Ha ha ha....
penulisnya patut di komplain, kayaknya ada miscommunication
--- On Tue, 3/10/09, eugenia wu <[email protected]> wrote:
From: eugenia wu <[email protected]>
Subject: Re: [Singkawang] [PP] Warga Siap Ikuti Ritual Ching Bing
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 10, 2009, 10:47 PM
Dear All,
Setelah saya baca sekilas, saya menemukan bbrp kalimat aneh dalam isi berita
dibawah ini, Entah ini adalah kekeliruan pewawancara ataukah kekeliruan yang
diwawancara .
Rabu, 11 Maret 2009 , 08:11:00
Warga Siap Ikuti Ritual Ching Bing
Mulai 22 Maret Hingga 4 April
SINGKAWANG-Ritual Ching Bing tahun ini bakal digelar pertengahan Maret
mendatang. Hal ini dikemukakan Suwardi, salah seorang tokoh masyarakat
Tionghoa Singkawang saat ditemui di vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota
Singkawang.Menurut Suwardi 71 tahun, ritual sembahyang kubur ini berlangsung di
kuburan leluhur masing-masing. Sembahyang kubur ching bing bagi warga Tionghoa
telah terpatri dalam sanubari mereka. Ritual yang biasa dilakukan pada bulan
kedua dan ke tujuh penanggalan China ini sudah menjadi tradisi sejak turun
temurun. Menurutnya, keluarga Tionghoa yang melakukan ritual sembahyang kubur
bukan hanya dari Indonesia saja (Mungkin yang dimaksud adalah Singkawang kali
ya....?) Cukup banyak warga Tionghoa yang
berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan ada juga yang berasal dari negara lain, seperti Hongkong, RRC, juga
Taiwan. Mereka datang untuk memberikan penghormatan kepada leluhurnya yang
telah meninggal dunia.Menurut Suwardi untuk tahun ini Ching Bing dimulai 22
Maret 2009 atau 26 bulan kedua Imlek 2560. Dan akan berakhir pada 4 April 2009
atau tanggal 9 bulan ketiga Imlek. Ia mengungkapkan, jika telah lewat waktu
yang ditetapkan, maka tidak boleh lagi melakukan sembahyang kubur.
“Karena arwahnya sudah naik lagi ke langit atau kembali ke alam baka,”
jelasnya. Menurut Suwardi, pada saat waktu sembahnyang kubur, arwah akan turun
ke bumi. Saat itulah, keluarga atau leluhur akan memberikan persembahan
makanan. Persiapan sembahyang kubur terdiri atas kertas, uang dan makanan,
daging serta buah-buahan. Bahan-bahan ini akan dibakar sebagai sesajian untuk
persembahan dalam ritual sembahyang kubur tadi. Sajian ini memiliki arti untuk
kesuksesan acara itu. Kata Suwardi, waktu yang baik untuk melaksanakan
sembahyang kubur, biasanya pada subuh hari. Karena, sambung dia, pada masa
tersebut, suasana masih hening, sehingga memudahkan untuk lebih khusyuk. (Duh
kayaknya tidak semuanya dibakar deh, masa selain uang kertas, persembahan
lainnya spt : makanan, buah-buahan, nasi dan daging juga dibakar sih )
“Keheningan dan lebih bagus. Ketika bangun tidur, pikiran masih jernih dan
belum ada terinspirasi hal lainnya,” katanya. Sementara itu, persiapan
sembahyang kubur terdiri atas kertas, uang dan makanan, daging nasi serta
buah-buahan. Bahan-bahan ini akan dibakar sebagai sesajian untuk persembahan
dalam ritual sembahyang kubur tadi. Sajian ini memiliki arti untuk kesuksesan
acara itu. (ody) Kalimat yang sama lagi dengan diatas.