Untuk sekedar Informasi
:
HIMBAUAN UTK WASPADA KEPADA PARA RELAWAN
KE ACEH
MOHON DISEBAR LUASKAN)
Dear Sahabats,
Ternyata apa yang ditengarai tentang
penyebaran penyakit menular sudah
terjadi di Aceh.
Tim relawan dari Bali yang gue pantau
semalam suntuk, melaporkan adanya
kasus pembusukan jari tangan 2 orang
relawan warga aceh, dengan
pembentukan
gas pada luka tersebut. Hal
ini terjadi akibat kontaminasi dari mayat
saat
melakukan evakuasi jenazah kemarin
30/12-04 malam di Sigli.
Sejawat di bagian bedah terpaksa melakukan
amputasi sampai pergelangan
tangan pada Muh Chaerudin (24) dan Usman
Yacobi (21), karena kedua
relawan
asal Langsa (?) tersebut,
sudah demam hebat menggigil (>39 drjt C)
bahkan
Usman sempat kejang2.
Penduduk sekitar tidak mengenal kedua orang
tersebut
dan tadi siang keduanya raib
entah kemana.
Isunya simpang siur, ada yang mengatakan
mereka anggota GSA, tapi mrk
membawa KTP merah putih yang sayangnya
nggak sempat diperiksa (boro2 mau
meriksa KTP, untuk makan aja tentaranya
bingung; lagipula kasihan mereka
tetap saudara kita yang telah berkorban
untuk membantu sesama)
Kemungkinan mereka terkena infeksi bakteri
Clostridium perfringens
(BUKAN
HERPES; Virus herpes tidak
menempati jaringan yang membusuk dan sangat
jarang fatal). Menurut penduduk setempat
sejak 2 hari kedua orang itu
mengangkat mayat2 dari halaman sekitar RS
Kab; mayat2 tersebut telah
meleleh).
Untuk itu mohon disebarkan pada instansi2
yang terkait yang
menerima/merekrut para relawan, yang
membuka posko dan untuk para calon
relawan itu sendiri, khususnya yang
mengangkut mayat; beberapa saran
dari
tim kami yaitu :
1. Siapkan Spiritual, fisik dan mental.
Yakinkan anda benar2 mau
melakukan
ini demi menolong dan beramal
kepada sesama manusia. Sudah ada 32
relawan
"swasta" asal Sumbar dan
Sulsel yang pulang kembali karena muntah2 dan
kesurupan. Katanya karena
diganggu roh2 korban bencana.
2. Perlengkapan utama selain keperluan
untuk survival (senter, pisau,
korek
gas, jas hujan) ialah MASKER, dan seperti
kasus SARS usahakan masker
standar minimal W.H.O (tipe N-95), Bukan
masker kamar operasi (apalagi
saputangan yang dilipat seperti yang ada
sekarang, bukan juga masker
penggergajian kayu yang ada filternya tapi
tidak efektif untuk menyaring
kuman di udara).
Selain itu bila akan mengevakuasi mayat,
pakailah corpses gloves seperti
standar petugas kamar mayat. Bukan
menggunakan handschoen karet tipis
(gammex) yang mudah robek, yang mestinya
dipakai untuk menangani pasien
hidup di RS.
3. Pakailah topi untuk mencegah cipratan
cairan tubuh dari tubuh mayat,
yang lengket dan dapat melekat pada rambut
anda dan kemudian meleleh ke
makanan saat anda makan. Beberapa relawan
telah kena diare yang
ditengarai
disebabkan kuman2 Clostridia
melalui jalan tersebut diatas.
4.Cucilah tangan anda sebelum dan sesudah
mengangkat 1 mayat. Boros?
Memang
tapi kita tak ingin ada lagi
para relawan yang jadi korban diare atau
pnyakit fatal. Gunakan sabun antiseptik
seperti Lifebuoy, Nuovo atau
apapun
namanya. Cucitangan selama 5
menit. Lebih baik lagi jika ada sikat
pencuci
tangan seperti dikamar
operasi (HIBISCRUB BRUSH) untuk menyikat bagian2
lipatan kulit, daerah yang
sulit terjangkau dan kuku. Usahakan sabun
antiseptik cair.
5.Betadine kecil, alkohol 70 %,
plester/bandaid, kasa gulung,
Daryanttulle,
gunting kecil, mata pisau
bedah / scalpel - bisa dibeli di Apotik2- dan
tali hendaknya selalu
tersedia disamping air bersih pada veldples,
sedikit
gula dan garam, dan air
mineral atau supplement elektrolit (Pocari
Sweat)
karena uap garam dari laut
yang bercampur bau mayat merupakan racun yang
membuat kita banyak kencing
dan kehilangan cairan dan elektrolit. Jangan
pernah meminum energy drink
supplement yang dapat membuat anda tidak
cukup
tidur dan pada akhirnya menurunkan daya
tahan dan energi anda. Segeralah
tidur pada waktunya. Bersikaplah dewasa
dan bertanggung jawab dalam
mengemban amanah rakyat Indonesia yang ada
pada pundak anda.
