*SD dan SMP Singkawang Sudah Digratiskan<http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=825> *
SINGKAWANG – Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang Sofian mengatakan, sejak Januari 2009 pendidikan tingkat dasar, yakni Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama sudah digratiskan oleh pemerintah pusat. “Pendidikan gratis adalah suatu keharusan bagi pendidikan dasar tingkat SD dan SMP, karena untuk menuntaskan wajib belajar sembilan tahun. Ini sudah dilaksanakan sejak Januari 2009 bukan pada tahun ajarang 2009-2010,” kata Sofian dua hari lalu ketika berkunjung ke SMAN 6 Singkawang. Ia menambahkan, yang dimaksudkan gratis terutama biaya sekolah, biaya buku sekolah dan tidak ada lagi pungutan biaya operasional sekolah. “Semua ditanggung oleh BOS (Biaya Operasional Sekolah). LKS juga gratis,” tegas Sofian. Kendati demikian, Sofian menjelaskan, bila komite sekolah tetap ingin membantu sekolah dalam hal pembiayaan, itu tidak ada larangan. “Kalau komite ingin sekolahnya unggul, tidak dilarang,” katanya. Sofian mengungkapkan, untuk Kota Singkawang sudah membentuk tim manager yang dalam waktu dekat diminta untuk melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah, sebagai pengelola lapangan dana BOS. “Agar sesuai dengan aturan pemerintah,” ungkapnya. “Saya juga minta kepada pengelola BOS untuk melakukan sosialisasi dengan mengundang komite sekolah agar paham soal pendidikan gratis,” tambahnya seraya mengatakan, sekolah yang berstandar internasional, boleh memungut biaya. Capaian terakhir, kata Sofian pada tahun 2014 nanti diharapkan semua sekolah yang ada bisa berstandar nasional. Untuk mencapai itu, katanya, salah satu ukurannya adalah hasil Ujian Akhir Nasional (UAN). Sebelumnya Sofian juga meminta kepada para murid untuk memperbanyak waktu belajar di rumah menjelang UAN. Waktupun, kata dia, harus dimanfaatkan secara efektif. “Negara-negara besar yang siswanya berhasil pada olimpiade daerah dan tingkat dunia, siswa-siswanya punya karakter suka belajar. Bahkan ada pengakuan dari salah satu siswa peraih medali yang pernah saya baca, minimal satu hari empat jam membaca buku,” katanya. (ody)
