karena nila rusak susu sebelanga,kira-kira begitu...

----- Original Message -----
From: Dewi Indah Sari <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 23 Jul 2004 01:55:52 -0700 (PDT)
Subject: Re: [sma1bks] Fwd: Mimpi si Midun --> mau sharing aja...
To: [EMAIL PROTECTED]


Dan, 
bagi pegawai negeri aturan hukum yang jelas hanya akan mengurangi 
kesempatan menjadi kaya. Sebab, tanpa aturan jelas mereka bisa menentukan 
komisi proyek, uang pelintiran pasal-pasal hukum, atau menerima jasa 
sebagai perantara untuk memberikan upeti atau mencari lobi dalam pencalonan 
bupati atau kepala daerah.


Maaf, saya cuma mau sharing sedikit dengan teman-teman di milis ini.
Entah mengapa, ada beberapa teman yang memberi gambaran "negatif" bagi
para pegawai negeri. Berikut gambaran mengenai pegawai negeri sipil
Republik Indonesia selama ini:

Koruptor 
Pemalas (makan gaji buta) 
Tidak punya skill 
Erat dengan KKN

Saya pribadi sedih dengan adanya pendapat yang seperti itu. Saya PNS.
Banyak sekali teman2 saya di Departemen yang bekerja dengan sebaik
mungkin, tidak korupsi, pintar and very-very skillful, menolak KKN,
dll, dan hanya hidup bergantung pada gaji setiap bulan yang tidak
seberapa.

Kami juga sama seperti orang kebanyakan yang masih mengeluh ttg betapa
mahalnya biaya hidup dan biaya pendidikan saat ini (sampai ada
beberapa ibu2 di kantor yang meminjam ke koperasi untuk membayar biaya
sekolah anaknya yang baru mau masuk SMP! Dan untuk itu gaji mereka
yang harus dipotong setiap bulannya)...

Kami juga masih berangkat dan pulang kantor naik ojeg, naik KRL, naik
bis kota yang sudah sangat tidak layak (dengan resiko ditodong,
dicopet, dijambret, dll). Dan di akhir bulan masih tetap berusaha
ngirit karena anggaran belanja yang semakin menipis...

Tetapi kami juga masih bersyukur tidak perlu membeli bermacam-macam
baju, karena kami diharuskan mengenakan seragam, yang artinya anggaran
belanja baju bisa dialihkan ke pos yang lain.

Mungkin "Pegawai Negeri" yang teman2 maksud adalah segelintir atasan
kami, yang sudah terlebih dulu diberi kesempatan mengabdi untuk negara
ini, hingga mereka "
bisa menentukan komisi proyek, uang pelintiran pasal-pasal hukum, atau
menerima jasa sebagai perantara untuk memberikan upeti atau mencari
lobi dalam pencalonan bupati atau kepala daerah." Atau mungkin
"Pegawai Negeri" yang teman2 maksud adalah segelintir teman kami yang
kebetulan diberi kepercayaan mengelola suatu proyek bantuan Luar
Negeri, hingga mereka bisa
menentukan komisi proyek.

Mungkin juga Pegawai Negeri yang teman2 maksud "pemalas atau makan
gaji buta" adalah segelintir teman kami yang memilih bolos
sekali-sekali, karena gaji mereka hanya cukup untuk ongkos 15 hari dan
makan seadanya untuk istri dan anak2 mereka.

Kalau iya, berarti teman2 tidak fair kalau menggeneralisasi Pegawai
Negeri dengan pendapat seperti itu. Karena itu hanya sedikit persen
(saya nggak bisa pastikan berapa, karena tidak mengecek statistiknya)
dari keseluruhan PNS di negara kita. Banyak sekali PNS yang tetap
menjalankan profesinya sebagai guru, perawat, dokter, tukang sensus,
analis, dll, yang Insya Allah berguna untuk negara ini (dan mereka
sama sekali tidak termasuk 4 poin negatif yang saya singgung di atas).

