Rabu, 25 Februari 2009 , 08:04:00 Landak Belajar ke MTQ ke Singkawang <http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=15460#>
SINGKAWANG-Pemerintah Kabupaten Landak bersama LPTQ, Selasa (24/2) mendatangi Pemkot Singkawang. Mereka ingin “belajar” bagaimana Singkawang bisa sukses melaksanakan perhelatan akbar MTQ tingkat Provinsi Kalbar. Sebab, tahun depan tepatnya Mei 2010, Kabupaten Landak menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalbar. Landak ditetapkan sebagai tuan rumah setelah menyisihkan lawan terberatnya yakni Kabupaten Sambas dan Bengkayang ketika pemilihan pada pelaksanaan MTQ Singkawang. Rombongan itu dipimpin langsung A Muin dari Pemkab Landak dan Kandepag Landak, Mudjadie Bermawie. Rombongan tersebut diterima langsung Ketua Umum MTQ Kota Singkawang, Suhadi Abdullani yang juga Sekda Singkawang, Ketua LPTQ Kota Singkawang, HM Nadjib, Sekretaris LPTQ, Edi Purwanto dan sejumlah mantan panitia pelaksana. Mereka menjelaskan berbagai hal termasuk teknis-teknis pelaksanaan. Suhadi mengakui, dalam kegiatan MTQ itu tentu memerlukan dana yang cukup besar. Dana yang diperoleh panitia, kata dia, berasal dari Pemkot Singkawang, Pemprov Kalbar, sumbangan dari pemerintah kabupaten/kota, sumbangan pihak ketiga dan sebagainya, termasuk dari pemerintah pusat berupa pembangunan fisik Stadion Kridasana yang merupakan tempat pembukaan, pelaksanaan dan penutupan MTQ. Menurut Suhadi, biaya untuk pelaksanaan ditargetkan sebesar Rp8 miliar lebih. Namun, setelah dilaksanakan, panitia bisa menekan angka tersebut, sehingga ada kelebihan dana yang cukup banyak. “Kita bisa menekan angka pengeluaran. Setelah ada kelebihan, maka dana itu bisa disumbangan kepada Masjid Raya yang kini masih melakukan renovasi. Kita sumbangan juga kepada masjid-masjid yang ada. Bahkan, saat ini, masih tersisa Rp40 juta. Dana itu akan diberikan kepada surau-surau nantinya,” kata Suhadi. Diakuinya, Singkawang telah menerapkan tri sukses dan semuanya itu berhasil. “Sukses sebagai tuan rumah, sukses penyelenggara dan sukses prestasi,” kata Suhadi. Hal itu juga diungkapkan Ketua LPTQ dan wakil ketua umum, HM Nadjib. Menurut Nadjib, banyak cara yang ditempuh untuk memperoleh dana, termasuk dari kalangan non muslim. “Kita di Kota Singkawang mayoritas non muslim. Tapi, mereka berpartisipasi. Bahkan, wali kota menggelar malam amal dan melelang jam tangannya untuk memperoleh sumbangan. Cara tersebut sangat terbukti sekali, termasuk sumbangan dari pengusaha asal Singkawang yang sukses diluar,” kata Nadjib. (zrf)
