Petunjuk bagi penduduk yang tinggal di daerah yang tertular flu
burung
Penyebaran flu burung di daerah yang tertular bisa dicegah
- orang sebaiknya menghindari kontak dengan ayam, bebek dan unggas
lainnya kecuali sangat perlu. Ini adalah cara terbaik untuk mencegah
infeksi oleh flu burung.
- Anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi karena mungkin mereka
bermain di tempat di mana unggas berada.
>
Ajarilah anak anak untuk mengikuti petunjuk berikut :
Hindari kontak dengan unggas jenis apapun, dengan bulu bulunya,
kotoran maupun limbahnya.
Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan.
Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sesudah bersentuhan dengan
unggas.
Jangan tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas.
- Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun yang mati dari satu
tempat ke tempat lain, bahkan sekalipun anda kira unggas tersebut
sehat.
- Menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan ditempat, tanpa
memindahkannya ke luar dari area tersebut.
- Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular untuk makanan
keluarga maupun hewan peliharaan anda. Penyembelihan dan penanganan
unggas tersebut untuk makanan adalah berbahaya.
- Apabila anda secara tidak sengaja kontak dengan unggas di daerah
tertular, seperti misalnya menyentuh badan unggas, feses atau kotoran
unggas yang lain, atau berjalan di atas tanah di mana ada kotoran
unggasnya:
Cucilah tangan sampai bersih memakai air dan sabun sesudah setiap
kontak.
Lepaskan sepatu di luar rumah dan dibersihkan.
Periksa suhu tubuh anda sekali setiap hari selama 7 hari. Apabila
anda demam ( di atas 37.5 oC), periksakan diri anda ke dokter atau ke
rumah sakit terdekat dengan segera.
Penanganan yang benar terhadap unggas yang sakit, diduga karena flu
burung atau unggas yang mati merupakan kontrol yang penting untuk
mencegah penyebaran penyakit.
- Anak anak di jaga agar tidak mendekati unggas yang sakit atau mati.
- Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau sakit, pakailah
alat pelindung, seperti masker, goggle (pelindung mata), sepatu boot,
sarung tangan..
Apabila peralatan tersebut tidak tersedia, gunakan kain/sapu tangan
untuk menutup mulut dan hidung, pakailah kaca mata, gunakan tas plastik
sebagai sarung tangan dan pembungkus sepatu dan mengikatnya pada
pergelangan tangan dan kaki dengan karet. Pakailah baju overall yang
bisa dicuci.
- Apabila anda baru pertama kali mendapati unggas yang sakit atau mati
dan tidak yakin situasinya, segera beritahu petugas yang berwenang dan
serahkan penangan unggas tersebut kepada ahlinya.
Dekontaminasi kebun atau kandang ayam akan membantu menghambat
penyebaran penyakit.
- Apabila mungkin, mintalah jasa petugas yang ahli untuk membantu
dekontaminasi kebun atau kandang ayam.
- Apabila hal itu tidak mungkin, dan anda harus mengejakannya sendiri,
pakailah perlengkapan untuk melindungi mata, kepala, tangan, kaki dan
bagian bagian lain yg tidak tertutup pakaian.
- Unggas yang mati harus dikubur dengan aman (lihat bab berikutnya)
- Pembersihan yang efektif akan menghilangkan bulu bulu atau feses yang
tertinggal di kandang.
- Virus flu bisa bertahan untuk sementara waktu di bahan bahan organic,
jadi melalui pembersihan total dengan deterjen merupakan langkah yang
amat penting. Semua bahan organic harus disingkirkan dari kandang ayam
sedapat mungkin.
- Oleh karena area terbuka (pekarangan) yang digunakan untuk memelihara
unggas sulit untuk di bersihkan ataupun didesinfeksi, unggas sebaiknya
ditiadakan dari area tersebut selama paling sedikit 42 hari untuk
membiarkan radiasi ultraviolet menghacurkan sisa sisa virus. Periode
pengosongan ini perlu diperpanjang pada musim dingin (hujan).
- Penyemprotan desinfektan pada tumbuh tumbuhan di pekarangan/kebun
maupun pada tanah hampir tidak ada gunanya, karena bahan kimia tersebut
akan diinaktifkan oleh bahan organic. Pengupasan lapisan tanah biasanya
tidak dianjurkan kecuali bila kontaminasi feses pada tanah tersebut
sangat berat.
Unggas yang mati dan feses/kotorannya harus dikubur.
- Sedapat mungkin, mintalah bantuan dari petugas peternakan setempat
bagaimana cara mengubur bangkai unggas dengan aman.
- Pada waktu mengubur bangkai unggas dan fesesnya, usahakan untuk tidak
menimbulkan debu. Semprotlah terlebih dahulu area penguburan dengan air
untuk melembabkan. Kuburlah bangkai unggas dan fesesnya dengan
kedalaman paling sedikit 1 meter.
- Setelah bangkai unggas telah dikubur dengan benar, bersihkan seluruh
area dengan seksama menggunakan deterjen dan air. Virus flu relatif
bisa dimatikan oleh berbagai jenis deterjen dan desinfektan.
Pakaian pelindung yang terkontaminasi harus ditangani dengan benar atau
dimusnahkan.
- Setelah area dibersihkan, lepaskan semua perlengkapan pelindung dan
cucilah tangan dengan air dan sabun.
- Cucilah pakaian menggunakan air panas atau air sabun yang hangat.
Jemurlah dibawah sinar matahari.
- Letakkan sarung tangan bekas pakai dan benda benda lain yg akan
dimusnahkan ke dalam kantung plastik untuk dimusnahkan dengan aman.
- Bersihkan semua perlengkapan yang bisa dipakai kembali seperti
misalnya sepatu boot dan kaca mata pelindung menggunakan air dan
deterjen, tapi jangan lupa untuk mencuci tangan setelah memegang benda
benda tersebut.
- Benda benda yang tidak dapat dibersihkan dengan baik harus
dimusnahkan.
- Bersihkan badan/ mandi dengan air dan sabun. Cucilah rambut juga.
- Hati hati untuk tidak menyentuh lagi pakaian atau benda yang
terkontaminasi, atau mengotori lagi area yang telah dibersihkan.
- Yang paling penting, cucilah tangan setiap selesai menangani benda
benda yang terkontaminasi.
Alas kaki/sepatu juga harus didekontaminasi.
- Setelah berjalan di area yang mungkin terkontaminasi ( misalnya:
peternakan, pasar, kebun tempat memelihara ayam), bersihkan sepatu
sebaik mungkin menggunakan air dan sabun.
- Pada saat membersihkan sepatu, berhati hati agar tidak ada kotoran
yang terpercik ke wajah atau ke baju. Pakailah kantong plastik untuk
melindungi tangan, lindungi mata dengan kaca mata atau goggles,
tutuplah hidung dan mulut dengan kain/ saputangan.
- Tinggalkan sepatu dan sepatu boot di luar rumah sampai kita merasa
yakin sepatu tersebut sudah benar benar bersih.
Orang orang yang menderita gejala flu/pilek sebaiknya lebih berhati
hati.
- WHO percaya bahwa sangatlah penting untuk mencegah penyebaran flu
manusia pada area yang terkena flu burung. Apabila flu manusia dan flu
burung saling kontak, ada resiko terjadinya pertukaran materi genetis
yang bisa menimbulkan terbentuknya jenis virus baru.
- Setiap orang yang sedang menderita flu/pilek haruslah berhati hati
dengan kotoran dari hidung(ingus) dan mulutnya pada saat berada di
sekitar orang lain, terutama anak anak, untuk mencegah penularan flu
manusia.
- Tutuplah hidung dan mulut pada waktu batuk atau bersin. Gunakan tissue
dan dibuang setelah sekali pakai. Ajarkan anak anak untuk melakukan hal
ini juga.
- Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setiap sehabis menyentuh
kotoran hidung atau mulut karena kotoran tersebut bisa mengandung
virus.
- Anak anak cenderung untuk menyentuh wajah, mata dan mulut dengan
tangan yang masih kotor. Ajarkan pada anak anak untuk mencuci tangan
setelah batuk, bersih dan menyentuh benda benda yang kotor.
- Laporkan ke petugas kesehatan segera dan konsultasikan ke ahli
kesehatan apabila anda menderita demam dan atau gejala seperti flu.
Tindakan pencegahan bisa dilakukan apabila mengunjungi teman/saudara
yang dirawat di rumah sakit
- Apabila anda mengunjungi pasien yang menderita flu burung, ikuti
petunjuk dari petugas rumah sakit untuk mengenakan pakaian pelindung,
termasuk masker, jas laboratorium, sarung tangan dan goggles (pelindung
mata).
- Pakaian pelindung seperti itu dibutuhkan apabila anda akan kontak
secara langsung dengan pasien atau lingkungan di mana pasien berada.
- Pastikan bahwa masker yang anda kenakan unkurannya pas buat anda.
Apabila tidak, bicarakan dengan petugas rumah sakit.
- Pada waktu anda meninggalkan ruangan pasien, anda harus melepaskan
semua pakaian pelindung tersebut dan mencuci tangan dengan air dan
sabun.
Di daerah tertular, di mana adanya flu burung telah dipastikan, jangan
mengkonsumsi daging ayam yang berasal dari ayam yang sakit atau mati.
- Di daerah tertular, disarankan untuk tidak memanfaatkan ayam sakit
atau mati untuk makanan orang maupun hewan. Walaupun nampak sehat, ayam
yang berasal dari daerah tertular jangan dimanfaatkan untuk makanan .
Di daerah sekitarnya ( yang berdekatan dengan daerah tertular) beberapa
tindakan pencegahan perlu dilakukan.
- Secara umum, hanya unggas yang sehat yang boleh dimanfaatkan sebagai
bahan makanan.
- Untuk memotong/mematikan unggas, gunakan cara cara agar anda maupun
lingkungan di rumah anda tidak dicemari oleh darah, debu, feses maupun
kotoran lain yang berasal dari unggas tersebut. Tanyakan ke petugas
peternakan setempat mengenai prosedur pemotongan unggas yang benar.
- Untuk pencabutan bulu, gunakan cara yang benar agar tidak mengotori
anda maupun lingkungan tempat tinggal anda. Cara terbaik adalah dengan
merendam unggas tersebut di dalam air panas sebelum mencabuti bulunya.
- Untuk membersihkan isi perut dan usus unggas gunakan cara yang benar
agar tidak mengotori lingkungan tempat tinggal anda.
- Jangan menyentuh benda benda lain maupun wajah anda (misalnya:
mengusap mata) pada saat anda melakukan prosedur prosedur tersebut di
atas, kecuali setelah anda mencuci tangan dengan air dan sabun.
Lakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa unggas atau
produk asal unggas diproses dengan benar dan aman untuk di konsumsi.
- Ayam diproses secara higienis dan di masak sampai matang, contohnya:
sudah tidak ada lagi cairan berwarna kemerahan, ayam dianggap aman
untuk di makan.
Tetapi perlu diingat bahwa apabila ayam tersebut mengandung penyakit
menular spt misalnya flu burung, orang yang memasak ayam tersebut
mempunyai resiko tertular demikian juga lingkungan tempat ayam itu
dipersiapkan untuk dimasak bisa tercemar oleh virus.
- Telur juga bisa membawa bibit penyakit, seperti misalnya virus flu
burung di bagian dalam telur maupun di kulit luarnya. Telur mentah dan
kulit telur harus ditangani dengan hati hati. Cucilah kulit telur
dengan air sabun dan cucilah tangan setelahnya. Telur yang dimasak
sampai matang (direbus selama 5 menit pada temperature 70oC) tidak akan
menularkan virus flu burung apabila dimakan.
- Secara umum, semua makanan harus dimasak sampai matang, mencapai
temperatur paling sedikit 70oC atau lebih di bagian dalam.
Diterjemahkan dari : "Advice for people living in areas affected by bird
flu or avian influenza". 8 November 2004. World Health Organization -
Western Pacific Region.