Saya tidak berharap adanya perubahan persepsi mengenai Pegawai Negeri,
saya juga tidak menyalahkan teman2 yang berpendapat negatif tentang
PNS, karena setiap orang bebas untuk menilai apapun dan bebas
memberikan pendapatnya. Saya hanya berharap bahwa dengan tulisan ini,
teman2 bisa sedikit saja "berpikiran positif" tentang kami dan tidak
lagi memukul rata bahwa PNS itu seperti "ini dan itu". Tolong
disadari, PNS juga sama dengan teman-teman, berusaha mencari
penghidupan yang layak, halal, dan berharap negara ini bisa menemukan
calon pemimpin yang baik (kalau bisa sempurna, hingga bisa memenuhi
kriteria "baik" untuk semua orang).

Segitu aja, maaf kalo tulisannya terlalu banyak... ini cuma sharing aja...

Wassalam.

 

 



Anindito Yoga Respati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
---------- Forwarded message ----------
From: Mohamad Afif <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu, 22 Jul 2004 15:11:24 +0700
Subject: [Kajian_LepasKerja] Mimpi si Midun
To: [EMAIL PROTECTED]

Mimpi Si Midun

Oleh : Agus Husni ( Republika Online )
http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=167397&kat_id=286


Midun tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Badannya berkeringat. Napasnya 
tersengal-sengal. Ia mengusap mukanya sambil beristighfar beberapa kali. 
Mimpinya siang itu benar-benar menakutkan.

Ia bermimpi kotanya hancur ditelan pasang air laut yang sangat tinggi. 
Menara kota yang menjadi kebanggaan warga nyaris tenggelam. Tak sanggup 
menandingi ketinggian air. Beruntung, Midun sempat tersangkut di ujung 
menara emas yang mencuat hanya setengah meter dari permukaan air. Tak ada 
lagi gedung-gedung jangkung. Sejauh mata memandang hingga ke garis horison, 
hanya air dan air yang tampak.

Pemilu di negaranya telah dimenangkan oleh sebuah partai berlambang buaya 
karena koalisinya dengan partai besar lainnya berlambang luwak yang telah 
mengajarkan jurus-jurus korupsi yang aman dan nyaman, bagaimana mengatur 
pembagian kekuasaan untuk membangun jaringan bagi kepentingan partai itu 
sendiri, bukan untuk kepentingan rakyat. Rakyat cuma seonggok kotoran yang 
tak perlu dihitung lagi. Rakyat diperlukan cuma untuk basa-basi selama 
kampanye.

Partai Buaya tak kalah busuknya. Mereka sama dengan Partai Luwak. Partai 
yang tak lagi mempersoalkan batas-batas antara moral baik dan kebejatan. 
Tahu Tuhan, tetapi juga dekat dengan setan. Mengaku pembela rakyat, tapi 
merampok uang rakyat.

Pimpinannya bisa memelintir hukum untuk kepentingan politik. Ia bisa 
mengendalikan hukum karena perangkatnya dikuasai dari muara hingga ke 
hulunya. Para menteri tak lagi bekerja demi hati nurani. Meskipun tidak 
senang dengan sang pemimpin karena kualitasnya memang jauh di bawah 
rata-rata, sang menteri siap menelan ketidaksenangan itu demi kekuasaan. 
Sebab, berkuasa itu enak. Selalu dapat pelayan VVIP.

Kini keduanya bersatu. Buaya dan luwak. Dua-duanya punya kepentingan sama. 
Dua-duanya pakar di bidang KKN. Dua-duanya sangat profesional mengutik-utik 
hukum untuk kepentingan masing-masing. Dua maling bersatu tentu akan saling 
menjaga. Sebab, jika satu maling membeberkan keburukan temannya, maling 
yang satu pasti juga akan tersinggung dan siap membeberkan kebusukan maling 
lainnya. Sesama maling tak boleh saling mendahului, kata pepatah.

