*Sambiloto*

Jumlah pasien diabetes mellitus di Indonesia terbanyak keenam di dunia.
Dalam 20 tahun, prevalensi kencing manis yang semula hanya 1,7% melonjak
menjadi 14,7%. Padahal, Indonesia kaya tanaman obat yang berfaedah meredakan
kadar gula darah, seperti sambiloto Andrographis paniculata.

Keampuhan sambiloto menurunkan kadar gula darah dikenal sejak nenek moyang.
Mereka meyakini kandungan zat pahit pada sambiloto menetralkan rasa manis
akibat kadar gula darah tinggi. Kepercayaan itu terbukti secara empiris.
Pantas bila cerita tentang khasiat ki oray-sebutan sambiloto dalam bahasa
Sunda-terwariskan hingga sekarang.

Nenek moyang kita merebus segenggam daun sambiloto kering-setara 1-2 gram-
dalam 3 gelas air hingga tersisa segelas. Keesokan hari air rebusan itu
dikonsumsi 3 kali sehari. Dalam beberapa hari, gejala kencing manis seperti
mudah haus, sering berurine, dan mata buram pun perlahan mereda.

*Terbukti ilmiah
*Di era modern keampuhan sambiloto menurunkan kadar gula darah bukan lagi
sekadar mitos. Berbagai penelitian di tanahair membuktikan khasiat anggota
famili Acanthaceae itu. Salah satunya pengujian pada tikus percobaan.

Tikus yang diuji dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok I alias kontrol diberi
larutan tragakan berkadar 1%. Tiga kelompok lainnya diberi sambiloto yang
diekstrak dengan heksana, etilasetat, dan etanol berdosis 0,5 g/kg bb tikus.
Kelompok sisanya diberi tolbutamid berdosis 0,315 g/kg bb untuk
perbandingan. Tolbutamid senyawa aktif yang biasanya terkandung dalam obat
diabetes di pasaran.

Sebelum percobaan tikus dipuasakan selama 18 jam, tetapi tetap minum. Satu
jam setelah perlakuan, seluruh tikus diberi larutan glukosa 10% berdosis 2
g/kg bb secara oral. Kadar gula darah diukur pada 30, 60, 90, dan 150 menit
setelah pemberian glukosa.

Hasil riset menunjukkan kelompok tikus yang diberi ekstrak etanol mampu
menurunkan kadar gula darah dari rata-rata 170,81 mg/100 ml menjadi 79,31
mg/100 ml dalam waktu 150 menit. Sedangkan tikus yang diberi sambiloto yang
diekstrak dengan heksana dan etilasetat tidak menunjukkan perubahan
bermakna.

Keampuhan sambiloto menurunkan glukosa darah berkat interaksi senyawa aktif
yang terkandung di dalamnya. Daun sambiloto mengandung laktone yang terdiri
atas deoksiandrografolida, andrografolida, neoandrografolida,
14-deoksi-11-12-didehidroandrografolida, dan homoandrografolida.

Sambiloto juga kaya flavonoid, alkana keton, aldehida, mineral (kalium,
kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Aneka flavonoid seperti
polimetoksiflavon, andrografin, panikulin, mono-0-metilwithin, dan
apigenin-7,4-dimetileter juga terdapat pada bagian akar.

Andrografolida senyawa aktif paling dominan. Berdasarkan penelitian senyawa
itu berkhasiat antidiabetes. Caranya dengan meningkatkan kadar betaendorfin
dalam plasma. Betaendorfin adalah neurotransmiter yang berefek analgesik
alias pereda rasa sakit dan antipiretik atau penenang. Khasiatnya mengurangi
tekanan psikis para pasien. Kondisi stres mengacaukan metabolisme tubuh
sehingga pasien sulit mengendalikan kadar gula darah. Andrografolida juga
berfaedah menurunkan aktivitas pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa
nonkarbohidrat seperti piruvat dan laktat. Dengan begitu kadar gula darah
pasien dapat dikendalikan.

*Aman*
Kandungan senyawa aktif sambiloto terbukti aman. Hasil uji toksisitas akut
menunjukkan LD50 (lethal dose) sambiloto mencapai 27,5 g/kg bb. Artinya,
herbal itu aman dikonsumsi karena efek toksik hanya timbul pada dosis yang
sangat tinggi. Pada manusia berbobot 60 kg akan berefek racun bila
mengkonsumsi lebih dari 1,65 kg.

Itulah sebabnya tahap uji klinis kini tengah ditempuh Fakultas Farmasi
Universitas Katolik Widya Mandala. Ekstrak sambiloto berkadar andrografolida
10% diberikan kepada sejumlah pasien diabetes mellitus. Hanya saja
penelitian belum tuntas karena belum memenuhi kuota yang disyaratkan dalam
prosedur uji klinis.

Takila-sebutan sambiloto dalam bahasa Jawa-tak hanya ampuh bila diekstrak
dengan etanol. Sambiloto yang diekstrak dengan air panas terbukti juga mampu
menurunkan kadar gula darah dari rata-rata 148,81 mg/100 ml menjadi 77,1
mg/100 ml. Itu artinya khasiat sambiloto tidak berkurang meski disajikan
secara tradisional dengan cara direbus.

Kerabat landep itu juga dapat disajikan dalam bentuk kemasan seperti teh
celup. Satu gram sambiloto kering dihaluskan lalu masukkan ke dalam kantong
teabag. Celupkan ke dalam air panas bersuhu 80-90oC selama 5 menit. Setelah
dingin air seduhan sambiloto siap dikonsumsi.

Senyawa aktif andrografolida juga terbukti berfaedah melindungi hati dari
52% zat beracun alias hepatoprotektor. Aneka jenis bakteri penyebab penyakit
seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Proteus vulgaris,
Shigella dysentriae, dan Eschericia coli juga mati ketika terpapar ekstrak
sambiloto.

Pada pengujian secara in vitro, air rebusan sambiloto merangsang daya
fagositosis sel darah putih sehingga meningkatkan kekebalan tubuh.
Andrografolida terbukti menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian
vaksin yang menyebabkan panas pada kelinci. Sambiloto juga berefek
antiradang. (Lucia Hendriati, SSi, MSi, dosen Fakultas Farmasi Universitas
Katolik Widya Mandala Surabaya)



Sumber: www.trubusonline.co.id/

Kirim email ke