MELEBIHI BATAS IMAJINASI: TIPS MENULIS & TANGGAPAN TENTANG SEPARUH JIWA
Kriiing Halo Nadiah? Yah? Nad, lo kenapa? Lagi sakit? Patah hati? Putus asa? Frustasi? Tulisan lo itu. Aduh! Dalam banget deh. Tapi, kayaknya nelangsa geto loh! Kenapa sih? Ayo deh, cerita sama gue. Kenapa lo? Kenapa? Kriing Halo Bisa bicara dengan ibu Nadiah? Yap. Whats up, Bi? (aku sudah hafal suara sahabatku itu) Ibu Nadiah sedang kena masalah cinta? Sepertinya rendah diri dan butuh bantuan. Sejak kapan mulai terjangkit dilema pernikahan? Dari kecilkah? Tulisan Separuh Jiwa tentu pengalaman pribadi bukan? ... Kriing... Nada protes terus mengalir deras. Wuah. Aku jadi kewalahan. Terima kasih banyak loh atas tanggapannya. Aku hargai banget. Jarang-jarangnya nih aku dapat respons sehebat ini. Bagaimanapun, sepertinya perlu dijelaskan bahwa sebuah renungan bukan berarti bahwa setiap detail yang tercakup di dalamnya adalah sesuatu yang sungguh-sungguh kita rasakan dan alami pada momen tertentu. Bicara mengenai cerita Separuh Jiwa, paragraf pembuka misalnya melalui proses pemikiran yang agak lama. Awalnya aku hanya ingin mengisahkan pengalamanku datang ke pernikahan Sandi bersama teman-teman. Tetapi, kemudian aku teringat pada percakapan-percakapan kecilku dengan sejumlah sahabat cewek. Dan aku jadi sadar bahwa pernikahan merupakan salah satu hal terbesar dan paling dinanti dalam kehidupan sebagian perempuan. Sehubungan dengan itu, barangkali aku telah memilih perbendaharaan kata yang terlalu melankolis untuk menggambarkan makna pernikahan bagi perempuan. Mohon maaf jika terkesan cengeng dan menyedihkan. Hanya saja, dari sudut pandangku, bahasan tentang cinta dan isi hati baru akan tersampaikan dengan baik apabila dipaparkan dengan sehalus mungkin mengingat ia menyentuh relung-relung kalbu kita yang terdalam. Tidak mengherankan jika dalam keseharian orang-orang yang tenggelam dalam romantika pemikirannya, sedang jatuh cinta, atau dalam penantian terhadap kasih yang tak kunjung sampai, mungkin terdengar lucu, desperado, atau gombal tuturannya bagi mereka yang tidak merasakan hal yang sama. Untuk memahami maksudku, tidak perlu mencari jauh-jauh. Simak saja kisah Romeo dan Juliet, lagu-lagu Padi, Jikustik, dan Flanella. Bait lagu Flanella kalau tidak salah diantaranya berbunyi: Jika engkau menerima cintaku, aku akan setia kepadamu. Karena engkau yang selama ini kucari. Bagaimana pendapatmu soal lirik ini? Indah? Sedih? Atau malah cuih? Inspirasi tulisan sebenarnya bisa datang dari mana saja. Pengalaman pribadi tentu guru yang paling berharga. Bagaimanapun, itu bukan satu-satunya sumber ide yang dapat menjadi acuan kita. Ada banyak perangkat dan cara lain yang bisa kita pergunakan. Misalnya saja melalui wawancara dan dialog dengan orang lain, membaca novel, menonton autobiografi tokoh ternama, mendengarkan musik sambil memerhatikan bait-bait lagunya, mengobservasi perilaku orang di jalanan atau tempat yang kita lewati, bahkan melalui imajinasi. Penulis Harry Potter, J.K. Rowling, sebagai contoh memperoleh gagasan untuk membuat kisah penyihir cilik paling populer abad ini dari hasil rekaan pikirannya ketika kereta api yang ditumpanginya dari London menuju Manchester mogok di tengah jalan selama berjam-jam pada suatu hari yang agak mendung di bulan September 1990. Duduk dalam kereta sambil memandangi segerombolan sapi dari balik jendela, memberi Rowling ide tentang Harry, bocah yatim piatu yang di usianya yang kesebelas memperoleh kejutan terbesar dalam hidupnya, sebuah identitas baru sebagai seorang penyihir hebat dengan segala intrik dan petualangan dalam mencari kebenaran tentang kematian orangtuanya dan melawan penguasa kegelapan, Tom Malvoro Ridley atau Lord Voldemort. Hebat bukan. Segerombolan sapi bisa menjadi penyulut gagasan brilian dari sebuah dunia khayali yang baru tujuh tahun kemudian bisa dinikmati dan dikagumi oleh jutaan pecinta buku di seluruh dunia. Kedengarannya mungkin konyol, tapi begitulah cara kreativitas dapat terwujud. Inspiration can come in mysterious ways. Yang perlu kamu lakukan hanyalah membuka mata, membuka telinga, membuka hati, untuk menemukan sebuah cerita yang menurutmu layak untuk diangkat. Pada saat awal, menyusun sebuah kalimat utuh saja mungkin sulit. Aku sendiri pertama kali mengalami banyak hambatan. Aku tahu tema yang ingin aku kemukakan, tapi seluruh kata-kata yang ingin aku sampaikan tersebar dan seolah-olah berenang-renang ke segala arah dalam otakku. Aku berhasil menangkap beberapa, tapi predikat dan obyek sering bandel, dengan gesit menghindar dan berusaha melarikan diri dariku. Sampai sebal jadinya. Syukurlah aku dapat dorongan dari salah seorang sahabatku. Setelah mengirim beberapa puisi dan cerita pendek yang menurutku tidak bermutu ke alamat emailnya yang semula kukira tidak terpakai lagi, dia menyemangatiku untuk terus mengembangkan tulisanku. Katanya, tulisan kamu tidak buruk-buruk amat. Bagus malah. Aku baru tahu kalau bunga pun ternyata punya perasaan. Memang kasihan yah kalau kita petik. Dia kan juga ingin hidup. Baca opininya, aku melihat bahwa tulisan apapun bisa membawa sebuah perubahan. Senang rasanya setiap kali aku mendengar ada yang memberitahuku bahwa cara pandang mereka berubah, mereka mengalami hal yang sama atau memperoleh pelajaran dari apa yang aku ungkapkan. Artinya, tanpa kusadari aku berhasil membuat sebuah simpul kecil kebaikan dan jalinan pertemanan dengan orang-orang yang sebagian mungkin belum pernah aku kenal sebelumnya. Tahun ini adalah tahun ketiga sejak aku pertama kali menorehkan penaku. Berawal dari setengah halaman, bertambah menjadi dua halaman, meningkat menjadi enam halaman, dan sekarang sudah bisa sepuluh halaman. Mudah-mudahan lama-lama bisa menghasilkan novel. Aku benar-benar antusias. Memang dari segi tema belum beranjak jauh dari kehidupan sehari-hari yang sebagian besar bersumber pada pengalaman pribadi, tetapi aku sudah mampu menambah imajinasiku ke dalamnya, sehingga hasil akhirnya bersifat semi fiksi. Alasan aku menulis Separuh Jiwa sederhana. Aku ingin memaparkan beragam persoalan yang dihadapi perempuan dalam mencari pendamping hidupnya, mulai dari rasa tidak percaya diri karena merasa dirinya mungil dan tidak menarik, trauma masa kecil, hambatan moril berhadapan dengan laki-laki yang sepertinya lebih mengutamakan egonya, serta impian setiap perempuan akan seseorang yang tidak perlu sempurna, tapi dari segi iman, sifat, dan perilaku mencerminkan jiwa yang sehat, berenergi, dan pengertian. Dia tidak perlu menjadi orang paling cerdas, paling kaya, paling tampan sedunia, tapi paling tidak menghormati perempuan dan menerima mereka apa adanya. Jika kemudian, kesimpulan akhirnya adalah bahwa aku sedang mengalami breakdown dan membutuhkan seorang psikiater untuk menyembuhkan defisiensi yang aku derita, maka tujuan dari tulisanku tidak tercapai. Bagaimanapun, kepedulian untuk membantu kekuranganku, merupakan satu nilai positif yang patut diacungkan jempol. Dengan semakin individualisnya gaya hidup di perkotaan, ini merupakan pertanda yang baik dari sebuah jalinan persahabatan dan kekeluargaan yang mudah-mudahan bertambah erat dan luas. Jadi, teman-teman. Chill up! Aku baik-baik saja. Dan tidak, terima kasih. Aku tidak perlu ke dokter, wong dokternya tiap hari juga mondar-mandir di rumahku (ayahku maksudnya). Kalau punya waktu luang, coba baca lagi ceritanya. Terlepas dari sisi menyedihkan dan sempit yang bisa kamu tangkap, apa tidak ada hal lain yang bisa kamu ambil dari tulisanku itu? Aku sebenarnya menyelipkan cukup banyak petunjuk tentang apa yang diidamkan perempuan (dari penuturan teman-teman yang aku kenal). Kamu hanya perlu membacanya dengan lebih jeli. Dan jika kesimpulanmu tetap sama, maka anggaplah tulisan ini sebagai bingkisan dari seorang teman, yang mungkin tidak manis, tapi dari rasa pahitnya memberimu kesempatan mengecap sisi lain dari pemikiran seseorang. (Nadiah Abidin, 22 September 2005, pukul 07.44) PS: Selamat menempuh hidup baru buat Maritania, Tanti, Desi, Dini, dan, Sandi (sorry ya San. Gara-gara peniti pengait jilbabku patah, jadi lupa ngangpao :D); buat sohib-sohibku yang lagi bete sama tempat kerjanya, just think of me (kayak ngaruh aja yah :); buat Surjo, trims banget tanggapannya (tanggapan dengan nada positif pertama yang aku terima dari teman ikhwan). Buat yang lain, have a nice day! __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/G7lQgA/FpQLAA/HwKMAA/4tWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
