Suatu ketika ada seseorang yang bertanya kepada sang
guru umat, HAMKA. Ia bertanya:"Apakah yang membuat
anda begitu produktif dalam menulis". Dengan sederhana
HAMKA menjawab:"Dasar kepengranganku adalah Cinta".
saya sangat menyukai perkataan HAMKA, dan agaknya
perkataan itu pula yang semakin menguatkan hasrat saya
untuk tetap produktif dalam menulis. semoga.
(NB: 2 hr yang lalu penerbit Arsy (anak penerbit
MIZAN) mengundang saya untuk mendiskusikan isi (calon)
buku saya: Pesan kematian dari Sel. Saya minta doa
teman-teman semua.
Saya punya kutipan tentang bagaimana proses kreatif
lahirnya beberapa punulis yang menghasilkan
karya-karya kenamaan:
Menulis di Penjara
Andai Adolf Hitler tidak dipenjara pada tahun 1924,
mungkin takkan ada Nazi yang menginvasi Eropa dan
membantai jutaan orang Yahudi. Saat dibui-usai kudeta
yang gagal-itulah Hitler menulis Mein Kampf. Buku ini
kemudian berfungsi sebagai panduan bagi Jerman untuk
menjadi global superpower.
Para founding father kita, Bung Karno dan Bung Hatta,
juga dikenal aktif menulis walau dalam penjara.
Contohnya, ketika berada dalam penjara Sukamiskin,
Soekarno menulis pembelaan yang kemudian dibukukan
dalam Indonesia Menggugat. Deliar Noer mengungkapkan
dalam Mohamad Hatta: Biografi Politik bahwa Bung Hatta
kerap menulis dalam penjara. Ketika ditahan di penjara
Glodok tahun 1934, Hatta sempat menulis beberapa
karangan.
Dalam penjara Glodok itu Hatta menamatkan penulisan
buku Krisis Ekonomi dan Kapitalisme. Pada awalnya dia
ragu bahwa buku itu akan rampung karena sebelumnya ada
peraturan tak boleh memasukkan kertas ke dalam penjara
(yang boleh masuk hanya buku-buku dan pensil). Namun
ternyata tulisan itu dapat diterbitkan tahun itu juga.
Hatta semakin aktif menulis ketika dia dibuang ke
Digul. Kala itu, dia menulis untuk berbagai surat
kabar yang terbit di Jawa dan Sumatera serta
menghasilkan buku, antara lain Alam Pikiran Yunani.
Peranan penjara dalam kepenulisan pemimpin revolusi
kita juga terlihat jelas dari judul otobiografi Tan
Malaka: Dari Penjara ke Penjara. Karya
masterpiece-nya, Madilog, pun ditulis secara
sembunyi-sembunyi. Tan Malaka mengaku kesulitan dalam
menyusun Madilog secara sembunyi-sembunyi itu karena
hal itu mengakibatkan kurangnya kepustakaan.
Literatur Indonesia produk penjara yang paling
terkenal tak pelak lagi adalah Nyanyi Sunyi Seorang
Bisu dan tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak
Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca) karya
Pramoedya Ananta Toer yang ditulis di Pulau Buru.
Tindakan Pram menulis di Pulau Buru ini mirip dengan
yang dilakukan pengarang Marxis Italia, Antonio
Gramsci, yang dibui tahun 1930-an.
Dari Amerika Serikat, kita mendengar berlarut-larutnya
kasus Mumia Abu-Jamal yang bernuansa politis. Wartawan
Afro-Amerika ini divonis mati pada tahun 1982 dengan
tuduhan pembunuhan atas seorang polisi. Bertahun-tahun
dia berada di balik jeruji besi, meski bukti yang
mendukung bahwa dia tak bersalah telah ditemukan.
Mumia kemudian menjadi lambang gerakan anti rasialisme
di Amerika Serikat. Selama meringkuk dalam penjara
Pennsylvania, Abu-Jamal menghasilkan sekumpulan
tulisan yang kemudian dibukukan dalam dua buah buku,
Live From Death Row dan All Things Censored.
Tulisan-tulisannya disetarakan dengan tulisan Martin
Luther King Jr sewaktu dalam penjara: Letter From
Birmingham Jail.
Di Mesir, penulis feminis Nawal el Saadawi dipenjara
pada tahun 1981 karena mengkritik pemerintahan Anwar
Sadat. Namun, di dalam sel Saadawi terus berkarya.
Meski dengan kertas toilet dan pensil alis, Saadawi
diam-diam tetap menulis. Sekeluarnya dari penjara,
tulisan itu menghasilkan esai berjudul Memoar dari
Penjara Perempuan. Dalam buku itu, dia mengisahkan
bahwa ketimpangan sosial-ekonomi dan jender merupakan
penyebab masuknya perempuan ke dalam sel penjara
tersebut.
Penjara Mesir tampaknya memang unggul dalam
menghasilkan karya tulis. Tafsir Fi Zhilalil Quran
karya Sayyid Quthb disebut-sebut sebagai the most
remarkable works of prison literature ever produced.
Quthb menghasilkan magnum opus itu sebelum akhirnya
dia syahid di tiang gantungan Pemerintah Gamal Abdul
Nasser tahun 1966 -- sebagai bandingan, Hamka juga
menulis Tafsir Al-Azhar di dalam penjara Orde Lama.
Quthb ditangkap setelah organisasinya, Ikhwanul
Muslimun, dinyatakan terlarang oleh Nasser. Selain
kitab Fi Zhilal, dalam bui ini Quthb juga menghasilkan
buku Ma'alim fith Thariq dan risalah kecil Mengapa
Saya Dihukum Mati? (pernah diterbitkan oleh Mizan).
Fi Zhilalil Quran adalah suatu masterwork, demikian
menurut Paul Berman yang menulis buku tentang Quthb.
Kitab tafsir ini adalah karya raksasa yang ditulis
hanya dengan mengandalkan daya hafal. Kondisi buruk
dan penyiksaan dalam penjara tak menghalangi Quthb
untuk menulis. Pernah pada suatu saat, Quthb disekap
dalam sebuah sel bersama 40 orang yang sebagian besar
para kriminal. Tapi, dengan menyelundupkan kertas
masuk dan keluar penjara, Quthb terus menulis.
Penulis yang tetap berkarya meskipun badan terpenjara
tentulah karena dia bisa membawa pikirannya beyond
realitas yang dia hadapi. Viktor Frankl berteori bahwa
sesungguhnya seseorang dapat memutuskan bagaimana
suatu keadaan akan mempengaruhi dirinya. Kita tak
mesti pasrah pada keadaan. Dan penjara bisa jadi
memang tempat yang kondusif bagi seorang penulis.
Marguerite Duras mengatakan bahwa berani menyendiri,
berada dalam kesepian dan keterasingan, adalah hal
yang harus terjadi dalam kepenulisan.
Menulis adalah suatu laku asketik, matiraga, suatu
kebertapaan di tengah keramaian. Kesepian itu bahkan
harus dialami bukan hanya secara rohani, tapi juga
secara badani, demikian pendapat Sindhunata. Orang
yang tidak berani sepi tak mungkin menjadi penulis
yang baik. Jadi, seorang penulis yang dijatuhi hukuman
penjara bagaikan mendapat sebuah hadiah.
taken from: www.mizan.com
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/