Penyebaran flu burung di daerah yang tertular bisa dicegah
- orang sebaiknya menghindari kontak dengan ayam, bebek dan unggas
lainnya kecuali sangat perlu. Ini adalah cara terbaik untuk mencegah
infeksi oleh flu burung.
- Anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi karena mungkin mereka
bermain di tempat di mana unggas berada.
>
Ajarilah anak anak untuk mengikuti petunjuk berikut :
Hindari kontak dengan unggas jenis apapun, dengan bulu bulunya,
kotoran maupun limbahnya.
Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan.
Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sesudah bersentuhan dengan
unggas.
Jangan tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas.
- Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun yang mati dari satu
tempat ke tempat lain, bahkan sekalipun anda kira unggas tersebut
sehat.
- Menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan ditempat, tanpa
memindahkannya ke luar dari area tersebut.
- Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular untuk makanan
keluarga maupun hewan peliharaan anda. Penyembelihan dan penanganan
unggas tersebut untuk makanan adalah berbahaya.
- Apabila anda secara tidak sengaja kontak dengan unggas di daerah
tertular, seperti misalnya menyentuh badan unggas, feses atau kotoran
unggas yang lain, atau berjalan di atas tanah di mana ada kotoran
unggasnya:
Cucilah tangan sampai bersih memakai air dan sabun sesudah setiap
kontak.
Lepaskan sepatu di luar rumah dan dibersihkan.
Periksa suhu tubuh anda sekali setiap hari selama 7 hari. Apabila
anda demam ( di atas 37.5 oC), periksakan diri anda ke dokter atau ke
rumah sakit terdekat dengan segera.
Penanganan yang benar terhadap unggas yang sakit, diduga karena flu
burung atau unggas yang mati merupakan kontrol yang penting untuk
mencegah penyebaran penyakit.
- Anak anak di jaga agar tidak mendekati unggas yang sakit atau mati.
- Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau sakit, pakailah
alat pelindung, seperti masker, goggle (pelindung mata), sepatu boot,
sarung tangan..
Apabila peralatan tersebut tidak tersedia, gunakan kain/sapu tangan
untuk menutup mulut dan hidung, pakailah kaca mata, gunakan tas plastik
sebagai sarung tangan dan pembungkus sepatu dan mengikatnya pada
pergelangan tangan dan kaki dengan karet. Pakailah baju overall yang
bisa dicuci.
- Apabila anda baru pertama kali mendapati unggas yang sakit atau mati
dan tidak yakin situasinya, segera beritahu petugas yang berwenang dan
serahkan penangan unggas tersebut kepada ahlinya.
Dekontaminasi kebun atau kandang ayam akan membantu menghambat
penyebaran penyakit.
- Apabila mungkin, mintalah jasa petugas yang ahli untuk membantu
dekontaminasi kebun atau kandang ayam.
- Apabila hal itu tidak mungkin, dan anda harus mengejakannya sendiri,
pakailah perlengkapan untuk melindungi mata, kepala, tangan, kaki dan
bagian bagian lain yg tidak tertutup pakaian.
- Unggas yang mati harus dikubur dengan aman (lihat bab berikutnya)
- Pembersihan yang efektif akan menghilangkan bulu bulu atau feses yang
tertinggal di kandang.
- Virus flu bisa bertahan untuk sementara waktu di bahan bahan organic,
jadi melalui pembersihan total dengan deterjen merupakan langkah yang
amat penting. Semua bahan organic harus disingkirkan dari kandang ayam
sedapat mungkin.
- Oleh karena area terbuka (pekarangan) yang digunakan untuk memelihara
unggas sulit untuk di bersihkan ataupun didesinfeksi, unggas sebaiknya
ditiadakan dari area tersebut selama paling sedikit 42 hari untuk
membiarkan radiasi ultraviolet menghacurkan sisa sisa virus. Periode
pengosongan ini perlu diperpanjang pada musim dingin (hujan).