Partai Luwak yang sudah berkuasa lama telah memberikan begitu banyak 
kekayaan dan kemudahan kepada para elite politiknya. Begitu juga dengan 
Partai Buaya. Jadi untuk amannya, mereka meneriakkan pemberantasan korupsi 
hanya sebagai bualan, hanya lelucon. Korupsi akan dibasmi jika tidak 
menguntungkan partai. Jika menguntungkan? Jalan terus.

Wajar jika banyak kasus korupsi besar yang dilakukan orang Partai Luwak 
atau Partai Buaya lolos dari jerat hukum. Secara kasat mata saja, Midun 
menyaksikan begitu banyak mobil dan motor mewah, tekstil, daging sapi, 
daging ayam, dan gula pasir selundupan yang ditahan. Banyak penelikung uang 
rakyat yang disimpan di bank masih bebas melenggang kangkung di luar 
negeri. Namun, mana pengadilan untuk mereka? Sulitkah mencari mereka? Tidak.

Yang sulit adalah bagaimana mengamankan orang-orang itu agar tidak buka 
mulut. Jadi petiskan saja, toh rakyat sudah terbiasa menyaksikan kebobrokan 
ini sebagai tontotan yang menyenangkan. Sebab, terbukti rakyat juga sudah 
suka dan hobi korupsi.

Rakyat tahu dan sadar betul ada pemimpin yang jauh lebih baik dari pemimpin 
yang mengelola negaranya saat ini. Kualitasnya 'top'. Tapi, toh rakyat 
memilih pemimpin yang terburuk. Mengapa? Karena rakyat juga berkepentingan. 
Rakyat tak menghendaki korupsi dihapus, rakyat tak menghendaki dipimpin 
dengan aturan hukum yang jelas dan tegas. Rakyat masih mau hidup seperti 
masa lalu. Mudah cari uang. Nodong sedikit dengan menjadi tukang parkir, 
jadi preman taksi di bandara, menyerobot lahan membuka lapak PKL, atau 
menjadi tukang palak dan preman, sudah dapat makan. Gampang bukan?

Dan, bagi pegawai negeri aturan hukum yang jelas hanya akan mengurangi 
kesempatan menjadi kaya. Sebab, tanpa aturan jelas mereka bisa menentukan 
komisi proyek, uang pelintiran pasal-pasal hukum, atau menerima jasa 
sebagai perantara untuk memberikan upeti atau mencari lobi dalam pencalonan 
bupati atau kepala daerah.

Semua itu berjalan seperti tanpa hambatan. Kini dua partai besar yang punya 
track record buruk bersatu memimpin negaranya. Dua maling besar bersatu 
membagi-bagi kue milik rakyat banyak.

Midun tak habis pikir, mengapa rakyat masih tetap bodoh. Tuhan tak akan 
mengubah nasib suatu bangsa jika bangsa itu tak mengubah nasibnya sendiri. 
Kini rakyat bukan hanya tak mau mengubah nasibnya dengan memilih pemimpin 
yang amanah, cerdas, dan sederhana, malah menjebloskan dirinya ke tangan 
orang-orang yang salah.

Mudah-mudahan Tuhan memberikan balasan setimpal atas kekeringan hati nurani 
bangsanya. Tuhan mendengarkan doa Midun. Lalu, Ia mendatangkan banjir yang 
menyapu bersih seluruh kota. Kekotoran itu habis karena sapu Tuhan bersih.

Tuhan sudah empet melihat bangsanya yang tetap saja tak mau mengubah 
nasibnya. Untung banjir itu cuma mimpi. Untung tak ada Partai Buaya dan 
Partai Luwak. Midun mengusap keringatnya. Di luar rekan-rekan senasibnya 
telah menunggunya untuk memulung di belantara Ibu Kota. 

  ----------


--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 





Regards,
Dewi Indah Sari
 

 

 

________________________________
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! 
Download Messenger Now 

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 





Yahoo! Groups Sponsor



ADVERTISEMENT


________________________________
Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
  
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke