Dari Mailist tetangga, Moga bermanfaat…;-)
From: Indra Wirawan
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, December 02, 2004
4:11 PM
To: perisai; yayank
Subject: [perisai] Fw: I belive I
can fly...
Sahabat, saya memiliki seorang teman dekat yang sedang menunggu sebuah momen,
suatu momen yang ia sebut sebagai hari besarnya. Yap... momen yang ditunggu itu
adalah hari wisudanya yang semakin dekat,... suatu momen yang menurutnya adalah
suatu upaya rebranding, reenergizing, repositioning, relaunching (or whatever
the name)of a new him.
Ia begitu antusiasnya sehingga yang ada dalam benaknya adalah jika nanti telah
wisuda maka saya harus bersiap untuk sesuatu yang lebih baik. Namun hingga kini
ia selalu bingung apa yang akan disiapkannya untuk nanti, karena untuk nanti
pun ia tidak tahu apa yang akan ia rumuskan sebagai tujuan hidupnya.
Lalu saya bertanya kepadanya "apa
esensi dari momentum itu ?".
Ia bilang akan berusaha menjadi lebih baik dari dirinya yang sekarang, dimana
kelak ia lebih dewasa, serta lebih bertanggung jawab. Ia berkata demikian
karena ia sering dikritik, karena selama ini ia kurang memperhatikan lingkungan
dan kurang dewasa dalam menghadapi masalah, ia lebih seringkali menghindar
daripada menyelesaikan masalahnya.
Lalu saya bertanya lagi kalau hanya bercita-cita ingin lebih baik, kenapa tidak
dimulai dari sekarang toh perubahan dapat dilakukan kapan saja. Mengapa harus
menunggu momentum? Dan dari jawaban-jawabannya saya tahu bahwa ternyata
pemilihan momentum tersebut hanyalah upaya untuk meneguhkan niatnya, ia
mengumpulkan segenap kekuatan dan kepercayaan dirinya karena saat ini ia masih
kurang percaya diri jika harus melakukan perubahan itu sekarang.
Sahabat.., kadang kala kita juga merasa seperti apa yang dirasakan teman saya
tersebut, menunggu momen yang tepat untuk melakukan perubahan hanya karena kita
tidak cukup percaya diri untuk berubah. Hal itu suatu hal yang wajar
sebenarnya, godaan lingkungan memang seringkali merusak niat baik kita. Tapi
bagaimana pun segala upaya harus dicoba, dimulai dengan peneguhan niat lalu
mencoba untuk berubah, dan yang terpenting konsistensi dan berubahlah secara
gradual hingga orang tidak terkejut melihat perubahan kita.
Seekor anak elang yang dibesarkan oleh
keluarga ayam selamanya tidak akan bisa terbang apabila mendengarkan keluarga
ayam tsb. Jika ia mendengarkan kata hatinya dan mau bersungguh-sungguh belajar
terbang maka ia akan tetap bisa terbang, meskipun ternyata ia anak ayam
sebenarnya (ayam hutan bisa terbang karena lingkungan menuntutnya demikian).
I belive I can touch the sky
Think about it every night and day
Spread my wings and fly away...
Tapi yang terpenting adalah kita masing-masing harus memahami bahwa sebenarnya
kita senantiasa dikejar waktu. Bisakah kita memastikan bahwa masih ada hari
esok buat kita ? Bagaimana andaikata Allah menakdirkan kita pulang esok hari ?
Sedangkan perubahan yang kita cita-citakan belum terlaksana.Oleh karena itu
tampaknya andai kita ingin berubah, maka berubahlah mulai saat ini walaupun
perubahan itu bergerak dengan perlahan tapi dengan niat yang lurus ,ikhtiar
yang optimal dan senantiasa memohon kepada Allah untuk dibimbing ke arah yang
lebih baik ,Insya Allah apa yang kita usahakan dapat tercapai.
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|