- Penyemprotan desinfektan pada tumbuh tumbuhan di pekarangan/kebun
maupun pada tanah hampir tidak ada gunanya, karena bahan kimia tersebut
akan diinaktifkan oleh bahan organic. Pengupasan lapisan tanah biasanya
tidak dianjurkan kecuali bila kontaminasi feses pada tanah tersebut
sangat berat.
Unggas yang mati dan feses/kotorannya harus dikubur.
- Sedapat mungkin, mintalah bantuan dari petugas peternakan setempat
bagaimana cara mengubur bangkai unggas dengan aman.
- Pada waktu mengubur bangkai unggas dan fesesnya, usahakan untuk tidak
menimbulkan debu. Semprotlah terlebih dahulu area penguburan dengan air
untuk melembabkan. Kuburlah bangkai unggas dan fesesnya dengan
kedalaman paling sedikit 1 meter.
- Setelah bangkai unggas telah dikubur dengan benar, bersihkan seluruh
area dengan seksama menggunakan deterjen dan air. Virus flu relatif
bisa dimatikan oleh berbagai jenis deterjen dan desinfektan.
Pakaian pelindung yang terkontaminasi harus ditangani dengan benar atau
dimusnahkan.
- Setelah area dibersihkan, lepaskan semua perlengkapan pelindung dan
cucilah tangan dengan air dan sabun.
- Cucilah pakaian menggunakan air panas atau air sabun yang hangat.
Jemurlah dibawah sinar matahari.
- Letakkan sarung tangan bekas pakai dan benda benda lain yg akan
dimusnahkan ke dalam kantung plastik untuk dimusnahkan dengan aman.
- Bersihkan semua perlengkapan yang bisa dipakai kembali seperti
misalnya sepatu boot dan kaca mata pelindung menggunakan air dan
deterjen, tapi jangan lupa untuk mencuci tangan setelah memegang benda
benda tersebut.
- Benda benda yang tidak dapat dibersihkan dengan baik harus
dimusnahkan.
- Bersihkan badan/ mandi dengan air dan sabun. Cucilah rambut juga.
- Hati hati untuk tidak menyentuh lagi pakaian atau benda yang
terkontaminasi, atau mengotori lagi area yang telah dibersihkan.
- Yang paling penting, cucilah tangan setiap selesai menangani benda
benda yang terkontaminasi.
Alas kaki/sepatu juga harus didekontaminasi.
- Setelah berjalan di area yang mungkin terkontaminasi ( misalnya:
peternakan, pasar, kebun tempat memelihara ayam), bersihkan sepatu
sebaik mungkin menggunakan air dan sabun.
- Pada saat membersihkan sepatu, berhati hati agar tidak ada kotoran
yang terpercik ke wajah atau ke baju. Pakailah kantong plastik untuk
melindungi tangan, lindungi mata dengan kaca mata atau goggles,
tutuplah hidung dan mulut dengan kain/ saputangan.
- Tinggalkan sepatu dan sepatu boot di luar rumah sampai kita merasa
yakin sepatu tersebut sudah benar benar bersih.
Orang orang yang menderita gejala flu/pilek sebaiknya lebih berhati
hati.
- WHO percaya bahwa sangatlah penting untuk mencegah penyebaran flu
manusia pada area yang terkena flu burung. Apabila flu manusia dan flu
burung saling kontak, ada resiko terjadinya pertukaran materi genetis
yang bisa menimbulkan terbentuknya jenis virus baru.
- Setiap orang yang sedang menderita flu/pilek haruslah berhati hati
dengan kotoran dari hidung(ingus) dan mulutnya pada saat berada di
sekitar orang lain, terutama anak anak, untuk mencegah penularan flu
manusia.
- Tutuplah hidung dan mulut pada waktu batuk atau bersin. Gunakan tissue
dan dibuang setelah sekali pakai. Ajarkan anak anak untuk melakukan hal
ini juga.
- Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setiap sehabis menyentuh
kotoran hidung atau mulut karena kotoran tersebut bisa mengandung
virus.
- Anak anak cenderung untuk menyentuh wajah, mata dan mulut dengan
tangan yang masih kotor. Ajarkan pada anak anak untuk mencuci tangan
setelah batuk, bersih dan menyentuh benda benda yang kotor.
