Dari millist tetangga…

Bagus juga untuk info tambahan,,,;-)


From: Dina Kurniasari
Sent: Friday, August 27, 2004 10:49 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [perisai] Nice Film from Hollywood...

 

Fahrenheit 9/11, Film yang Mengundang Kontroversi

Publikasi: 27/08/2004 08:06 WIB

eramuslim - "Yang tampak oleh saya bahwa krisis kita yang utama adalah "krisis pemikiran" (azmah fikriyah). Di sana terdapat kerancuan pemahaman banyak orang tentang Islam. Kedangkalan yang nyata dalam menyadari ajaran-ajarannya serta urutan-urutannya. Mana yang paling penting, mana yang penting dan mana yang kurang penting. Ada pula yang lemah memahami keadaan masa kini dan kenyataan sekarang. Ada yang tidak mengetahui tentang "orang lain" sehingga kita jatuh pada penilaian yang terlalu "berlebihan" atau "menggampangkan". Sementara orang lain mengerti benar siapa kita bahkan mereka dapat menyingkap kita sampai ke "tulang sumsum" kita. Bahkan ada yang tidak mengenal diri kita. Sampai hari ini kita belum mengetahui faktor-faktor kekuatan yang kita miliki dan titik-titik lemah yang ada pada kita. Kita sering membesar-besarkan sesuatu yang sepele dan menyepelekan sesuatu yang besar, baik dalam kemampuan maupun dalam aib-aib kita." (Fiqhul Aulawiyat, Yusuf Qardhawi)

Fahrenheit 9/11

Film yang disutradarai Michael Moore, akhir-akhir ini telah menjadi fokus utama pembicaraan di masyarakat AS, terutama karena banyaknya fakta kontroversi yang diungkap (dan dibenarkan oleh Kongres AS baru-baru ini) oleh sang sutradara dengan gayanya yang kocak namun bernuansa semi dokumenter padat dengan fakta dan data yang sangat valid.

Film ini mengungkapkan tentang kejadian pra dan pasca tragedi WTC 9/11, dimulai dari terpilihnya George W. Bush, di mana terdapat kecurigaan akan kecurangan setelah adanya praktek manipulasi berita dari jaringan Fox News mengenai terpilihnya George W. Bush mewakili daerah pemilihan Florida yang kemudian mengantarnya menjadi Presiden AS, padahal sekitar beberapa jam sebelumnya hampir seluruh jaringan televisi di Amerika menyatakan bahwa pemenang untuk daerah Florida adalah pesaingnya Al Gore.

Juga terdapat kejadian pada saat pelantikan Presiden, untuk pertama kalinya seorang presiden terpilih tidak dapat berjalan kaki ke Istana sesuai tradisi bahkan 'ngumpet' di balik mobil limo-nya yang penuh dengan lemparan telur busuk puluhan ribu demonstran yang merasa hak pilihnya telah dimanipulasi oleh segelintir elit dari pemerintahan dan media massa (direktur Fox News pada saat itu adalah ipar dari Greorge W. Bush).

Kemudian digambarkan bagaimana George W. Bush selama 8 bulan awal pemerintahannya hanya mengisi dengan banyak liburan dan plesir ke berbagai tempat, film ini juga menampilkan wajah George W. Bush yang tampak kebingungan dan berusaha santai tanpa melakukan tindakan apapun di sebuah Taman Kanak-Kanak pada saat WTC ditabrak 2 pesawat tepat pada pukul 9 pagi. Ditampilkan dia (tidak) sedang berpikir tentang adanya serangan teroris yang notabene telah diperingatkan oleh FBI pada Agustus 2001 dan adanya usaha terorganisir dari pemerintah AS saat itu untuk menghiraukan peringatan akan adanya serangan teroris ke menara kembar, di mana Condoleeza Rice (penasihat presiden) mengatakan bahwa laporan itu adalah palsu.

Adegan menarik lainnya adalah adanya nama James R. Bath dalam sebuah surat pemerintahan yang kemudian pada tahun 2004 nama tersebut dihapus oleh Pentagon, setelah diselidiki ternyata James R. Bath merupakan teman baik George W. Bush sejak kuliah, mereka berdua kemudian mendirikan perusahaan minyak dengan James R. Bath sebagai penghubung antara klan Bush dengan pihak Arab Saudi pada waktu itu terutama keluarga bin Ladin via Salem bin Ladin.

