Negh judul... mustinya di ganti... Idul Adha dan Teknologi
mari kita baca dialog berikut ini lebih detil... --- A Yoga R <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > **moga bermanfaat ya** > > > http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0105/19/0801.htm > Rabu, 19 Januari 2005 > Menyikapi Perbedaan Iduladha > Oleh T. DJAMALUDDIN > (Peneliti Matahari dan Antariksa Lapan Bandung >Anggota Badan Hisab Rukyat Jabar dan Depag) Orang pemerintah yah...????? > Kalangan astronom jelas menolak kesaksian tersebut > karena pada saat magrib 10 Januari 2005 di wilayah > Arab bulan telah berada di bawah ufuk. Di Mekah > bulan terbenam pukul 18.53 kemudian disusul matahari > pukul 18.56. Bagaimana mungkin terlihat hilal > padahal bulan telah terbenam. Lha kalo Alloh pengennya kaya gitu gimana??? Jangankan masalah hilal mas T.DJA... KIAMAT bukan hal yang susah bagi Alloh.... Hujan dah ga sesuai shedulenya, bumi bergerak bikin Tsunami... itu mudah... mudah... mudah... bagi ALLoh... Mungkin hitung-hitungan para astronom lagi di acak-acak sama Alloh.... jadi tidak ada hal yang tidak mungkin bagi Alloh kalo dah bilang KUN FA YAKUN ya terjadilah... > Arab Union for > Astronomy and Space Sciences (AUASS) mengeluarkan > pernyataan bahwa kesaksian tersebut keliru. Mas T. DJAMALUDDIN kok nggak ngasih bukti penolakannya... Mana buktinya?? coba di copy terus di attach... pasti punya terjemahannya yang bahasa inggris ...!! kalo emang pernyataannya bahasa arab...!! > Garis tanggal > Untuk melihat kemungkinan rukyatul hilal di seluruh > dunia, biasa digunakan hisab (perhitungan) secara > global dan digambarkan sebagai garis tanggal. Pada > peta garis tanggal diketahui di daerah mana bulan > dan matahari terbenam bersamaan. Mungkin garis tanggalnya dah berubah kaleee... dah bentar lagi KIAMAT ... > Kriteria kemungkinan teramatinya hilal di Indonesia > yang disepakati MABIMS (menteri-menteri Agama Brunei > Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) > adalah tinggi minimal 2 derajat dan umur hilal > minimal 8 jam. Garis tanggal ketinggian bulan 2 > derajat juga digambarkan pada peta garis tanggal > yang melintasi Amerika Utara, Afrika, dan Australia. > Karena bulan baru atau ijtimak terjadi pada pukul > 19.04 WIB 10 Januari, maka saat magrib 11 Januari > umur hilal telah lebih dari 8 jam. Karenanya baru > pada 11 Januari hilal kemungkinan dapat terlihat. > Maka 1 Zulhijah 1425 dapat disimpulkan jatuh pada 12 > Januari 2005. Demikian juga dengan kriteria-kriteria > lainnya. wah ternyata masih make TEORI KEMUNGKINAN toh... buatan manusia juga yah???... sholat ga yah??? yang bikinnya...!! konon awalnya dulu ilmu astronomi dari orang islam ... tapi orang islam dulu rajin-rajin sholatnya ... masih di pake juga tuh elmu... biar ga salah make sholat juga donk... kalo dah dikembangin pake teknologi Barat ga tau lha... wallohu 'alam bisowab... > Kesaksian hilal pada 10 Januari 2005 secara > astronomi harus ditolak, Nah ini...!! namanya provokasi mas T.DJA... ciri khas orang indonesia asleee.... > karena tidak mungkin > terjadi bulan yang telah terbenam dapat dilihat > berada di atas ufuk. Dapat dipastikan ada kekeliruan > pengamatan. wah... sampean ini emang lebih hebat dari Alloh yah...!!! sampe dapat memastikan segala !!! cuma Alloh yang bisa masti-in bung... kita cuma boleh bilang Insya Alloh... cuma dengan izin-NYA bisa terjadi... > Dari kalangan pengamat hilal seluruh > dunia yang bergabung dalam ICOP (International > Crescent Observation Project), tidak ada laporan > terlihatnya hilal di seluruh dunia pada hari itu. > Baru pada 11 Januari dilaporkan pengamatan hilal > dari berbagai tempat di dunia. Seperti ditunjukkan > pada peta garis tanggal, pada 11 Januari hampir > seluruh dunia berkesempatan melihat hilal yang cukup > tinggi. Salah satu pengamat di Iran berhasil > memotretnya dalam kondisi kaki langit yang berawan. OOO.... jadi masih punya batasan awan... toh Kirain dah sakti mandraguna bisa nembus awan ... lha... di indonesia ini kan mendung melulu ... piye toh ... seluruh dunia bisa melihat... tapi ga ngambil photo sendiri... abis yah ... filmnya.... jadi nyari referensi ke negara lain juga negh... malu