Dari Milis tetangga:
Menarik utk dibaca.
REPUBLIK MONARKI
Bertanyalah pada guru besar ilmu social dan ilmu
politik, "Apa bentuk
pemerintahan Negara Indonesia?" pasti sang guru besar
akan menjawab,
"Republik". Tapi bertanyalah pada saya tentang hal
yang sama, maka
jawaban saya, bentuk pemerintahan Negara Indonesia
adalah Republik
Monarky, Republik Kerajaan.
Kenapa bisa begitu? Bisa saja. Untuk membuktikan bahwa
tesis saya benar,
mari kita tengok pemilu legislatif yang baru saja
berlalu. Ternyata
dari hasil perolehan suara dalam pemilu yang baru
lewat, kita bisa
melihat, mayoritas rakyat negri kkn ini tak ingin
berubah. Mereka masih
menganut paham simplicity dalam segala hal. Tak
berpikir jauh ke depan.
Dari hasil pemilu legislatif kemarin, ternyata
mayoritas rakyat
Indonesia tak memahami, apa itu REFORMASI, apa itu
DEMOKRASI. Sebab
ternyata mereka masih lebih suka memilih para caleg
dari partai-partai
besar yang bermasalah, seperti Golkar dan PDIP.
Perolehan Golkar dan PDIP secara nasional malah berada
di puncak. Hal
ini membuktikan bahwa mayoritas para pemilih tidak
melek demokrasi,
tidak melek reformasi. Demokrasi menurut mereka,
"Pilih sesukanya, tanpa
melihat-lihat lebih mendalam". Mereka masih berada
dalam dunia dongeng,
dunia khayalan, bahwa segala sesuatu bisa diperoleh
dengan singkat.
Mungkin hal itu terjadi karena memang otak-otak rakyat
negri kkn ini
kebanyakan tak suka berpikir yang susah-susah. Yang
ada di benak mereka
hanyalah, dapat duit hari ini secara secepat mugkin.
Udah dapat,
belanjakan sepuasnya. Udah habis, cari lagi
sebanyaknya. Tak heran kalau
kebanyakan cita-cita rakyat ini adalah, bagaimana
caranya mendapat
jabatan pada tempat yang basah, seperti aparat
militer, pemerintahan.
Tak ada yang mencoba berpikir ke depan bagaimana
supaya negri ini
seperti negri tetangga dengan menjadi masyarakat yang
berbudaya.
Kita tahu betapa bobroknya management orde baru dengan
alat politik
bernama Golkar meluluh-lantakkan negri ini. Lalu
rakyat rame-rame
mengusung Megawati sebagai dewa penolong dengan
mencoblos banteng
gendut. Lalu ketika Mega dan kabinetnya mengatur negri
ini dengan gaya
PUTRI KRATON, atau lebih tepatnya dengan gaya "bebek
bertelor", rakyat
bukannya melihat alternatif lain. Mereka lebih suka
set-back, balik
arah, memaafkan Golkar dan memberinya kesempatan
memimpin negri ini,
melalui caleg-calegnya. Ironis.
Rupanya jerih payah para intelektual negri ini,
seperti Amien Rais,
Nurcholis Majid, Emha Ainun Najib, Dawam Raharjo,
Rendra, Taufik Ismail,
Adnan buyung, Hidayat Nur Wahid, Gus Dur, dan
mereka-mereka yang berotak
waras, dll menemui kesia-siaan. Amien Rais boleh saja
berteriak tak
jemu-jemunya tentang reformasi. Nurcholis Majid boleh
saja ceramah
sana-sini tentang demokrasi dan masyarakat yang
madani, Ainun Najib
boleh saja mengkritik para petinggi negri ini, Rendra
boleh
berkokok-kokok tentang pendidikan rakyat, Gus Dur
boleh ngotot medidik
rakyat dengan gayanya dalam berdemokrasi; tapi
ternyata "YANG DIAJAK,
YANG DICERAMAHIN, YANG DIKRITIK" berhati batu, bahkan
lebih keras dari
batu. Hingga jerih payah mereka seperti jala nelayan
yang hanya mendapat
seekor ikan kecil.
Rakyat negri ini memang tak ingin berubah. Rakyat
negri ini tak ingin
seperti rakyat negri lain. Walaupun mereka hidup
susah, digusur sana,
digusur sini, menganggur, tak punya jaminan hidup di
negri sendiri,
mereka tak melek, bahwa itu semua akibat pemerintahan
yang tidak becus
mengatur negri ini, dan tak ingin tahu, siapa yang
bisa membawa negri
ini keluar dari krisis.
Partai-partai yang kotor masih dipilih. Yang
bersih-bersih malah
mendapat nilai jeblok. Apa pun yang dibuat ibu Mega,
mereka tetap
memilih Mega sebagai presiden. Mega masih dijadikan
icon RATU di dunia
KERAJAAN dalam otak mereka. Tak peduli bagaimana
malasnya dia mengatur
negri ini.
Fenomena SBY (Susilo Bambang Yudoyono) juga seperti
fenomena munculnya
Mega dahulu. SBY tiba-tiba saja muncul menjadi
alternatif dewa pemimpin
negri, yang banyak diatur militer ini. SBY muncul dan
mendapat dukungan
masyarakat luas, bukan karena dia berjuang untuk
rakyat. Tetapi lebih
karena "tongkrongannya" yang gagah. Lihat saja, dalam
iklannya, ketika
seorang ibu digambarkan tergila-gila memilihnya karena
dia "ganteng".
Menjijikkan, menyerahkan kepemimpinan negri yang
terdiri dari ribuan
pulau ini berdasarkan argumen imajinasi dongeng
Pangeran dari langit
turun ke bumi.
Apa yang sudah dilakukan SBY dan Wiranto sehingga
mereka bisa
memilihnya? Tak masuk akal.
Demokrasi boleh berjalan (menurut versi rakyat
kebanyakan). Pemilu boleh
damai, dan pemilu presiden boleh saja terjadi secara
langsung. Dan
nanti, para calon presiden yang sedang kebelet duduk
di RI-1 itu, tak
akan ada yang mendapat suara mayoritas, di atas 50
persen. Dan pada
putaran kedua pun, yang terpilih di antara dua: Mega
atau SBY. Yang
lainnya harus turun takhta degan rela. Walaupun
otak-otak mereka hasil
gemblengan pengalaman empiris dan pendidikan yang
tinggi.
Tapi memang roda sejarah selalu mengatakan, bahwa yang
pinter belum
tentu menjadi pemimpin. Rakyat kerarajaan republik
ini masih suka hidup
dalam dunia khayalan dan dongeng. Mereka akan tetap
memilih Mega sebagai
presiden. Kultus individu. Bodo amat degan segala
kemalangan dan
kesusahan. Yang penting hari ini punya sandang, papan,
pangan,
dan...ranjang.
Negri ini
Ada presiden tak ada presiden
Ada DPR tak ada DPR
Ada hakim tak ada hakim
Ada polisi tak ada polisi
Nasib rakyat sama saja
UJUNG-UJUNGNYA DUIT JUGA YANG BERMAIN
Kita tunggu.
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/