Aa Gym: FPI dan Pengelola Hiburan Harus Evaluasi Diri
 
 

Surabaya, 27 Oktober 2004 14:18
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menilai, Front Pembela Islam (FPI) dan pengelola tempat hiburan serta pihak terkait lainnya, harus sama-sama mengevaluasi diri terkait kasus sweeping anggota FPI di Kemang, Jakarta Selatan (23/10).

"Saya berharap kejadian yang lalu menjadi sebuah pelajaran berharga, menjadi renungan bagi kita semua untuk melakukan evaluasi," kata pengasuh Pedsantren Daarut Tauhid, Bandung itu kepada Antara di Surabaya, Rabu, usai berceramah dalam "Temu Eksekutif Etika Bisnis Bersama Aa Gym".

Menurut pimpinan Manajemen Qolbu Corporation yang mengelola 16 perusahaan itu, evaluasi dalam kasus itu harus dilakukan para aktivis FPI, penyelenggara tempat hiburan, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah setempat.

"Saya sendiri juga harus melakukan evaluasi diri. Jadi, persoalannya bukan siapa yang benar dan siapa yang salah, karena menyalahkan orang itu mudah, melainkan setiap orang mempunyai alasan sendiri," kata suami Ny Ninih Muthmainnah Muchsin dan ayah dari enam anak itu.

Ketika didesak pertanyaan, apakah tindakan FPI itu menguntungkan atau merugikan Islam, ia mengatakan dirinya tak mau di-fait accomply dengan kelompok lain. Namun ia meminta semuanya dapat mengambil pelajaran dari apa yang terjadi melalui evaluasi diri.

Ketika berbicara tentang metode dakwah yang tepat, ia mengaku dirinya sudah pernah menjalankan dakwah dari berbagai metode, mulai dari cara harokah (gerakan), ceramah yang dikejar-kejar intelijen, sampai zikir dan wirid terus.

"Setelah semuanya saya rasakan, saya akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dakwah yang cocok itu tidak harus memakai ukuran pribadi, melainkan memakai ukuran orang lain, sebab apa yang benar bagi kita belum tentu benar bagi orang lain. Itulah yang melatarbelakangi dakwah saya sekarang," katanya.

Sebelumnya, ratusan anggota FPI "menyapu" tempat-tempat hiburan malam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan (23/10) dengan mengendarai berbagai jenis mobil dan motor. Mereka mendesak agar tempat-tempat hiburan malam itu secepatnya ditutup, karena sekarang bulan suci.

Dalam aksi mereka di kafe Star Daily menyebabkan kaca depan kafe itu pecah akibat dilempari batu, kemudian berlanjut ke kafe lain, akhirnya petugas mengarahkan para aktivis FPI itu ke markas kepolisian terdekat sehingga aksi serupa tidak berlanjut ke tempat lain.

Hingga kini, sebanyak 17 orang telah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus perusakan tiga tempat hiburan malam itu.

Polres Metro Bekasi telah menahan delapan tersangka kasus pengrusakan tempat hiburan malam, Polres Metro Tangerang menahan tiga dari lima tersangka, dan Polres Metro Jakarta Selatan masih mencari empat tersangka. [TMA, Ant]




--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups Sponsor

Get unlimited calls to

U.S./Canada



Yahoo! Groups Links

<<Formal Announcement Bkgrd.gif>>

Kirim email ke