Dijelaskan bahwa Arab Saudi sebagai penyumbang dana utama bagi usaha energi klan Bush (dipertanyakan kenapa Arab Saudi negara dengan cadangan minyak terbesar dunia berinvestasi pada perusahaan minyak AS, bukan di dalam negerinya sendiri?). Dari situlah cikal bakal berdirinya The Carlyle Group (perusahaan investasi di bidang energi, telekomunikasi, pertahanan) yang notabene meraih keuntungan terbesar pasca tragedi WTC, dan yang menarik adalah para investor yang terdiri dari keluarga Bush (bapak dan anak), keluarga Bin Ladin (Safi bin Ladin), PM Inggris John Major serta James Baker (mantan dubes AS untuk Arab Saudi) mengadakan pertemuan pemegang saham di hotel mewah pasca tragedi WTC tepatnya 13 september 2001. Enam pekan tragedi WTC, sahamnya meningkat menjadi 237 juta Dollar disebabkan The Carlyle Group meraih kontrak pertahanan terbesar di AS untuk pengadaan tank lapis baja bradley dan peralatan lainnya untuk kampanye anti terorisme Bush.

Digambarkan pula bahwa dana sebesar 1,4 Milliar Dollar AS per tahun diberikan kerajaan Arab Saudi untuk menyokong kepemimpinan George W. Bush. Investasi sebesar 860 Milyar Dollar ditanam pemerintahan Arab Saudi di Amerika dan sebesar 300 Trilyun Dollar AS (senilai dengan 2.805.000.000.000.000.000 rupiah) uang Arab Saudi disimpan di Bank AS (sutradara kemudian bertanya apa akibatnya bila semua uang itu diambil pleh pihak Arab Saudi).

Kemudian juga terdapat potongan wawancara dengan Richard Clarke (pimpinan investigasi FBI untuk WTC), dia mengungkap bahwa Presiden secara spesifik meminta bahwa dalam tragedi WTC harus ada kaitannya dengan Iraq, dan Donald Rumsfeld bilang bahwa tidak ada target bagus di Afghanistan, mari kita bom Irak.

Juga diungkapkan Hamid Karzai (PM Afghanistan saat ini) sebelumnya adalah bekas Penasihat Unocal76 (perusahaan minyak AS) untuk kemudian melanggengkan proyek pipeline antara Afghanistan dan AS yang telah dirintis sejak zaman Taliban dengan kontraktor Halliburton (pemilik: Wapres AS Dick Cheney) pada masa awal kepemimpinan Taliban.

Sutradara Michael Moore kemudian berkesimpulan bahwa War on Terror bukanlah sebuah perang melawan teroris untuk mempertahankan Negara Amerika melainkan Perang untuk menguasai minyak di seluruh dunia. Dengan lihainya George W. Bush memanfaatkan ketakutan rakyat AS untuk mendukung sepenuhnya kebijakan menyerang Irak (dalam hal ini Konsultan pembangunan dari Irak Youssef Sleiman menyatakan pasca Irak, uang yang mengalir tidak dapat dihitung lagi setelah minyak mulai mengalir), yang kemudian menjadi penyesalan mayoritas Senat dan Rakyat AS.

Film ini juga mengisahkan nurani bangsa AS yang sebenarnya tidak ingin adanya perang untuk minyak, digambarkan seorang ibu dari prajurit yang mati di Karbala, Irak, membacakan surat terakhir anaknya "yang sangat berharap agar tidak ada lagi yang memilih si bodoh itu menjadi presiden mendatang", juga pernyataan seorang marinir AS Abdul Henderson yang siap dipenjara bila dia menolak dikirim kembali ke Irak, "karena saya berjuang untuk AS bukan untuk membunuh orang yang tidak mengancam keamanan negara saya" dan banyak sekali pernyataan senada lainnya.

Film yang meraih penghargaan sebagai film terbaik festival film Cannes pada Juli 2004, walaupun mengundang kontroversi, tapi juga best seller dengan meraih 115 juta dollar AS sampai saat ini. Dan fakta-fakta yang dibeberkan di film ini juga telah diverifikasi oleh anggota kongres yang tergabung dalam komisi 9/11 yang menyelidiki peristiwa WTC.

Hal yang paling menarik dari keseluruhan film ini, adalah para aktor/pelakunya merupakan orang yang sebenarnya dan bukan diperankan artis Hollywood. Semoga tulisan ini tidak memotivasi Anda untuk membeli produk AS lainnya, tapi mungkin film ini layak untuk ditonton bagi kita supaya kita bisa benar-benar mengerti apa yang terjadi sebenarnya. (edrovialand)

[EMAIL PROTECTED]



--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke