Jam sudah menunjukkan pukul 13.35 dan aku masih duduk
di sini, berpikir tentang hari ini dan hari nanti.
Sebuah nama terus berdengung dalam benakku. Bimo
Nugroho...Bimo Nugroho. Ketika aku mendengar namanya
disebut kemarin oleh Mbak Dini, rasanya aku seperti
disambar petir di siang bolong. Tanpa sadar aku sampai
membekap mulutku. 

Ya ampun, pikirku. Kejutan apa lagi ini? Dalam
imajinasiku bisa kubayangkan para algojo mempersiapkan
sebuah tiang gantungan di hadapanku dengan kalimat
"habislah kamu". Dan yah, barangkali itu argumen yang
tepat mengingat situasi mengerikan yang telah kubangun
untuk diriku sendiri di masa depan. Aku, seseorang
yang selama ini tak pernah tertarik pada politik,
dengan begitu beraninya telah mengambil judul tesis
berkaitan dengan politik mengenai suatu masalah yang
berada di luar area ilmuku, komisi penyiaran
indonesia. Semula kupikir tidak ada salahnya mencoba
sesuatu yang baru, tapi aku kurang memprediksi bahwa
ada 3 orang lain yang akan mengambil tema yang sama.
Salah satunya Bimo Nugroho, seseorang yang tergabung
dalam komisi tersebut dan berpengalaman di bidang
penyiaran selama...entahlah...belasan tahun mungkin,
yang sering diwawancara dan mengeluarkan argumen di
berbagai media massa.

Puh...tentu saja aku gentar. Bohong kalau aku bilang
"ah...cuma Bimo Nugroho" dan "ah, siapa takut
berhadapan dengan mereka-mereka yang lebih senior dari
aku". Oke lah. Di tengah jalan 2 lainnya mengatakan
mengundurkan diri dari tema tadi karena tidak sanggup
menjawab pertanyaan-pertanyaan pembimbing dan takut
tidak bisa menyelesaikan tulisan dalam 4 bulan. Tapi
tetap, kita bicara soal Bimo Nugroho gitu loh. Yaiks.
Kalau dibandingkan, dia itu langit dan aku bumi.
Itupun aku bukan berada di permukaan bumi kita yang
tercinta ini, melainkan terpendam dalam tanah yang
penuh lumpur dengan jari kelingkingku saja menyembul
dari dasarnya.

Barangkali aku terlalu paranoid yah. Tapi memang ada
alasannya aku takut. Rasanya benar-benar seperti
terjun payung tanpa menggunakan parasut atau dikubur
hidup-hidup dengan hanya berbekal sebuah sedotan
kecil.

Bagaimanapun, aku akan terus maju pantang mundur. Aku
sudah berjalan sejauh ini. Masa aku berhenti di tengah
jalan hanya gara-gara seorang Bimo? 

Kita lihat saja nanti. Untuk sementara, aku berusaha
menepis rasa takutku dan berusaha mencari data dan
menulis semampuku. Siapa tahu saja...yah siapa tahu
saja pengetahuan dan kemampuanku tidak seburuk yang
aku duga. 

Jadi, Mas Bimo. You got yourself a challenge! (Oh
God..dear God..please..please guide and help me).

(Nadiah Abidin, 25 Maret 2005)




                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/KZzaMD/.WnJAA/HwKMAA/4tWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke