Title: Message

Sekedar sharing info ya,,,

 

 

 

 

 

 

Best Regards,

Lina Sri Rosmawan

 

`if best is possible, then good is not enough`

 


From: Taufik Saptono Aji [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, October 20, 2004 11:05 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [perisai] Hidayat Nur Wahid VS Agung Laksono

 

 

Jaka Sembung makan soto, kagak nyambung soal Volvo. Demikianlah kiranya

kalau kita bicara soal mobil dinas Volvo yang dijatahkan buat pimpinan

DPR/MPR.

 

Rabu (13/10) lalu, Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan, bahwa pimpinan

MPR menolak penggunaan mobil dinas Volvo untuk menghemat anggaran. Alasan

lain, mobil dinas produksi Swedia itu bisa menimbulkan kecurigaan dan

kemewahan.

 

Sebuah sikap yang patut diacungi jempol. Sebab, di tengah kuatnya

gelombang materialisme dan hedonisme yang menyelimuti pejabat negara,

ternyata masih ada pimpinan yang bersikap secukupnya, sederhana. Tidak

mengumbar kemewahan di hadapan rakyat yang setiap hari mengalami kesulitan

hidup.

 

Pesan itu yang sebetulnya ingin disampaikan oleh Hidayat Nurwahid dkk.

Namun pilihan sikap pimpinan MPR ini ternyata salah dimaknai oleh pimpinan

DPR. Menurut Ketua DPR Agung Laksono, kalau sekadar tidak memakai mobil

dinas Volvo, maka dampak penghematan anggara tidak signifikan. Apalagi

jatah pimpinan MPR itu hanya empat buah.

 

"Saya melihat, penghematan sebenarnya ada empat hal, yaitu bidang otonomi

daerah, subsidi terutama pada golongan menengah ke atas, bunga obligasi

dan utang luar negeri," bual Agung, menjelaskan hal-hal yang sudah biasa

kita dengar dari pengamat ekonomi, Kamis (14/10) lalu.

 

Di sinilah masalahnya. Hidayat berpendapat bahwa penghematan bisa dimulai

dari hal-hal yang kecil, yang kongkret, yang sederhana, tidak membutuhkan

teori ndakik-ndakik, tapi langsung bisa dilaksanakan, oleh siapa saja dan

kapan saja, tanpa mengganggu kepentingan orang banyak.

 

Sementara Agung menempatkan penghematan dalam kerangka besar masalah

negara, yang untuk mengatasinya membutuhkan keputusan besar. Alih-alih

bisa merealisasi keputusan yang sudah ditetapkan, mengambil keputusan saja

belum tentu bisa, mengingat banyak pihak yang berkepentingan atas

keputusan tersebut.

 

Agung hanya terpaku pada jumlah mobil Volvo yang menjadi jatah MPR. Dia

tidak berpikir panjang, bahwa pilihan sikap pimpinan MPR itu akan

berdampak panjang, tak hannya di pusat, tetapi yang lebih penting lagi

adalah di daerah-daerah. Sebab, tindakan kongkret yang dilakukan pimpinan

MPR itu bisa menjadi rujukan dan panutan pejabat lain, sehingga kelak

polisi dan jaksa tidak habis waktunya untuk mengurus anggota dewan yang

membengkakkan anggaran seperti saat ini. Dan bila sikap Hidayat Nur Wahid

itu bisa dicontoh oleh 80% pejabat di Indonesia... coba bayangkan berapa

trilyun uang yang bisa diselamatkan oleh negara dan digunakan untuk

memberi makan rakyat miskin dan uang sekolah anak putus sekolah ? ( Volvo

baru pejabat seharga 200 - 500 juta. bila ada 1000 orang pejabat

mengikutinya jadi dihemat 500.000.000.000 itu belum termasuk penghematan

BBM, biaya hotel ( rencana penghematan biaya hotel seharga 20 juta

permalam menajdi 400 ribu permalam ) dan lain-lain )

 

Penghematan anggaran negara tidak akan selesai hanya dikumandangkan. Namun

butuh contoh kongkret dari para pejabat negara. Memang kita tidak bisa

menghidupkan kembali Soekarno dan Hatta yang selalu hidup sederhana, tapi

para pejabat bisa menirunya, dan Hidayat Nurwahid telah memulainya .

 

 

--- Mohon Diforward ke rekan anda sebagai usaha kecil kita memberantas

korupsi dan dukungan perilaku hidup sederhana

 

 



--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

<<image001.gif>>

Kirim email ke