6. Pakai celana katun bukan jeans (berat
jika kena air dan lumpur)maupun
bahan parasut (membuat sirkulasi panas
tubuh dan aliran keringat tidak
baik) saat anda mengangkut mayat. Pakailah
sepatu dan kaus kaki. Jangan
enggan karena takut becek jika masuk ke
lumpur, rawa dan kubangan air.
Beberapa penduduk di Meulaboh telah
terkena gigitan ular akibat masuk ke
rawa-rawa untuk mengambil mayat tetapi
tanpa alas kaki. Gigitan
pacet/lintah jarang di daerah pantai (tapi
harus waspada toooohhhhh).
Cuci
kaki dan jemur sepatu dan pakaian anda
setiap hari. Membawa lebih dari 2
pasang sepatu adalah hal yang baik. Tidak
harus sepatu boot (kalau ada
sih
mantaaap), yang penting
tertutup.
7, Jika anda luka segera dicuci dengan air
mineral dan sabun antiseptik,
disikat dan segera lapor pada pimpinan
rombongan dan dokter anda. Jika
luka
itu sampai mengeluarkan darah (bukan
lecet), lebih baik anda menunda
kerja
sampai luka itu kering.
8. Jangan gunakan tissue anti nyamuk
(mosquito repelllent) yang dapat
menyebabkan abrasi kulit. Kalau terpaksa
sekali gunakan obat nyamuk
semprot/bakar, tentu dengan tetap menjaga
agar asapnya tidak mengganggu
saluran nafas. Di Kab Pidie sudah
dilaporkan adanya kasus Malaria.
9. Minum obat pencegahan Malaria yaitu
Chloroquine (Nama Dagang =
Nivaquine/ Malarex/ Resochin) 2 tablet /
minggu atau jika tidak alergi
sulfa minum Fansidar (=
Sulfadoxin-Pirimetamine) 1 tablet
perminggu.
Obat2 itu diminum sejak sebelum
keberangkatan, kalau bisa 1 minggu
sebelumnya, diminum selama didaerah itu
dan sampai 1 bulan sejak pulang.
Jika diduga terkena serangan malaria,
gejala TRIAS yang beturut-turut =
Menggigil ==>Demam==>Banyak
berkeringat, segera konsultasi pada dokter
anda. Jika belum sempat bertemu dokter
minum 4 tablet Chloroquine pada
hari
I, 2 tab pada hari ke II dan 2 tab pada
hari ke III. Kurang lebih 1/2
jam
sebelumnya minumlah paracetamol/Panadol
dan Metoclopramide/Primperan 1
tablet.
10. Bawalah Obat2an pribadi seperti
Amoksisilin, tetrasiklin, oralit,
bactrim,bisolvon,benadryl, obat semprot
asma dsb, agar anda tidak
merepotkan anggota tim lainnya. Toh obat
itu bisa dipakai oleh saudara2
kita korban bencana
disana.
Demikian yang bisa saya sampaikan. Mohon
Maaf jika ada kekurangan. Mohon
agar teman2 / Bapak Budi Aditya, Yoyok,
Said, Tammy, yang punya akses ke
Institusi/lembaga perekrutan tenaga
relawan, misalnya MEDIA INDONESIA
GROUP, atau media elektronik (RCTI,TransTV
atau SCTV) atau mempunyai
website pribadi atau apa saja termasuk
memforward email ini untuk
menyebarkan informasi ini, karena saya
tidak punya akses untuk itu.
Disini saya lampirkan juga petikan dari
Jurnal Textbook kedokteran
Harrison's Principles of Internal Medicine
tentang infeksi Clostridium
Perfringens yang hobbinya berkubang di
Mayat/Jaringan/Makanan busuk.
Perjuangan masih panjang, apalagi
mengingat baru 4000-an mayat yg telah
terkubur dari krglbh 85.000 yg
meninggal.
Ini sekaligus masukan kepada para Dermawan
untuk membantu pembelian
obat2an
khususnya antibiotika injeksi
seperti ampicilline, Cefotaxime, cairan
infus, alkohol, betadine dan kassa (Gaas),
disamping makanan siapsantap.
Apabila ada yang kurang jelas dapat
menghubungi saya di
[EMAIL PROTECTED]