|
Dari millist tetangga… Bagus juga untuk info tambahan,,,;-) From: Dina Kurniasari Fahrenheit 9/11, Film yang
Mengundang Kontroversi
Publikasi:
27/08/2004 08:06 WIBeramuslim - "Yang
tampak oleh saya bahwa krisis kita yang utama adalah "krisis
pemikiran" (azmah fikriyah). Di Fahrenheit
9/11 Film yang disutradarai
Michael Moore, akhir-akhir ini telah menjadi fokus utama pembicaraan di
masyarakat AS, terutama karena banyaknya fakta kontroversi yang diungkap (dan
dibenarkan oleh Film ini mengungkapkan
tentang kejadian pra dan pasca tragedi WTC 9/11, dimulai dari terpilihnya
George W. Bush, di mana terdapat kecurigaan akan kecurangan setelah adanya
praktek manipulasi berita dari jaringan Fox News mengenai terpilihnya George W.
Bush mewakili daerah pemilihan Florida yang kemudian mengantarnya menjadi
Presiden AS, padahal sekitar beberapa jam sebelumnya hampir seluruh jaringan
televisi di Amerika menyatakan bahwa pemenang untuk daerah Florida adalah
pesaingnya Al Gore. Juga terdapat kejadian pada
saat pelantikan Presiden, untuk pertama kalinya seorang presiden terpilih tidak
dapat berjalan kaki ke Istana sesuai tradisi bahkan 'ngumpet' di balik mobil
limo-nya yang penuh dengan lemparan telur busuk puluhan ribu demonstran yang
merasa hak pilihnya telah dimanipulasi oleh segelintir elit dari pemerintahan
dan media massa (direktur Fox News pada saat itu adalah ipar dari Greorge W.
Bush). Kemudian digambarkan
bagaimana George W. Bush selama 8 bulan awal pemerintahannya hanya mengisi
dengan banyak liburan dan plesir ke berbagai tempat, film ini juga menampilkan
wajah George W. Bush yang tampak kebingungan dan berusaha santai tanpa
melakukan tindakan apapun di sebuah Taman Kanak-Kanak pada saat WTC ditabrak 2
pesawat tepat pada pukul 9 pagi. Ditampilkan dia (tidak) sedang berpikir
tentang adanya serangan teroris yang notabene telah diperingatkan oleh FBI pada
Agustus 2001 dan adanya usaha terorganisir dari pemerintah AS saat itu untuk
menghiraukan peringatan akan adanya serangan teroris ke menara kembar, di mana
Condoleeza Rice (penasihat presiden) mengatakan bahwa laporan itu adalah palsu.
Adegan menarik lainnya
adalah adanya nama James R. Bath dalam sebuah surat pemerintahan yang kemudian
pada tahun 2004 nama tersebut dihapus oleh Pentagon, setelah diselidiki
ternyata James R. Bath merupakan teman baik George W. Bush sejak kuliah, mereka
berdua kemudian mendirikan perusahaan minyak dengan James R. Bath sebagai
penghubung antara klan Bush dengan pihak Arab Saudi pada waktu itu terutama
keluarga bin Ladin via Salem bin Ladin. Dijelaskan bahwa Arab Saudi
sebagai penyumbang dana utama bagi usaha energi klan Bush (dipertanyakan kenapa
Arab Saudi negara dengan cadangan minyak terbesar dunia berinvestasi pada
perusahaan minyak AS, bukan di dalam negerinya sendiri?). Dari situlah cikal
bakal berdirinya The Carlyle Group (perusahaan investasi di bidang energi,
telekomunikasi, pertahanan) yang notabene meraih keuntungan terbesar pasca
tragedi WTC, dan yang menarik adalah para investor yang terdiri dari keluarga Bush
(bapak dan anak), keluarga Bin Ladin (Safi bin Ladin), PM Inggris John Major
serta James Baker (mantan dubes AS untuk Arab Saudi) mengadakan pertemuan
pemegang saham di hotel mewah pasca tragedi WTC tepatnya 13 september 2001.
Enam pekan tragedi WTC, sahamnya meningkat menjadi 237 juta Dollar disebabkan
The Carlyle Group meraih kontrak pertahanan terbesar di AS untuk pengadaan tank
lapis baja bradley dan peralatan lainnya untuk kampanye anti terorisme Bush. Digambarkan pula bahwa dana
sebesar 1,4 Milliar Dollar AS per tahun diberikan kerajaan Arab Saudi untuk
menyokong kepemimpinan George W. Bush. Investasi sebesar 860 Milyar Dollar
ditanam pemerintahan Arab Saudi di Amerika dan sebesar 300 Trilyun Dollar AS
(senilai dengan 2.805.000.000.000.000.000 rupiah) uang Arab Saudi disimpan di
Bank AS (sutradara kemudian bertanya apa akibatnya bila semua uang itu diambil
pleh pihak Arab Saudi). Kemudian juga terdapat
potongan wawancara dengan Richard Clarke (pimpinan investigasi FBI untuk WTC),
dia mengungkap bahwa Presiden secara spesifik meminta bahwa dalam tragedi WTC
harus ada kaitannya dengan Iraq, dan Donald Rumsfeld bilang bahwa tidak ada
target bagus di Afghanistan, mari kita bom Irak. Juga diungkapkan Hamid
Karzai (PM Afghanistan saat ini) sebelumnya adalah bekas Penasihat Unocal76
(perusahaan minyak AS) untuk kemudian melanggengkan proyek pipeline antara Sutradara Michael Moore
kemudian berkesimpulan bahwa War on Terror bukanlah sebuah perang melawan
teroris untuk mempertahankan Negara Amerika melainkan Perang untuk menguasai
minyak di seluruh dunia. Dengan lihainya George W. Bush memanfaatkan ketakutan
rakyat AS untuk mendukung sepenuhnya kebijakan menyerang Irak (dalam hal ini
Konsultan pembangunan dari Irak Youssef Sleiman menyatakan pasca Irak, uang
yang mengalir tidak dapat dihitung lagi setelah minyak mulai mengalir), yang
kemudian menjadi penyesalan mayoritas Senat dan Film ini juga mengisahkan
nurani bangsa AS yang sebenarnya tidak ingin adanya perang untuk minyak,
digambarkan seorang ibu dari prajurit yang mati di Karbala, Irak, membacakan
surat terakhir anaknya "yang sangat berharap agar tidak ada lagi yang
memilih si bodoh itu menjadi presiden mendatang", juga pernyataan seorang
marinir AS Abdul Henderson yang siap dipenjara bila dia menolak dikirim kembali
ke Irak, "karena saya berjuang untuk AS bukan untuk membunuh orang yang
tidak mengancam keamanan negara saya" dan banyak sekali pernyataan senada
lainnya. Film yang meraih penghargaan
sebagai film terbaik festival film Hal yang paling menarik dari
keseluruhan film ini, adalah para aktor/pelakunya merupakan orang yang
sebenarnya dan bukan diperankan artis -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
|
