Memulai dari akhir

Proses belajar yang dialami oleh suatu individu,
masyarakat bahkan suatu bangsa adalah suatu kerumitan
yang mengagumkan. Begitu banyak faktor yang terlibat
dan filosofi yang dikembangkan, yang secara
keseluruhan menentukan keunikan dan kemajuan yang
dicapai. 
Jepang adalah ikon kemajuan yang dicapai oleh bangsa
Asia. Kemajuan teknologi, sains dan industri yang
dicapai oleh negeri sakura, menjadikannya  macan
ekonomi Asia yang memiliki peran amat menentukan dalam
perekonomian dan perindustrian global.
Padahal, kita sama-sama mengetahui bahwa Jepang
menyimpan satu kenangan tragis tentang kehancuran
fisik yang dialami negeri ini pasca penjatuhan bom
atom  pada tahun 1945. Hiroshima dan Nagasaki rata
dengan tanah. Tinggal puing dan tak menyisakan
apa-apa, kecuali semangat. Semangat untuk bangkit dari
keterpurukan dan kehancuran masal.
Trauma yang ditinggalkan pasca pemboman jelas
berbekas. Generasi Jepang pasca pemboman tak lagi
mengkonsentrasikan segala sumber daya untuk memperkuat
basis kemiliteran. Sebaliknya, mereka mengalihkan peta
kekuatan pada sektor ekonomi dan industri. Saat ini
kita semua mengakui bahwa tindakan tersebut sangat
tepat.
Otomotif adalah satu dari sekian banyak sektor
industri andalan negeri ini. Jepang membangun sektor
yang menjadi primadona ekonominya melalui suatu
filosofi belajar yang unik; mulailah dari akhir,
kemudian akhirilah dari awal. 
Secara sederhana, filosofi ini dapat  kita fahami
sebagai berikut. Jika suatu bangsa ingin mengetahui
bagaimana membuat sebuah mobil bahkan lebih jauh lagi
ingin menjadi negara produsen mobil, maka tidaklah
perlu untuk belajar lebih dulu tentang apa fungsi
karburator, spuyer, gardan dan berbagai komponen
penyusun mobil lainnya, karena hal tersebut
membutuhkan waktu yang terlalu lama. Sebaliknya,
belilah sebuah mobil dari sebuah negera produsen mobil
(Eropa dan Amerika), lalu bongkar, pelajari dan tiru!.
Setelah itu, mulailah memetakan kekuatan dan kelemahan
dari industri otomotif  negara tersebut.
Mobil produksi negara-negara Eropa dan Amerika umumnya
memiliki kapasitas silender (Cylinder capacity –red)
yang besar, model yang relatif konservatif dan
membidik segmen pasar ekonomi menengah atas.
Konsekuensinya jelas, mobil-mobil yang dihasilkan
negara-negara tersebut amat boros konsumsi bahan bakar
dan seolah hanya diperuntukan untuk mereka yang
berkantung tebal, serta modelnya sangat membosankan. 
Jepang menilai hal ini sebagai celah dan peluang lebar
untuk menciptakan mobil dengan filosofi yang sama
sekali berbeda, demi melakukan penetrasi pasar yang
lebih luas. 
Dengan menggunakan bahan-bahan yang mayoritasnya
merupakan hasil daur ulang (seperti besi-besi bekas
-pen), Jepang mencoba menekan biaya produksi.
Konsekuensinya, harga mobil produksinya jauh lebih
murah. Kapasitas silinder yang diciptakanpun relatif
lebih kecil sehingga bisa menghemat konsumsi bahan
bakar. Terakhir jepang telah menetapkan model mobil
produksinya  selalu up to date dan mampu memenui
selera pasar yang cenderung mudah bosan.
Kenyataan hari ini menunjukkan, merek mobil Honda,
Suzuki, Nissan mampu menggeser sejumlah nama besar
pabrikan mobil Eropa sekelas BMW, Renault, Volvo juga
mobil produksi Amerika semisal Ford dan  masih banyak
lagi. Bahkan mobil-mobil pabrikan Jepang, berhasil
merebut pasar di Negara-negara  Eropa dan Amerika. 
Hal itu bermula dari filosofi belajar yang unik,
kemudian bangsa Jepang menyempurnakannya dengan
pemahaman tentang peran kreatifitas dan kejelian dalam
melihat dan mengoptimalkan peluang pasar. Bagaimana
dengan bangsa Indonesia?


Genis Ginanjar Wahyu, S.Ked
Pemerhati dunia pendidikan dan editor Ikatan Penulis
Artikel Kesehatan Populer FK Unpad/ RSHS.

d.a Taman Wisma Asri Blok M70/56
Bekasi Utara 17121    
HP: 0817825212/ (022)6034627


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke