Moga bermanfaat,,,;-)


Wassalam,
Lina


-----Original Message-----
From: Sugiarto 
Sent: Saturday, December 11, 2004 8:37 AM
To: Khoirul Rizal; M. Mualim Joechdy; Kelly Kharisman Kaprawi; 
Lina Sri Rosmawan; Dini Palupi; Erma Puspitasari; Dessy Maharani
Subject: FW: [daarut-tauhiid] Air mata Mutiara




Air mata Mutiara


Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh
pada 
ibunya
sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak
memberikan 
pada kita,
bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."
Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi
terimalah 
itu sebagai takdir alam.
Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan 
rasa ngilu dan nyeri yang menggigit.
Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau
perbuat", 
kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa
sakit 
terkadang masih terasa.
Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya.
Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.
Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam
dagingnya.
Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama

mutiaranya semakin besar.
Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap,
dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.
Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi
sangat 
berharga.
Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga
daripada 
sejuta kerang lain
yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan
adalah
lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang
luar 
biasa".
Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat
mengubah
"orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut,
karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.
Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang
biasa' 
yang disantap orang
atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'.
Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga 
tidak mengherankan bila
jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa
saja'.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah
hati,
atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap
tersenyum
dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam
hatimu..
"Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah 
diriku menjadi mutiara."
Semoga........


Salam,
M. Isrok




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke