<http://www.facebook.com/photo.php?pid=3238406&op=1&view=all&subj=214013278014&aid=-1&auser=0&oid=214013278014&id=83275826008>
Kemeriahan menyambut Hari Raya Natal 2009 dan Tahun Baru 2010 semakin terasa di Kota Singkawang. Apalagi dengan di-launchingnya pohon natal dengan tinggi 17 meter di Jalan Diponegoro, depan bioskop Kota Indah Singkawang oleh Wali Kota Hasan Karman saat acara Gema Natal Tahun 2009. “Ini pohon natal spektakuler, dengan tinggi 17 meter,” sebut Ketua Panitia Libertus Ahie di depan Wali Kota, Kapolres, Sekda dan unsur Muspida, pengusaha, serta ratusan masyarakat Kota Singkawang tadi malam. Pohon natal itu terlihat indah, dengan dihiasi lampu-lampu yang terang dan berwarna-warni. Hasan Karman, menekan tombol, tanda dilaunchingnya pohon natal itu, sekitar pukul 20.10 WIB. Diiringi sirine dan peluncuran kembang api membuat langit Kota Singkawang penuh dengan warna-warni. Hal ini menarik perhatian masyarakat pada malam itu, yang sudah datang sejak awal. Jalan pun sementara ditutup. Dipenuhi warga, baik pria wanita, anak-anak dewasa hingga orang tua dari berbagai lapisan dan etnis. Kemeriahan semakin terasa, ketika disuguhkan tarian multi etnis pada penghujung acara. Dengan iringan musik tradisional yang dimainkan salah satu sanggar di Kota Singkawang, para penari meliuk-liukkan tubuhnya dengan backgroun pohon natal tersebut. <http://www.facebook.com/photo.php?pid=3238407&op=1&view=all&subj=214013278014&aid=-1&auser=0&oid=214013278014&id=83275826008> Libertus Ahie mengatakan, dari awal ide ini datang dari Wali Kota Singkawang. “Dari awal Pak Wali sudah perintahkan, dan Bulan Desember 2009 ini harus sudah siap. Saya hubungi PU, tidak siap. Tidak bisa orang sembarangan yang bisa memanjat pohon natal ini, kalau tidak punya nyali,” ujar Libertus yang juga Kepala Kesbangpolinmas Singkawang. Dia menjelaskan Pohon Natal merupakan lambang kedatangan Tuhan Kristus. Menurut dia, natal membawa damai, persaudaraan bagi seluruh umat manusia. “Kita semua saudara, tidak pandang suku agama etnis dan golongan. Ini harus kita pertahankan,” tegasnya. “Kota ini adalah kota kita, bukan milik wali kota dan wakil wali kota saja. Kita harus menjaga bersama. Kalau tidak saling bahu membahu. Ini semua peran serta masyarakat. Banyak orang yang sumbang ide dan finansial. Pak Paulus yang koordinir semua,” jelas Libertus. Dia menambahkan lagi, “Mudah-mudahan lampu ini tidak mati seumur hidup. Demi kita semua.” Wali Kota Singkawang Hasan Karman mengaku hanya memiliki ide ini untuk membawa damai bagi masyarakat Kota Singkawang. Apalagi, Singkawang terkenal dengan kemajemukan, pluralisme. “Biar Bhineka Tunggal Ika-nya terlihat. Kalau Imlek, lebaran, dan hari raya agama lainnya bisa meriah. Natal juga harus meriah. Karena ini milik kita bersama,” katanya. <http://www.facebook.com/photo.php?pid=3238415&op=1&view=all&subj=214013278014&aid=-1&auser=0&oid=214013278014&id=83275826008> “Saat tadi (kemarin) dalam perjalanan pulang dari Kota Pontianak, saya SMS teman saya agar menanyakan berapa rekor MURI untuk pohon natal tertinggi. Teman saya bilang, baru saja dipecahkan pada 12 Desember lalu di Mal Taman Anggrek (Jakarta) dengan tinggi 35,5 meter. Ini 17 meter dan diameter delapan centimeter, hanya setengahnya saja. Lumayan untuk kota kecil seperti Singkawang bisa membangun ini,” kata Hasan Karman. Dia juga mengatakan, kerinduannya untuk menghadirkan simbol damai dan terang bagi umat kristiani khusunya yang merayakan natal bisa diwujudkan. “Pohon natal bisa menerangi umat kristiani, dan juga agar umat lain bisa merasakannya,” kata Hasan. Dia mengajak, untuk menjaga Singkawang agar tetap kondusif selama natal dan tahun baru. Pun demikian, dia juga mengingatkan pihak PLN, untuk tidak mematikan listrik. Lebih jauh Hasan Karman mengatakan, dengana adanya pohon natal ini bisa memberikan dampak ekonomi dan sosial lain kepada masyarakat. Selain itu, dia berharap dapat menyedot perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Singkawang. “Ada teman yang foto, untuk dimasukkan ke internet agar bisa dipromosikan,” terangnya. Malam itu juga tampil kelompok paduan suara lagu rohani kristiani. Usai acara, jalanan kembali dibuka, dan arus lalu lintas kembali normal.(ody) http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=27109