- Laporkan ke petugas kesehatan segera dan konsultasikan ke ahli
kesehatan apabila anda menderita demam dan atau gejala seperti flu.
Tindakan pencegahan bisa dilakukan apabila mengunjungi teman/saudara
yang dirawat di rumah sakit
- Apabila anda mengunjungi pasien yang menderita flu burung, ikuti
petunjuk dari petugas rumah sakit untuk mengenakan pakaian pelindung,
termasuk masker, jas laboratorium, sarung tangan dan goggles (pelindung
mata).
- Pakaian pelindung seperti itu dibutuhkan apabila anda akan kontak
secara langsung dengan pasien atau lingkungan di mana pasien berada.
- Pastikan bahwa masker yang anda kenakan unkurannya pas buat anda.
Apabila tidak, bicarakan dengan petugas rumah sakit.
- Pada waktu anda meninggalkan ruangan pasien, anda harus melepaskan
semua pakaian pelindung tersebut dan mencuci tangan dengan air dan
sabun.
Di daerah tertular, di mana adanya flu burung telah dipastikan, jangan
mengkonsumsi daging ayam yang berasal dari ayam yang sakit atau mati.
- Di daerah tertular, disarankan untuk tidak memanfaatkan ayam sakit
atau mati untuk makanan orang maupun hewan. Walaupun nampak sehat, ayam
yang berasal dari daerah tertular jangan dimanfaatkan untuk makanan .
Di daerah sekitarnya ( yang berdekatan dengan daerah tertular) beberapa
tindakan pencegahan perlu dilakukan.
- Secara umum, hanya unggas yang sehat yang boleh dimanfaatkan sebagai
bahan makanan.
- Untuk memotong/mematikan unggas, gunakan cara cara agar anda maupun
lingkungan di rumah anda tidak dicemari oleh darah, debu, feses maupun
kotoran lain yang berasal dari unggas tersebut. Tanyakan ke petugas
peternakan setempat mengenai prosedur pemotongan unggas yang benar.
- Untuk pencabutan bulu, gunakan cara yang benar agar tidak mengotori
anda maupun lingkungan tempat tinggal anda. Cara terbaik adalah dengan
merendam unggas tersebut di dalam air panas sebelum mencabuti bulunya.
- Untuk membersihkan isi perut dan usus unggas gunakan cara yang benar
agar tidak mengotori lingkungan tempat tinggal anda.
- Jangan menyentuh benda benda lain maupun wajah anda (misalnya:
mengusap mata) pada saat anda melakukan prosedur prosedur tersebut di
atas, kecuali setelah anda mencuci tangan dengan air dan sabun.
Lakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa unggas atau
produk asal unggas diproses dengan benar dan aman untuk di konsumsi.
- Ayam diproses secara higienis dan di masak sampai matang, contohnya:
sudah tidak ada lagi cairan berwarna kemerahan, ayam dianggap aman
untuk di makan.
Tetapi perlu diingat bahwa apabila ayam tersebut mengandung penyakit
menular spt misalnya flu burung, orang yang memasak ayam tersebut
mempunyai resiko tertular demikian juga lingkungan tempat ayam itu
dipersiapkan untuk dimasak bisa tercemar oleh virus.
- Telur juga bisa membawa bibit penyakit, seperti misalnya virus flu
burung di bagian dalam telur maupun di kulit luarnya. Telur mentah dan
kulit telur harus ditangani dengan hati hati. Cucilah kulit telur
dengan air sabun dan cucilah tangan setelahnya. Telur yang dimasak
sampai matang (direbus selama 5 menit pada temperature 70oC) tidak akan
menularkan virus flu burung apabila dimakan.
- Secara umum, semua makanan harus dimasak sampai matang, mencapai
temperatur paling sedikit 70oC atau lebih di bagian dalam.
Diterjemahkan dari : "Advice for people living in areas affected by bird
flu or avian influenza". 8 November 2004. World Health Organization -
Western Pacific Region.
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "sma1bks" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
