Menuju putaran kedua
Pemilu presiden putaran pertama belum lekam dari
ingatan kita. Mungkin ada kebahagiaan yang menyusup di
relung hati sebagian kita, saat mengetahui bahwa calon
presiden yang didukung berkesempatan melaju hingga
putaran kedua. Namun sebaliknya, putaran pertama
mungkin menyisakan kekecewaan, kala kita mendapatkan
kenyataan bahwa calon yang kita tumpukan cita-cita dan
semangat perbaikan pertiwi kepadanya, terkalahkan.
Menyakitkan barangkali, namun itulah logika demokrasi,
dimana kemenangan seringkali disandarkan pada suara
mayoritas pemilih. Dan logika kualitatif seringkali
dikalahkan oleh suara kuantitas.
Dan kini, pemilu putaran kedua menanti. Perhelatan
demokrasi akbar ini menjadi ajang pertaruhan nasib
sekira 200 juta rakyat Indonesia, termasuk nasib umat
Islam, yang merupakan mayoritas dari komposisi rakyat
Indonesia.
Selayaknya, waktu beberapa saat menjelang pemilu
presiden putaran kedua ini menjadi term kontemplatif
bagi kita untuk menelaah kelayakan 2 calon presiden
terpilih, yakni pasangan Megawati-Hasjim dan Susilo
Bambang Yudiono-Kalla, untuk memimpin bangsa ini untuk
periode waktu 5 tahun mendatang.
Lebih jauh, sebagai sebuah komunitas mayor di negeri
ini, umat Islam sepatutnya menyusun suatu langkah
bersama dalam menyongsong putaran kedua ini. Rumusan
ini penting dan mendesak untuk dilakukan, mengingat
umat Islam selalu saja gagal untuk menjalin kerjasama
internal, yang pada akhirnya menyebabkan suara umat
menjadi terpecah dan tidak mampu menjadi semacam
pressure group (kelompok penekan �pen) dan elemen
kontrol yang efektif bagi para penguasa negeri ini.
Akhirnya, nasib umat yang mayoritas ini pun tak
ubahnya seperti buih dilautan, melimpah dalam jumlah,
namun miskin dalam peran dan kontribusi bagi perbaikan
Indonesia secara keseluruhan dan nasib umat Islam itu
sendiri.
Komitmen para calon pemimpin (baca: presiden terpilih
kelak) pada kepentingan dan perbaikan nasib rakyat,
sesungguhnya bisa diikat melalui kontrak-sosial antara
pemimpin dan konstituen pemilih, yakni rakyat
Indonesia. Kontrak-sosial ini semacam kesepakatan dari
pemimpin untuk senantiasa legowo untuk diturunkan dari
jabatannya, ketika amanat yang diemban gagal
dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Lebih jauh, kontrak sosial ini berfungsi sebagai
koridor yang mesti ditaati bagi presiden terpilih
dalam menggulirkan roda pemerintahan, kita �selaku
konstituen pemilih, tidak lagi memberi cek kosong
kepada mereka.
Patut kita ingat, bahwa siapa pun yang akan terpilih
dalam sistem pemilu baru ini, memiliki legitimasi yang
amat kuat. Mereka dipilih langsung oleh rakyat, tidak
lagi oleh lembaga perwakilan. Sehingga konsekuensi
logis yang tercipta adalah posisi presiden terpilih
kelak menjadi teramat kuat.
Hal ini rentan untuk menjadi semacam pelindung
kekuasaan (power-shield) yang cenderung korup dan tak
terkoreksi. Disinilah kontrak sosial menjadi amat
penting untuk dilakukan, sehingga konstituen pemilih
memiliki dasar hukum yang kuat untuk menuntut
pertanggung-jawaban, manakala penguasa gagal mengemban
amanah.
Dalam sejarah Islam kontrak sosial ini sangat biasa
dilakukan. Saat Umar bin Khatab r.a terpilih menjadi
khalifah kedua, ia mengingatkan para rakyatnya untuk
tidak segan melakukan koreksi jika ada perilakunya
yang dinilai menyimpang dari nilai-nilai kebenaran.
Inilah tradisi dan warisan keluhuran peradaban islam,
yang hari ini mulai ditinggalkan.
Maka, setelah melakukan kajian secara komprehensif dan
objektif terhadap kedua calon presiden, kemudian kita
coba tawarkan kontrak sosial kepada kedua calon untuk
mengikat komitmen keduanya, barulah kita dapat
menenutukan apakah kita akan memilih pasangan
Megawati-Hasyim atau Susilo Bambang Yudiono-Kalla,
atau pada akhirnya kita malah memutuskan untuk tidak
memilih kedua-duanya. Selamat memutuskan!
Wallahu�alamu bishshowwab.
Oleh:
Genis Ginanjar Wahyu, S.Ked
Mahasiswa program profesi kedokteran Unpad
d.a Perumahan Taman Wisma Asri blok M 70/56
Bekasi Utara 17121
Telp 0817825212
__________________________________
Do you Yahoo!?
Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone.
http://mobile.yahoo.com/maildemo
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/