Dear Silvia,

Terima kasih atas informasinya yang makin menambah perbendaharaan saya tentang 
PGD.
Mudah2 an ke depan kita bisa menjalin kerjasama.

goen

  ----- Original Message ----- 
  From: silvia silvia.aprilyanti 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, March 27, 2009 10:19 PM
  Subject: Re: [Singkawang] FWD: Pesona Surga Bawah Laut Terindah di Kalbar


        Dear . Pak Goenadi

        Bapak mau tanya tentang Acara Gawai Dayak yach,..jadi ini jadwal nya.
        dari tgl .20 Mei nanti akan diadakan acara kuliner 15 etnis,kemungkinan 
besar acara kulinernya di Kantor Pariwisata.Gawai dayaknya dari tgl 24 sampai 
27 itu bertempat di lapangan kridasana.Acara penutupnya kalau tidak ramai 
kemungkinan besar di rumah panjang yg terletak di daerah Sijangkung. Dan kalau 
ramai akan dibagun miniatur rumah panjang di lapanga kridasana.Yang paling seru 
lagi diacara Gawai Dayak tahun ini akan hadir beberapa perlombaan lomba Nyumpit 
dan Gasing serta pawai besar2an
        Begitulah info singkat dari saya .....jika ada yang kurang harap 
dimaklumi...


        --- On Fri, 3/27/09, deny suhendra <[email protected]> wrote:

          From: deny suhendra <[email protected]>
          Subject: Re: [Singkawang] FWD: Pesona Surga Bawah Laut Terindah di 
Kalbar
          To: [email protected]
          Date: Friday, March 27, 2009, 3:23 AM


                Dear Goenadi Haryanto

                Maksud saya bapak bisa call langsung kantor dinas kebudayaan 
pariwisata pemuda dan olahraga, karena dari situs itu ada no telp dinas 
tersebut yaitu (0562) 631423

                Semoga Bermanfaat.

                --- Pada Jum, 27/3/09, Goenadi Haryanto <[email protected]> 
menulis:


                  Dari: Goenadi Haryanto <[email protected]>
                  Topik: Re: [Singkawang] FWD: Pesona Surga Bawah Laut Terindah 
di Kalbar
                  Kepada: [email protected]
                  Tanggal: Jumat, 27 Maret, 2009, 8:56 AM


                   
                  Terima kasih infonya, Pak Hendy.
                  Nambah obyek yang mau kami kunjungi dengan para hobbyist 
fotografi.

                  Tentang Pekan Gawai Dayak. Saya sudah coba browsing ke mana2, 
tetapi tidak mendapatkan alamat kontak, baik melalui Borneo Tribune, Media 
Pontianak, dll.
                  Info yang sementara kami andalkan adalah dari Borneo Tribune, 
tgl 13-03-09, tentang rencana pelaksanaan tanggal 20 - 25 Mei 2009, tetapi 
belum ada info venue (lokasi) dan rangkaian acaranya.

                  Lalu Pak Deny Suhendra memberikan link: http://tourism- 
pastikesingkawan g.com/,  Dari situs ini tidak banyak yang kami bisa gali.
                  Hari ini saya lihat sepintas Anda, menulis tentang Sinka 
Island. Tahun 2008, berserta rombongan kami sempat singgah. Batu2 annya mirip 
dengan batuan di Belitung. Mungkin masih ada hubungan pada zaman es (maaf kalau 
kesimpulan ini dangkal sekali.

                  Demikian sementara, semoga ada teman yang punya info lebih 
lengkap.

                  Terima kasih dan salam dari'

                  goenadi
                  dica...@cbn. net.id
                  www.photopointindon esia.com
                  www..jepretter. multiply. com
                  www.garudacompetiti on.com

                    ----- Original Message ----- 
                    From: Hendy Lie 
                    To: [Y] Singkawang 
                    Sent: Thursday, March 26, 2009 9:26 PM
                    Subject: [Singkawang] FWD: Pesona Surga Bawah Laut Terindah 
di Kalbar


                    http://efprizan. blogspot. com/2008/ 08/ekspedisi- 
3-pulau-randayan -lemukutan. html


                    Pesona Surga Bawah Laut Terindah di Kalbar 
                    Eksotis. Itulah kesan yang tergambar dari tiga pulau yang 
ada di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang. Pulau Randayan, Pulau 
Lemukutan dan Pulau Kabung memiliki pesona yang luar biasa.