donk... dah bikin pernyataan da dapet photonya > Dari analisis garis tanggal dan laporan rukyatul > hilal seluruh dunia, semestinya 1 Zulhijah jatuh > pada 12 Januari 2005, hari wukuf 9 Zulhijah pada 20 > Januari, dan Iduladha pada 21 Januari 2005. > Pemerintah Indonesia telah memutuskan dalam > ketetapan Menteri Agama RI bahwa Iduladha jatuh pada > 21 Januari. lagi-lagi cuap... cuap ... orang pemerintah... Tanpa document yang lengkap ... dunia mana mas... dunia lain... > Menyikapi perbedaan > > Dalam masalah ibadah, pertimbangan syariat lebih > diutamakan daripada pertimbangan lainnya. Walaupun > secara astronomi keputusan Arab Saudi dinilai > kontroversial dan keliru, secara syariat tetap > dianggap sah. Laporan saksi yang dianggap adil telah > cukup dijadikan dasar tanpa perlu konfirmasi apa > pun. Itulah keyakinan Majelis Tinggi Arab Saudi. > Karenanya di Arab Saudi dan negara-negara sekitarnya > yang mengikutinya, sah bagi mereka untuk beriduladha > 20 Januari 2005. lha... hal ini bukannya sesuai dengan hadist mas ... > Masalahnya kemudian timbul kebingungan pada sebagian > masyarakat di Indonesia yang akan beriduladha pada > 21 Januari 2004. Sahkah saum Arafah pada 20 Januari > 2005 saat saudara-saudara kita di Arab Saudi > beriduladha? Kita ketahui, saum pada hari raya haram > hukumnya. Masalah ini sederhana saja. Dalam ibadah > kita tidak boleh ada keraguan, pilih mana yang kita > yakini. Lha ini orang agamanya apa toh... maen nyederhana-in aja... dikira bikin sambel... Ibadah kok asal yakin... agama kok asal yakin... Islam ga bisa begitu mas... emang ada hadistnya...??? kalo ibadah itu asal yakin !!! sampean ini bukan saja provokator tapi cukup menyesatkan juga... jangan main-main sama Islam mas.. KUALAT nanti di akherat ..!!! pake nulis dikoran lagi.... > Bila kita yakin mengikuti Arab Saudi, saum pada 20 > Januari jelas haramnya karena kita yakin hari itu > Iduladha. Tetapi lain masalahnya kalau kita > mengikuti ketetapan pemerintah Indonesia yang > menganggap 20 Januari masih 9 Zulhijah, maka sunnah > untuk saum Arafah pada hari itu. Tidak haram saum > karena yakin hari itu bukan Iduladha. Tidak boleh > ada keraguan dengan mengikuti Iduladha seperti > ketetapan di Indonesia, tetapi juga meyakini > Iduladha seperti di Arab Saudi. Tidak ada dua kali > Iduladha yang diyakini, salah satunya harus > ditinggalkan. pemerintah indonesia dari dulu juga suka aneh-aneh ...! mungkin karena Idul Fitri + Idul Adha di anggap acara cerimonial kenegaraan makanya ga mao nge-geser... udah lha ga usah jadi acara ceremonial segala... jadi jadwal presiden ga terganggukan....!!!! Maaf Ya Pemerintah...!!! Sampean iki sukanya yang aneh-aneh segh.... > Keyakinan untuk merayakan Iduladha berdasarkan > penetapan 1 Zulhijah di masing-masing tempat telah > dilaksanakan di banyak negara. Dewan Fiqih Islamic > Society of North America (ISNA) akhirnya juga > beralih mengikuti rukyatul hilal setempat, walau > sebelumnya selalu mengikuti Arab Saudi dalam > penetapan Iduladha. Keputusan itu diambilnya, antara > lain setelah berkonsultasi dengan ulama Arab Saudi > yang menyatakan tidak ada beda penetapan Idulfitri > dan Iduladha. Kita harus konsisten, bila Idulfitri > ditetapkan berdasarkan rukyat setempat, demikian > pula dengan Iduladha. katanya tadi diatas seluruh dunia bisa melihat hilal.... gimana segh... kok jadi maen blok-blok an begini lagi... wah kalo ini mah ga salah lagi... omongan orang pemerintah bo... ngomong kok di bolak-balik... > Sebagian kalangan masih banyak yang berpendapat > bahwa Iduladha semestinya mengacu pada hari wuquf di > Arafah. Namun tidak ada dalil yang kuat yang > menyatakan Iduladha mesti sehari sesudah wukuf, > semuanya bersifat ijtihadiyah yang bisa > diperdebatkan. Tidak salah juga Iduladha > dilaksanakan 10 Zulhijah, karena wukuf 9 Zulhijah. > Dan 10 Zulhijah dapat berbeda di setiap tempat > bergantung saat terlihatnya hilal. Ada juga yang > berpendapat Iduladha (hari raya kurban), bukanlah > Idul Hajj (hari raya haji) yang terikat dengan > ritual di tanah suci dan hanya ada di tanah suci. > Sehingga tidak semestinya Iduladha selalu mengacu > pada hari wukuf. Bagaimanapun juga tidak mungkin > disamakan waktunya dengan waktu di tanah suci. wah yang bilang dalilnya tidak kuat tuh siapa..??? sampean mas T.DJ...!!! ini pendapat sampean sendiri atau dari kyai... sampean ini emang lebih hebat dari Alloh yah ...!!! > Untuk menenteramkan umat ketika terjadi perbedaan > dalam penentuan hari raya, Majelis Ulama Indonesia > (MUI) telah mengeluarkan fatwa nomor 2/2004 tentang > Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Fatwa > MUI menyatakan bahwa penentuan awal Ramadan, Syawal, > dan Zulhijah dilakukan berdasarkan metode rukyat > (pengamatan hilal, bulan sabit pertama) dan hisab > (perhitungan astronomi) oleh pemerintah c.q. Menteri > Agama dan berlaku secara nasional. Ini menegaskan > bahwa kedua metode yang selama ini dipakai di > Indonesia berkedudukan sejajar. Keduanya merupakan > komplemen yang tidak terpisahkan. Masing-masing > punya keunggulan, namun juga punya kelemahan kalau > berdiri sendiri. Otoritas diberikan kepada > pemerintah sebagai "Ulil Amri" yang wajib ditaati > secara syariat. Fatwa MUI juga menegaskan bahwa > seluruh umat Islam Indonesia wajib menaati ketetapan > pemerintah RI tentang penetapan awal Ramadan, > Syawal, dan Zulhijah. Ulil amri yang bagaimana yang harus ditaati... Ulil amri yang Korup... yang suka ngeboongin rakyat... yang suka mark-up proyek... yang abis-abisan kampanye pake duit pribadi... trus ngejar setoran setelah jadi... Ulil amri yang bagaimana yang harus di taati???? kan ulil amri yang khas di indonesia ... ya.. yang saya sebutkan diatas itu... > Terkait masih banyaknya kalangan yang mengikuti Arab > Saudi dalam penetapan Iduladha sehingga berbeda > dengan penetapan di Indonesia, ada yang menarik dari > penuturan seorang wakil di Badan Hisab Rukyat dari > ormas Islam yang biasa mengikut Arab Saudi. Seorang > mufti Arab Saudi pernah memberikan tausiyah > (nasihat) bahwa menjaga ukhuwah lebih diutamakan > daripada memisahkan diri dalam pelaksanaan Iduladha > demi mengikuti Arab Saudi. Karenanya ormas Islam > tersebut kemudian mengikuti penetapan Iduladha di > Indonesia, walau belakangan kembali lagi pada sikap > semula. jadi menjalan kebenaran yang itu tidak wajib donk... wah... anda benar-benar sangat menyusahkan orang.. kaya buah si malakama donk... jadi kalo gitu secara tidak langsung pemerintah... berkata : sembunyikanlah..!! kebenaran toh... hukumnya sunah... jagalah ukhuwah...!!! karena hukumnya wajib... jadi kesimpulan sebenarnya ... mengerjakan yang wajib dengan tidak benar... karena menyembunyikan yang benar... apakah itu benar???????? wah bener-bener keterlaluan..... edan... edan... Negara E.... > Upaya penyatuan Iduladha memerlukan pendekatan > ukhuwah, bukan dengan memperdebatkan dalil dan > logika ilmiah yang mungkin tidak berujung. Saum > arafah dapat dilaksanakan berdasarkan pendapat > masing-masing, mengikuti hari wukuf di Arafah atau > tanggal 9 Zulhijah di Indonesia. Saum bersifat > pribadi, sehingga tidak tampak perbedaannya di > masyarakat. saum memang bersifat pribadi... tapi kalo salah ga enak sendiri ... malu sama Alloh... punya pemerintah kok kaya gini... apa perlu Alloh kirimin TSUNAMI kedua mas... TOBAT.... TOBAT.... BERTOBAT-LAH SEBELUM AJAL MENJEMPUT > Namun untuk pelaksanaan Iduladha > mestinya dapat diseragamkan. Sebagian besar ulama > membolehkan melaksanakan salat Iduladha selama hari > tasyrik sehingga ada toleransi bagi yang mengikuti > Arab Saudi untuk menunda salat Iduladha untuk > bersama dengan saudara-saudara lainnya di Indonesia. > Pelaksanaan kurban juga bisa dilaksanakan selama > hari tasyrik sehingga tidak bermasalah dalam hal > ini. Alangkah indahnya bila ukhuwah diutamakan dalam > menghadapi perbedaan pendapat.*** Di seragamkan... Nggak bener kok... ngajak-ngajak orang... gimana segh...!!! PIKIRIN RAKYAT pake muat lagi negh artikel.... bener2 payah....!!! bikin BETE kenapa lagi gua baca ... ngaco bener negh yang nulis artikel.... wah.... bener2 bukan hal yang menyenangkan....!!!! __________________________________ Do you Yahoo!? Meet the all-new My Yahoo! - Try it today! http://my.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/i8TXDC/5WnJAA/HwKMAA/4tWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
