Hallo Oxta, Inti diskusi kita di awal adalah concern-nya Morry untuk tidak melakukan kampanye yg menjelekkan capres lain. Cukup sampaikan hal baik mengenai capres yg kita dukung.
Jadi, rasanya sudah clear tuh... Salam, --- In [EMAIL PROTECTED], Oxtalevanus Siallagan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear All, > Apapun persaudaraannya, kita tetap komentar... > > --- Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Apapun komentarnya... > > Kita tetap bersaudara. > > > > Salam, > > > > > > > > -----Original Message----- > > From: Infra, Morry > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Thursday, April 29, 2004 6:37 AM > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: [sma1bks] Pintar dan Bodoh dalam menanggapi > > issue? > > > > > > Wah menarik juga yang ditulis Oxta nich, > > > > Menurut saya, kalau orang banyak yang makin pintar, > > isu seperti itu > > justru tak termakan. > > Hanya orang bodoh yang percaya dan makan isu > > tersebut, kenapa? > > Karena nalarnya 'nggak sampai pada background > > ditulisnya/disebarkan > > issue tersebut melainkan hanya muatan/bodi isu > > tersebut yang menurut > > nalar mereka sangat make sense. Apalagi sesuai > > dengan keinginan mereka. > > Mungkin anda benar, tapi siapa sih yang bisa menalar > sampai ke background??? siapa yang yakin akan semua > background yang berkembang dari analisa2 yang ternyata > belum tentu kebenarannya. Anda bicara kan karna pada > suatu case yang kebenaranya sendiri adalah sudah ada. > Yang timbul masalah adalah, saat kebenaran yang > sebenarnya, tidak ada yang tahu. Contohnya ya seperti > cerita yang anda tulis dibawah ini. > > > Waktu saya di OS dulu, hal-hal kayak begini di > > bahas. > > Panitia OS bacain cerita mengenai sesuatu yang > > seolah-olah sangat benar > > diperkuat dengan angka-angka dan persentase dsb. > > Mostly mahasiswa baru langsung terbuka dan jadi > > percaya.... > > Setelah dijelaskan beberapa kejanggalan dan tujuan > > dari simulasi > > tersebut... baru dech mereka sadar bahwa mereka > > telah makan umpan.... di > > sini yang di bilang belum pintar... kata halus dari > > bodoh. > > Untuk case ini kan kebenaran yang sesungguhnya kan > sudah ada yang tahu, yaitu panitia. Bagaimana juga > tidak ada yang tahu? Ketika anda percaya pada suatu > informasi, tidaklah dapat ditentukan apakah anda > pintar atau tidak. Dan menurut saya, orang pintar > pasti lebih sering berbuat kesalahan dibandingkan > dengan orang bodoh. Disini lah sebenarnya terletak > definisi seorang pintar. Komentar???? > > > > > Siapa bilang orang bodoh langsung ignore isue? > > Coba sebarin isu sara di desa yang penduduknya > > banyak yang bodoh... > > langsung dech perang antar desa, agama dsb. > > Tapi coba di lingkungan yang banyak orang > > pintarnya... kalau pun ribut, > > yaitu... orang bodohnya aja yang perang. > > Kalaupun orang bodoh mudah lupa masa lalu.... jelas > > sekali.... makanya > > SBY dan Wiranto tetap dapat tempat di sebagian besar > > bangsa ini. > > > > Contoh lain. > > Mungkin masih ingat Sept. 11, 2001. > > Saya saat ini di Norman, OK. > > Masyarakat yang pernah dulu nuduh orang ngebom di > > gedung (?) OK, 'nggak > > berani nuduh yang ngebom WTC orang Islam dan muslim > > bertanggung jawab... > > buktinya, pimpinan Sinagoge, Gereja, Konghuchu pada > > datang ke Masjid > > Norman buat memberikan dukungan dan menjaga jika ada > > pihak-pihak yang > > tak bertanggung jawab bertindak seenaknya. > > Memang sich masih ada kejadian muslim/muslimah > > diganggu, tapi jumlahnya > > kecil.... > > Tapi sebaliknya di Australia.... muslim dan muslimah > > di-sweeping.... > > Di Indonesia, orang Amerika di-sweeping.... > > Ini yang membedakan pintar dan tak pintarnya.... > > Walau sebenarnya bukan pintar sekolahan saja, tapi > > pintar dalam EQ dan > > SQ lho yang saya maksud.... > > Pendidikan, Linkungan, pengalaman bikin jadi beda > > tanggapannya dalam > > menyikapi issues. > > Ya...saya masih ingat kejadian pem-bom-an gedung > federal di Norman, OK. Saya sempat mampir ke > monumentnya. Sungguh suatu tragedi, pada saat itu > memang banyak yang menuduh pelakunya dari orang islam. > Akan tetapi akhirnya ditemukan sang pelaku yang > ternyata bukan orang islam, malah orang putih. Pas > kejadian sept 11, orang amerika tdk mau mengulangi > kesalahan asal tuduh. Ketika mereka tuduh Osama bin > Laden sbg otaknya...trus apakah yang tidak percaya > langsung bisa dibilang bodoh??? atau yang percaya > langsung bisa dibilang pintar??? Kalau ada bukti, > gimana? Yang percaya bilang itu benar, yang tidak > percaya bilang itu rekayasa. Jadi gak bisa dibilang > pintar dan tidak pintar dari suatu kepercayaan orang > akan satu hal. Mungkin perbedaan yang mendasar dari > kita adalah definisi pintar itu sendiri. > hehehe...karna saya sendiri gak yakin apa benar > pendapat saya tsb. > thanks for sharing your ideas. > > Regards. Oxta. Fis 3. '92 > > Mavericks lost........:-( > > > > > > OK 'Ta, mungkin bisa didiskusikan lebih lanjut kalo > > sampeyan belum > > ngantuk... > > > > Salam, > > Infra > > > > -----Original Message----- > > From: Oxtalevanus Siallagan > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Wednesday, April 28, 2004 10:43 PM > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Re: [sma1bks] Re: Pemilihan Presiden > > > > > > > > --- ronne_h2001 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > gua setuju sama Morry, kalo surat nya no name gua > > > udah gak percaya > > > sama isinya, kalaupun dibaca juga cuma buat > > hiburan > > > aja. dari dulu > > > surat model ginian banyak sekali, dan ceritanya > > lucu > > > lucu, selalu > > > memakai teori konspirasi, segalanya terlihat serba > > > logis .isu agama > > > yang paling menonjol. > > Kebanyakan berita yang dimuat adalah teori2 > > konspirasi > > yang sedikit mungkin terjadi, akan tetapi ini bagus > > juga untuk menambah informasi. > > Men'jelek'an seorang lawan (untuk capres) menurut > > saya > > sah-sah asal bukan mengada-ada (ini yang penting). > > Saya sih lebih suka kalo capres membeberkan > > programnya. Seperti yang sudah2, siapa yang terpilih > > jadi DPR dan Presiden, dari dia kita bisa lihat > > siapa > > sebenarnya rakyat Indonesia (yang memilih). Kalo > > calon > > anda kalah, siap kah anda menerima? Apa hanya karna > > keterpaksaan (kalo menerima)? > > > > > > > > sasarannya biasanya 70 % pemilih bodoh yg mudah > > > ditarik kesana sini. > > > karena komposisi pemilih bangsa kita itu, 10 % > > > pemilih rasional, 20 % > > > pemilih emosional, dan sisanya yg 70 % pemilih > > > tradisional yg masih > > > bodoh bodoh, porsi besar inilah yg direbutin bapak > > > bapak kita. > > > > Kalo saya melihat 85% pemilih akan memilih > > berdasarkan > > figur dan hubungan dekatnya dengan capres. Jadi > > bukan > > berdasarkan kesiapan seseorang capres menjadi > > presiden, bukan berdasarkan program kerja yang akan > > dilaksanakan. > > > > > > > > biasanya isu/surat kaleng semacam ini, makin > > efektif > > > bila rakyatnya > > > bodoh, dan makin tidak efektif kalo rakyatnya > > makin > > > pandai. > > > > Saya tidak setuju dengan hal ini. Malah sebaliknya, > > kalo rakyatnya semakin pandai, malah dengan isu-isu > > surat kaleng lah makan semakin efektif. Menurut saya > > sih isu2 seperti ini bukan merupakan pembodohan > > rakyat, malah sebaliknya, malah > > mencerdaskan...artinya: kita di ajak untuk kristis > > pada seorang figur calon presiden. Masalah percaya > > atau tidak sih, gak perlu dibahas. Dan saya lihat > > semua tulisan awal tsb, bukan merupakan suatu hal > > yang > > memberikan kebohongan, akan tetapi (benar seperti > > telah diberikan) hanya sekedar analisa. Kalo rakyat > > nya bodoh, isu-isu surat kaleng gak akan pernah > > mereka > > gubris. Bukan begitu??? > > > > > > > > > > > Ronne > > > > Salam. Oxta. Fis 3. '92. > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "Infra, Morry" > > > <[EMAIL PROTECTED]> > > > wrote: > > > > Haa.a.a.a.a..a > > > > It's wine you up.... Maafkan saya.... > > > > > > > > Pak Budi Santoso yang baik. > > > > FYI, saya bukan pihak pendukung SBY or militer. > > > > > > > > Analisa yang pernah Bapak Budi kirim tidak > > pernah > > > ada di media > > > umum... dan biasanya noname. Alias lempar batu > > > sembunyi tangan.... > > > > Soal kebenaran.... bisa benar dan amat benar > > bagi > > > yang kontra... > > > amat salah dan nyebelin bagi yang pro... > > > > Dan ini bukan kebenaran yang legal sebenarnya... > > > siapa yang mau > > > bertanggungjawab jika ada yang nuntut..... > > > > Kalau berita kebaikan.... orangnya malah seneng > > > ketimbang > > > nuntut..... hee.e.e..e > > > > > > > > Anyway, yang saya maksud adalah, kalo mau > > > kampanye, tonjolin dan > > > === message truncated === > > > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs > http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/careermakeover ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511 http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/4tWolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