                  Catatan Perjalanan Efprizan Rzeznik, M Kusdharmadi

                  foto-foto: Defri Shando 
                  Untuk mereguk keindahan alam ketiga pulau tersebut tidaklah 
susah. Transportasi darat dan laut telah tersedia untuk menuju surga bawah laut 
tersebut.

                Dari Pontianak, rombongan yang terdiri atas para jurnalis Kota 
Pontianak yang tergabung dalam Forum Jurnalis Langkau, Sakawana serta Inhasa 
Diving Club, berangkat menggunakan bus. 

                Perjalanan ditempuh selama 2,5 jam dengan rute Pontianak— Teluk 
Suak Bengkayang. Teluk Suak berada sekitar 115 kilometer dari Kota Pontianak, 
atau 32 kilometer dari Kota Singkawang. 

                Dari dermaga Teluk Suak, perjalanan dilanjutkan dengan 
menggunakan motor air. Angkutan penumpang tersebut tersedia sekitar pukul 9.00 
sampai dengan 10.00 WIB. 

                Untuk penumpang umum, biasanya dikenakan tarif sekitar 
Rp7.500—Rp10.00 per orang untuk sampai ke Pulau Kabung. Atau, untuk yang ingin 
berpergian dalam rombongan jumlah besar, bisa menyewa motor air yang disediakan 
oleh masyarakat setempat. 

                Alam siang itu cukup bersahabat. Matahari tidak begitu panas. 
Semilir angin laut, membuat mata seakan ingin terpejam. Dari daratan sudah 
tampak sebuah pulau yang berdiri menantang. “Itu pulau Penata,” kata salah 
seorang penambang motor air. 

                Pulau Randayan menjadi tujuan pertama rombongan. Akan tetapi, 
motor air berhenti sejenak di Pulau Lemukutan. Ini dilakukan untuk mengambil 
makanan yang sudah dipesan sebelumnya. 

                Kurang lebih 15 menit bersandar di dermaga Pulau Lemukutan, 
motor air kemudian bergerak ke tetangga sebelah, Pulau Randayan. Sekitar 15 
menit sampailah di pulau kecil nan indah itu. Pulau kecil ini dikenal akan 
keindahan panorama batu-batu karang, berbagai jenis ikan tropis serta kehidupan 
laut sekitarnya. 

                Pulau Randayan mempunyai pantai dan warna air yang sangat 
jernih, cocok untuk olahraga menyelam. Tersedia villa-villa kecil menghadap ke 
laut. 

                Dari kejauhan tampak hamparan pasir putih membentang. 
Pohon-pohon kelapa tertiup angin kencang. Pulau ini mempunyai kelebihan akan 
alamnya yang memesona. 

                untuk penginapan, di Randayan tersedia cottage dengan harga 
bervariasi. Ada yang seharga Rp150 ribu permalam. Cukup untuk satu keluarga. 

                Di dasar laut Pulau Randayan, terdapat banyak misteri 
kehidupan. Dari perilaku hidup terumbu-terumbu karang, hingga kisah-kisah 
makhluk hidup lainnya. 

                Mereka tumbuh dan berkembang biak secara alami dalam sebuah 
mata rantai kehidupan yang panjang. kondisi geografis pulau ini sangat layak 
dikunjungi. Letaknya sangat strategis. Aman serbuan ombak besar Laut Natuna. 

                Berdasarkan catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki karang 
hidup sekitar 4,50 hektar, karang mati 3,69 hektare, lamun 0,63 hektar, dan 
pasir seluas 4,77 hektare. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun 
pehobi selam mengunjunginya. 

                Keindahan alam Randayan dimanfaatkan oleh salah seorang pelukis 
yang ikut serta dalam rombongan ini, Zul Ms. Ia mengabadikan keindahan tersebut 
dalam sebuah kanvas. 


                Surga Diving di Lemukutan 

                Pulau Lemukutan menjadi tujuan berikutnya. Pulau ini terbesar 
di Kabupaten Bengkayang dengan luas sekitar 7567 Ha, lebih luas dari Pulau 
Penata Besar dengan 4.675 Ha. 

                Pulau Lemukutan ini diapit oleh pulau-pulau kecil, seperti 
Randayan dan Kabung. Kabupaten Bengkayang memiliki 12 pulau kecil dengan 
kekayaan alam berlimpah-ruah. Baru lima dari 12 pulau, dihuni penduduk. 
Termasuk Pulau Lemukutan. Selebihnya, masih seonggok pulau tanpa penghuni. 

                Gugusan karang yang berwarna-warni akan semakin jelas terlihat 
saat menaiki perahu menuju Pulau Lemukutan. Bagan-bagan nelayan menyambut 
kedatangan. Kedalaman air di pulau ini antara dua hingga tiga meter sangat 
memudahkan bagi para penyelam pemula. 

                Di dasar laut kita dapat menikmati beraneka ragam tumbuhan laut 
yang berwarna warni, ikan-ikan tropis yang indah-indah dan beraneka ragam. 

                Tak banyak yang mengetahui asal mula sebutan Lemukutan, namun 
dari sekian banyak cerita rakyat yang ada, jika kita lihat dari topografi pulau 
ini memang menyerupai badan seekor lembu. 

                Kondisi hutan yang masih perawan, terjaga secara alami oleh 
masyarakat setempat, membuat pulau ini masih sangat alami. 

                Sepanjang perjalanan sebelum sampai di pulau Lemukutan, 
terlebih dahulu melewati gugusan pulau-pulau lain yang pemandangan bawah 
lautnya tidak kalah indah.. 

                Air yang jernih, menyebabkan dasar laut dengan tumbuhan karang 
berwarna-warni, dapat dilihat langsung dari atas perahu. Bisa juga melihat 
rumput laut yang dibudidayakan masyarakat setempat. 

                Bermalam di Pulau ini sungguh mengasyikkan. Tidak seperti di 
Randayan yang menyediakan cottage, di pulau ini pengunjung dapat menginap di 
rumah penduduk yang memang disediakan khusus bagi para pengunjung. Rombongan 
menginap di rumah Arifin, warga sekitar. Pengunjung ddapat merasakan manisnya 
cumi dan ikan segar yang baru ditangkap nelayan. 

                Penyelam dari Inhasa Diving Club sangat mencintai pulau ini 
untuk aktifas mereka. Salah satu bagian laut di pulau ini berbentuk curam 
seperti jurang. Di sinilah keindahan alam bawah laut dapat ditemukan. 


                Kabung Surga Snorkling 

                Bermalam di Randayan, rombongan bertandang ke Pulau Kabung 
keesokan harinya. Di pulau inilah surga bagi para pengunjung untuk menikmati 
keindahan karang-karang aneka warna dan godaan ikan-ikan tropis. 

                Cukup dengan berbekal peralatan snorkle dan mengapung di air, 
Anda akan bertemu dengan alam lain yang begitu indah. Jam demi jam akan lewat 
begitu cepat dan tak terasa. 

                Ikan badut (clownfish), atau lebih populer dengan sebutan nemo 
(tokoh utama dalam film ‘Finding Nemo’) akan menyapa Anda. Jika berbekal roti 
tawar dan menyebarkannya di dalam air, maka ikan-ikan tersebut akan segera 
mendekati. 

                Sama seperti di Lemukutan, di pulau ini para pengunjung juga 
dapat bermalam di rumah penduduk yang telah disediakan. Seperti di homestay 
milik Ukas. Dengan merogoh kocek Rp100/malam, Anda akan dijamu 
sehabis-habisnya. Makanan yang lezat, ditambah dengan camilan yang selau datang 
silih berganti. 

                Di pulau ini para pengunjung juga dapat menikmati panorma 
pantainya yang indah. Dari homestay Ukas, untuk sampai ke pantai tersebut, 
pengunjung dapat berjalan kaki menyisiri bukit yang ditumbuhi pohon cengkeh 
sekitar 15 menit. 

                Perjalanan menuju ke pantai tersebut merupakan suatu pengalaman 
tersendiri. Harumnya bunga cengkeh menjadi seperti aroma terapi jiwa, bagi yang 
lelah dengan penatnya kehidupan kota dan polusi udara yang menyiksa. Di pantai 
tersebut terdapat batu-batu yang besar dengan pasir yang putih. 

                Wisata lainnya yang bisa didapatkan di Pulau Kabung atau 
Lemukutan yakni ikut mancing di bagan-bagan nelayan. Bagi pecinta fotografi, 
ketiga pulau tersbeut juga merupakan surga tersendiri untuk merekam keindahan 
ciptaan Tuhan melalui lensa. 

                “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah. Indahnya misteri-Mu, 
tak ada satupun kata yang terucap. Seperti sudah Engkau atur dalam 
masing-masing titik waktu. Hingga pada suatu saat menghantar ku ke tempat ini,” 
kata Shando Safella, fotografer koran ini mengagumi keindahan ketiga pulau 
tersebut. (**) 


                Posted by Efprizan 'zan' Rzeznik at 2:40 AM   
               


----------------------------------------------------------------------
          Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
          Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan 
@rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! 

       



  

Kirim email ke