata Dina memberikan saran. (zrf) Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=14571
