Note: forwarded message attached.


Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

--- Begin Message ---
Title: FW: Ghazwul Fikri


My Best Regards,
Agus Sundoro
62-21-285-65-186
Integrity - Be My Self - Enjoy
------------------------------


-----Original Message-----
From: zakiah saleh [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, July 08, 2004 5:30 PM
To: Sundoro, Agus; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]

Subject: FW: Ghazwul Fikri





>From: "Rena R Afandi"<[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>,"zakiah saleh"<[EMAIL PROTECTED]>, any
>juli<[EMAIL PROTECTED]>, MEILANI
>Sophia-Shanti<[EMAIL PROTECTED]>
>CC: "Hafni HRD"<[EMAIL PROTECTED]>, "Rena R
>Afandi"<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,
><[EMAIL PROTECTED]>, riandini soelendar<[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Ghazwul Fikri Date: Wed, 30 Jun 2004 06:41:08 +0700 (WIT)
>
>Ghazwul Fikri
>
>Seorang wanita guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
>murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada
>kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Sang guru berkata, "Saya punya
>permainan...
>
>Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada
>penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya
>angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun
>mengerti dan mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat antara kanan
>dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.
>
>Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, "Baik sekarang
>perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya
>angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!". Dan dijalankanlah adegan
>seperti tadi, tentu saja murid-murid kerepotan dan kelabakan, dan sangat
>sulit untuk merubahnya. Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan
>tidak lagi sulit.
>
>Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada
>murid-muridnya.
>
>"Anak-anak, begitulah kita ummat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang
>bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian,
>musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara, untuk membalik
>sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin
>akan sulit bagi kita menerima hal tersebut, tapi karena terus
>disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun
>kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya. Musuh-musuh
>kalian tidak pernah berhenti membalik nilai."
>
>Pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, selingkuh dan zinah tidak lagi
>jadi
>persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi
>suatu hiburan, materialistis dan permisive kini menjadi suatu gaya hidup
>pilihan, dan lain-lain."
>
>"Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi
>sedikit
>menerimanya. Paham?" tanya Ibu Guru kepada murid-muridnya. "Paham buu..."
>
>"Baik permainan kedua..." begitu Bu Guru melanjutkan. "Bu Guru punya
>Qur'an, Ibu letakkan di tengah karpet. Nah, sekarang kalian berdiri di luar
>karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di
>tengah tanpa menginjak karpet?" Nah, nah, nah. Murid-muridnya berpikir
>keras. Ada yang punya alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.
>
>Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya, dan ia
>ambil Qur'annya. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet.
>
>"Anak-anak, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya... Musuh-musuh
>Islam
>tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan... Karena tentu
>kalian akan menolaknya mentah mentah. Preman pun tak akan rela kalau Islam
>dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan
>dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.
>
>"Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah
>pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah
>yang kuat.Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau
>membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan
>dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu satu
>persatu, baru rumah dihancurkan..."
>
>"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan
>menghantam
>terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dari
>perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian, dan lain-lain,
>sehingga meskipun kalian muslim, tapi kalian telah meninggalkan ajaran
>Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan."
>
>"Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (perang pemikiran). Dan inilah
>yang dijalankan oleh musuh musuh kalian... Paham anak-anak?"Paham buu!"
>
>
>

_________________________________________________________________
Help STOP SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE* 
http://join.msn.com/?page=features/junkmail


--- End Message ---

Kirim email ke