http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=30443
Minggu, 28 Februari 2010 , 15:59:00 CGM Pererat Hubungan Indonesia-China <http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=30443#> PONTIANAK—Tujuan strategis yang hendak dicapai dari penyelenggaran Cap Go Meh (CGM) yang puncak perayaannya berlangsung hari ini (Minggu) adalah hbungan diplomasi Indonesia-China dari aspek budaya semakin menguat. Demikian dikatakan MD La Ode, ketua Umum Center Institute of Strategic Studies (CISS) for National Resilience, kepada Pontianak Post, Sabtu (27/2). La Ode yakin, kondisi diplomasi seperti ini akan berlanjut seperti hubungan ekonomi Indonesia-China menjadi lebih baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Mengenai puncak penyelenggaraan CGM yang secara meriah akan dilangsungkan di Kota Singkawang dan Kota Pontianak, menurutnya, ada dua aspek ketahanan nasional (tannas) yang perlu diperhatikan.Kedua aspek tannas itu khususnya yang menyangkut aspek sukaria dan aspek kewaspadaan agar semua lapisan masyarakat tetap dalam keadaan aman, tentram, damai, dan harmonis.Aspek sukaria, meliputi akulturasi dan kesenian daerah. Menurutnya, CGM yang didalamnya terdapat permainan naga dan barongsai memang budaya China. Akan tetapi, kata La Ode, dewasa ini sudah melalui proses akulturasi dengan budaya lokal di Kalbar. “Kasus tahu misalnya. Yang semula budaya China, sekarang sudah menjadi budaya nasional. Hasil akulturasi seperti kasus CGM, naga dan barongsainya serta tahu, itu menjadi faktor perekat kuat bagi integrasi nasional,” katanya. Namun demikian, dalam puncak perayaan CGM, kewaspadaan juga harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, faktor kewaspadaan pada saat itu sangat diperlukan mengingat latar belakang masyarakat Kalbar adalah konflik primordial laten. Artinya, dipermukaan harmonis, tetapi di bawah permukaan, konfliknya tetap aktif. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian semua lapisan masyarakat pada momentum CGM.“Tujuan penegakan kewaspadaan itu dimnaksudkan agar semua lapisan masyarakat Kota Singkawang dan Pontianak dapat merayakan CGM dengan sukaria, tanpa ada konflik yang mengganggu sedikit pun,” katanya. (zan)
