FYI
 
Buat menambah pengetahuan hidup teman2 sekalian
kalo udah pernah terima, ignore aja ya................
 
YYN

 

Gusti Allah Ora Sare
(ManajemenQolbu.Com)

 
Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor.   Telah lewat  pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang  selarut ini.
Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah  beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan  mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan  "acara" kehujanan.

 
Setengah berlari saya mencari tempat berlindung.  Untunglah, penjual nasi   goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai  tenda sederhana.
Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai  bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok dan lampu petromak yang  masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...,"   begitu katanya saat saya meminta ijin  berteduh.
 
Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat  dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan  bapak penjual dan tendanya,
saya berkata, "tolong bikin mie goreng pak,  di makan disini saja.
   Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan  tungku apinya. Dia tampak sibuk.
Bumbu dan penggorengan  pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam  waktu sebentar.
Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap  bumbu. Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung
mulai hilang. Basa-basi saya bertanya,  "Wah hujannya tambah deras nih,
   orang-orang makin jarang yang keluar  ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah   saya, dan berkata, "Iya dik, jadi  sepi nih dagangan saya.." katanya sambil   menghisap rokok  dalam-dalam.
 
"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata  saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan yang  bodoh. Tentu   saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini.  Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih.  Namun, agaknya saya keliru...
"Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu  tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana.  Saya malah senang kalau hujan begini.
Istri sama anak saya di kampung  pasti dapat air buat sawah.
Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah  tanahnya." Bapak itu melanjutkan,
   "Anak saya yang disini pasti bisa  ngojek payung kalau besok masih hujan..."
Degh. Dduh, hati saya  tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare".
  
Allah Memang Maha  Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya.
Saya rupanya  telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya,
   tampak  tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau
dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari  kekerdilan saya di hadapan Tuhan.
 
Saya selalu berpikiran, bahwa  hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu  berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa  digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian  yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya  keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya  juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan  mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi  harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau
mendorong mobil  yang mogok.
 
Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng  itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang  bergerak di benak saya. "Ya Allah, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah  Beristirahat"
Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan.  Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare..... Gusti Allah Ora Sare.....

 
Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di  depan saya.  Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan  kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan  Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap  membuat saya menjadi semakin banyak belajar.
Dulu, saya  berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan   sesuatu  yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya,  saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.
 
Namun,  rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar  dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap  memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus  belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan
istimewa.
 
Aku berdoa  agar diberikan kekuatan...Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku  kuat menghadapinya.
Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan...Namun,  Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.
Aku berdoa  agar diberikan kecerdasan...Namun, Allah  memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar  dari-Nya.
Aku berdoa agar diberikan keberanian...Namun, Allah  memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya.
Aku  berdoa agar diberikan cinta dan kasih   sayang...Namun,  Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku   dapat berbagi dengannya.
Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...Namun, Allah  memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat  memanfaatkannya.
 
Teman, terima kasih telah  membaca.

 




--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups Sponsor

Get unlimited calls to

U.S./Canada



Yahoo! Groups Links

Kirim email ke