Title: Message
Klo dah pernah dapet sori yach

Kalo sudah pernah baca buku "24 wajah Billy" atau "Sybill"
pasti tertarik dengan artikel dibawah ^_^
 
-----Original Message-----
From: Hans Ferry

"Cinta mati seorang Oma Teppy" (Majalah FORUM edisi 14 Juli 2005)

Seorang perempuan split personality berhasil menipu sedikitnya lima orang
perempuan mapan di Jakarta.Beberapa di antaranya bahkan telah berhubungan
kasih.

Namanya Bhima Suryo Harya Hidayat. Tanggal 18 Mei lalu, ia genap 30 tahun.
Berprofesi sebagai pengusaha muda, ia memiliki perusahaan yang bergerak
dalam bidang graphic design di kawasan Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta
Selatan.Bhima termasuk pria yang beruntung dalam kehidupan. Dengan dukungan
penuh dari orangtuanya, selepas SMA pada tahun 1992, ia melanjutkan
pendidikan di Pasadena, Amerika Serikat,mengambil jurusan Industrial Design
Majoring in Products dan Graphic Design.

Di negeri Paman Sam ini, katanya, ia tak betah dengan junk food
Amerika.Semester dua, Bhima nekad pindah ke Frankfurt, Jerman, dan mengambil
jurusan yang sama. Bhima diwisuda tahun 1997 dan pulang ke tanah air dua
tahun kemudian. Di Jakarta, ia mendirikan perusahaan bersama karibnya semasa
SMP.Bhima memang akrab dengan kehidupan metropolitan. Tapi, lelaki ini
mempunyai hobby yang lumayan unik untuk pemuda seusianya. Dia pendengar
radio yang maniak. Salah satu stasiun radio yang paling ia gemari adalah
Delta FM, sebuah radio jaringan swasta nasional yang berkantor di kawasan
Sudirman, Jakarta Selatan.

Saking ngefans-nya, lelaki ini tak segan mengirim aneka makanan ke stasiun
radio yang berkantor di kawasan Sudirman, Jakata Selatan itu. Mulai es krim
hingga dimsum. Juga parfum. Bhima pun sempat memberikan voucher ponsel
bernilai besar ketika anak salah seorang penyiar radio tersebut berulang
tahun. Bhima yang sibuk menahkodai perusahaan branding ternyata juga aktif
dalam mailing list (milis) idakrisnashow, salah satu acara favoritnya di
Radio Delta. Dari milis inilah Bhima mempunyai banyak teman, salah satunya
Wita, perempuan 30 tahun, berprofesi sebagai jurnalis di sebuah majalah
berita mingguan.

Suatu ketika, Bhima teramat berang karena keanggotaannya dalam milis
idakrisnashow terblokir. Bhima pun bertanya kepada Wita mengapa ini bisa
terjadi. Wita memberikan penjelasan tentang kemungkinan-kemungkinan
terblokirnya anggota dalam sebuah milis. Bhima tidak puas dengan jawaban
itu. Melalui seorang perempuan yang juga ia kenal dalam milis, Bhima
menyebarkan surat elektronik. Dengan keras ia mempertanyakan tersingkirnya
dirinya dari milis. Kebetulan, moderator sekaligus pemilik milis
idakrisnashow adalah Ida Arimurti. Alhasil, Ida pun dihujat habis-habisan
dalam milis yang ia komandoi
sendiri. Itu terjadi akhir Juni.

Ahad, 3 Juli, Ida menghubungi Wita melalui ponsel. Dalam pembicaraan dengan
Wita, Ida mengatakan ada sesuatu yang terjadi dalam diri Bhima. Dua hari
kemudian, Ida menyambungkan Wita dengan Felecia, mantan penyiar Radio Delta
FM yang kini bekerja di sebuah radio milik pemerintah. Dari komunikasi Wita
dengan Felecia itulah semua kebohongan Bhima terbongkar. Meski telah
berjanji akan menikahi Felecia, ternyata Bhima mempunyai affair dengan
beberapa penyiar Delta yang lain. Namun, yang lebih mengejutkan, ternyata
Bhima adalah seorang perempuan berusia 64 tahun dengan nama Sylvia Ethe!

Hubungan Felecia dengan Bhima bermula saat perempuan 37 tahun ini masih
bekerja sebagai penyiar di Radio Delta FM Jakarta. Kali pertama berkenalan
dengan Felecia, Bhima mengaku bernama Miguel. Dalam pesan pendeknya (SMS) ke
Delta, Miguel mengatakan sangat senang mendengar suara Felecia. Itu terjadi
Desember 2003. Sejak saat itu, SMS dari Miguel pun bertubi-tubi masuk. Maret
2004, Felecia untuk pertama kali membalas SMS tersebut.

Dari perkenalan itulah Miguel dan Felecia menjadi kian akrab. Pada suatu
titik, keduanya sepakat menikah.Namun, karena perbedaan agama - Felecia
seorang muslim, Miguel beragama Katolik - untuk sementara keduanya tidak
bertemu hingga ada lampu hijau dari orangtua Miguel bagi pernikahan mereka.
Felecia setuju. Alhasil, mereka pun berhubungan kasih tanpa pernah bertemu
muka sama sekali. Kepada Felecia, Miguel memerankan sosok laki-laki setia,
bijaksana, dewasa, menghargai perempuan, dan tidak suka affair . Dia juga
mencitrakan dirinya sebagai pemuda pekerja keras. Sejak menjalin hubugan
dengan Felecia, Miguel berjanji hanya mencurahkan waktu dan tenaganya untuk
Felecia dan perusaahaan.Dia bisa menceriterakan semua secara sempurna,kata
Felecia.Untuk meyakinkan pasangannya, Miguel mengirim cincin emas kepada
Felecia sebagai pengikat cinta mereka. Bahkan, Miguel juga mengirim foto
sebuah mobil mercy seri terbaruberplat nomor tanggal ulang tahun mereka
berdua, 1718.

Hingga 6 Juni lalu, hubungan keduanya masih berjalan mulus. Namun, ketika
Felecia browsing di internet untuk mencari materi siaran tentang artis
Monica Oemardi yang akan ia wawancarai, kebohongan mulai Miguel terbongkar.
Felecia begitu terkesiap ketika melihat gambar-gambar di halaman website
Monica Oemardi terdapat foto Miguel, kekasihnya. Dalam foto itu tertulis
nama Michael Andrew Suryo Prabowo Hamidjojo. Michael adalah mantan suami
pertama Monica Oemardi. Kini Michael tinggal di Brunai
Darussalam. Di halaman website itu juga terpampang foto Joshua, anak Monica
dengan Michael, yang oleh kekasih Felecia diaku sebagai foto masa kecilnya.

Saat itulah Felecia muntab. Hari itu juga ia melakukan investigasi ke
keluarga Hamidjoyo melalui keluarga Hester, pemilik wisata alam di kawasan
Cinangneg, Bogor, dan guest house di Cilandak, Jakarta Selatan. Kebetulan,
Felecia pernah mewawancarai Hester tentang tempat wisata alam ketika ia
masih bekerja di Radio Delta. Pikiran Felecia terantuk ke Rina - bukan nama
sebenarnya - putri Hester. Karena, ucap Felecia, dalam setiap kesempatan
Miguel selalu bercerita tentang Rina, bahkan hingga pernik-pernik kehidupan
rumah tangga Rina. Tembakan Felecia tepat. Dari Rina-lah kedok Miguel
terbongkar.

Rabu malam, 8 Juni, usai mendapat telepon Felecia, Rina mendatangi ibunya
dan mencocokkan semua informasi yang ia dapat dari Felecia tentang Miguel.
Semula, ibu dan anak itu sempat heran mengapa hal-hal terkecil dalam
keluaganya bisa diketahui Miguel. Juga silsilah keluarga besar mereka.
Pikiran Hester pun segera mengarah pada
Sylvia Ethe, satu-satunya orang yang selama ini sering ia ajak ngobrol
tentang
masalah keluarga mereka. Sylvia Ethe yang biasa mereka panggil Oma Tippy
adalah karyawan kontrak di guest house milik keluarga Hester sejak setengah
tahun
terakhir. Kefasihannya berbahasa Inggris, Belanda, dan Jerman membuat Sylvia
dipercaya menjadi pemandu tamu-tamu yang kebanyakan adalah ekspatriat.

Singkat cerita, ketika mencocokkan dua nomor telepon seluler milik Miguel
alias Bhima Suryo Harya Hidayat alias Bhima Aditya Putra Hidayat dengan
milik Sylvia, ternyata sama persis. Hester segera menelepon Felecia.
Mendengar penjelasan Hester, Felecia benar-benar shocked & Badan saya
tiba-tiba lemas; kenang Felecia. Sejak saat itu, secara bergerilya, Felicia
menghubungi alamat-alamat yang pernah disebut `kekasihnya', Bhima. Termasuk
branding company di kawasan Landmark Building, Jalan Sudirman, Jakarta
Pusat. Juga rekanan bisnis Bhima yang berada di kawasan Palm Hill, Cibubur.
Hasilnya nol besar. Semua yang dikatakan Bhima fiktif!

Felicia juga melacak tempat mencetak foto-foto yang selama ini ia terima
dari Bhima. Di balik semua lembaran foto itu tertulis Photo Studio Adorama,
Kemang, Jakarta Selatan. Dari karyawan studio foto itu Felicia mendapat
informasi, Sylvia memang langganan mencetak foto di sana. Bhima, menurut
Felecia, ternyata juga mulai mengincar Tina Zakaria, penyiar Radio One,
radio dengan segmentasi pendengar laki-laki metropolitan Jakarta. Khawatir
muncul korban lebih banyak, Felecia menghubungi Tina untuk tidak terpedaya
dengan Miguel. Beruntung, Tina mahfum dan mulai selektif dengan kiriman
pesan pendek Miguel.

Sadar dengan bahaya yang ditebarkan Bhima, Felicia menghubungi Krisna
Purwana, dan Awan, sahabatnya di radio Delta. Melalui Awan, Felicia masuk
dalam milis idakrisnashow yang di dalamnya telah ada Bhima. Hanya satu yang
saya ingin, agar korban Bhima tidak bertambah,kata Felicia kepada FORUM.
Sebab, lanjut Felecia, ada beberapa rekan seprofesinya yang menjadi korban
Bhima, dan saat ini belum sadar.

Krisna menyampaikan pesan Felicia kepada Ida Arimurti, partner siaran Krisna
di acara Ida-Krisna Show. Melalui Ida, Felicia berkomunikasi dengan Wita.
Dalam pembicaraan singkat itu, keduanya sepakat menangkap basah Sylvia di
kantornya pada Kamis pagi, 8 Juli. Waktu yang ditentukan telah tiba.
Felicia, Wita, dan dua orang anggota reserse Polda Metro Jaya sampai di
kantor Sylvia tepat pukul 8 pagi. Sebelum berangkat, Felicia sengaja
membangunkan Bhima, memastikan kekasihnya' benar-benar berangkat kerja.
Setelah menunggu beberapa saat, sebuah taksi berwarna biru berhenti di depan
kantor milik keluarga Hester tersebut. Sylvia pun turun. Sejurus kemudian,
dua anggota
reserse berpakaian preman segera menghampiri Sylvia, mengajaknya berbicara.

Sylvia yang pagi itu tampak bugar dengan kaus hitam dan celana jeans biru,
marah besar. Buru-buru ia masuk ruang kerja dengan membanting pintu. Saat
itulah, Felicia mendapat SMS dari Bhima yang berbunyi & ;Mengapa kamu
mengirim orang untuk mengganggu Sylvia? Felecia tidak menjawab. Beruntung,
Hester segera datang menenangkan suasana. Hester mengajak Felecia, Wita, dan
seorang anggota reserse masuk ruang kerja Sylvia. Mereka gila! ucap Syilvia
dengan nada tegang. Dalam pembicaraan selama hampir dua jam, Sylvia tak
banyak berkata.</FONT></P>

Dari suara, logat bicara, cara marah Anda, semua persis milik Bhima,kata
Wita kepada Sylvia kala itu. Namun, ketika Hester bertanya siapa
sesungguhnya Bhima, Sylvia menjawab Bhima adalah keponakannya. Setengah jam
kemudian Hester bertanya lagi siapa sesungguhnya Bhima, dalam bahasa Belanda
Sylvia menjawab, Bhima adalah anak baptisnya. Suasana bertambah tegang
ketika Sylvia mengeluarkan sebilah pisau dan dia
kian tidak konsisten dengan ucapannya. Nenek 64 tahun itu menolak saat
Hester meminta menghubungi Bhima. Bhima sedang dalam perjalanan ke
Jerman,kata Sylvia. Namun, kalimat itu ditepis Felecia dengan alasan ia
masih menelepon Bhima dua jam
lalu di rumahnya, Kemang.Bhima sedang di bandara,tangkis Sylvia mementahkan
jawabannya sendiri. Felicia pun mengambil insiatif mencocokkan nomor ponsel
Sylvia dengan nomor Bhima yang mereka simpan. Lagi-lagi Sylvia menolak dan
mematikan ponselnya. Hester kian gemas dengan ulah Sylvia. Namun, karena
suasana yang tidak mendukung, Hester menyudahi pembicaraan itu. Bila benar
Bhima anak baptis kamu, segera selesaikan urusan ini dengan Bhima. Karena
Bhima terlibat urusan kriminal, selamanya kamu juga akan terlibat dalam
urusan ini,kata Hester.
Siang pun berlalu.

Sylvia pergi meninggalkan kantor dengan sebuah pesan kepada Hester dalam
bahasa Belanda pada secarik kertas. Saya akan segera membereskan masalah
ini. Sejak saat itu, hingga berita ini ditulis, Sylvia tidak masuk kerja.
Akan halnya dengan Felicia, sejak hari `penggerebegan' itu terjadi, ia
selalu mendapat SMS teror dari beberapa nomor ponsel yang tak ia kenal.
Salah satu pesan itu berbunyi: Anda sudah gila dan matang utk masuk Grogol
dgn menyangka bhwa saya Ibu Sylvia. Saya yang akan membereskan Anda.

Station Manager Delta FM Fitri Didi mengatakan sangat prihatin dengan
kejadian ini. Ia sadar, karena radio adalah milik publik, pihaknya tidak
bisa membatasi penikmat siaran Radio Delta. Pula halnya dengan keanggotaan
mailing list yang mereka sediakan. Kami
terbuka kepada siapa saja. Apalagi segmentasi kami adalah pendengar usia 30
tahun ke atas yang notabene telah dewasa, matang, dan mapan,ungkap Fitri.
Fenomena pendengar yang terlalu fanatik dengan penyiar sebenarnya bukan
asing bagi Delta. Bahkan, kata Fitri, kantornya pernah kebanjiran kiriman
makanan dan bunga dari pendengar.

Tapi kasus aneh seperti Bhima baru terjadi sekali ini di radio kami.Untuk
itu, ke depan pihaknya akan lebih antisipatif agar kejadian serupa tak
terulang. Kasus penipuan yang menimpa Felecia, menurut kriminolog
Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana, bisa dijadikan delik aduan kepada
pihak berwajib. Selama ada yang dirugikan, bisa dikategorikan kriminal,tegas
Erlangga. Erlangga mengatakan,penipuan bisa terjadi bila ada unsur kerugian
materi maupun nonmateri dari pihak lain.

Peniruan suara seperti yang dilakukan oleh Sylvia Ethe bisa diklasifikasikan
sebagai kejahatan nonmateri.Perasaan tertohok, dikhianati, sudah masuk
kriminologi. Itu dipidanakan dengan pasal penipuan.Hanya, kasus Sylvia Ethe
yang mengalami split personality dalam ilmu kriminologi termasuk kategori
penyimpangan. Dan, orang yang mengalami mental disorder tidak bisa
dipidanakan.Karena tidak punya bukti material,tegas Erlangga.

Sartono Mukadis, Psikolog
Empat Jiwa dalam Tubuh Sylvia

Dalam kacamata psikolog Sartono Mukadis, Sylvia Ethe alias Miguel alias
Bhima mengalami split personality (kepribadian terbelah). Menurut Sartono,
setidaknya ada empat personality dalam jiwa Sylvia. Sylvia mengalami split,
antara kepribadian satu dengan yang lain tidak saling mengenal. Kalau sudah
demikian, disumpah pun dia mau,kata Sartono kepada FORUM, Kamis pekan lalu.
Menurut Sartono, kasus yang
dialami Sylvia adalah kasus besar dan sangat menarik dari sisi
psikologi.Menarik karena kebanyakan split personal terjadi dalam masyarakat
yang secara ras lebih sophisticated
daripada Melayu,katanya.
Sylvia, menurut Sartono, adalah manusia yang sangat tidak bahagia dengan
dirinya. Dia cerdik, pandai, dan menyukai orang-orang yang terkenal, seperti
penyiar radio dan sejenisnya. Sylvia mengalami ambiguitas dalam dirinya.
Dalam ilmu psikologi disebut
fixtasi. Dia mengalami fixtasi pada salah satu fase dalam hidupnya meskipun
usianya telah lewat. Sebelum mengincar `mangsa', dia akan mempelajari orang
tersebut dengan
teliti. Dia akan masuk dari banyak sisi, memberi nasihat dan sebagainya. Dia
mampu mencampur aduk antara kebenaran dan kebohongan. Ini benar-benar satu
usaha yang sangat terencana dan sitematis. Meski menyukai sesama perempuan,
Silvia tidak bisa dikategorikan sebagai lesbian. Dia bukan sekedar mencari
kepuasan seks, tapi dia adalah
perempuan yang tidak pernah menampilkannya secara fisik. Dia hanya
`memainkan' peran sebagai lesbian dengan mewujudkan dirinya sebagai Miguel
dan Bhima,urai Sartono. Itulah mengapa Sartono menyebut split personality
sebagai kegilaan tingkat tinggi. Bagaimana menyembuhkannya? Satu-satunya
cara menyembuhkan ya masuk
assylum (Rumah Sakit Jiwa-red), kata Sartono.
--------------------------------------------------------------------








--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Secondary school education Graduate school education Home school education
Graduate school education online High school education Middle school education


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke