Note: forwarded message attached.


Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




--- Begin Message ---
Assalamu'alaikum wm wb
 
Mengutip artikel dari milist tetangga, semoga bermanfaat.Maaf bagi yg dapat double mohon maaf.
Sekedar pengingat diri.......
 
wassalam
tanti




--- In [EMAIL PROTECTED],


    Penyakit Aku Paling Baik
  Oleh : Ust. Tate Qomaruddin Lc
  ?Apa yang kamu inginkan dari mereka ? Mereka itu nol, kosong
ilmunya. Tidak ada manfaat yang bisa dipetik dari mereka sedikitpun.?
Ini adalah? nasehat? dari seorang guru, da?i, ?alim kepada muridnya
yang ketahuan mencoba mencari tambahan ilmu dari ?kelompok? lain.

  ?Yah, mereka mah masih dangkal. Baru bisa membina dan membina.
Ngaji dan ngaji. Sampai kapan ? Kita mah sudah punya itu di situ, ini
di sini, anu di sana, Si Fulan dan Si Fulan itu adalah ?orang-orang
kita?. Seharusnya mereka juga ikut kita dan bukan bikin gerakan
dakwah sendiri, karena kita yang paling duluan eksis?. Ini adalah ?
nasehat? lain dari orang lain lagi.

  ?Tuh lihat, kalau bukan karena kita, tidak akan seperti ini umat
Islam di negeri ini. Kita sudah melakukan ini sebelum orang lain
melakukannya. Dan kita sudah membuat itu sebelum orang membuatnya.
Mereka semua hanya mengikuti jalan yang sudah kita rintis dengan
susah payah. Jadi mereka tinggal enaknya saja?. Ini juga contoh lain
dari wejangan yang dilontarkan satu tokoh dakwah kepada pengikutnya.

  Salah satu sifat menonjol iblis adalah congkak, sombong, takabur,
alias arogan. Allah swt menggambarkan hal itu,?Allah mengatakan,?Apa
yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku
menyuruhmu ?? Menjawab Iblis,?Saya lebih baik daripadanya. Engkau
ciptakan aku dari api sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari
tanah.? (QS. Al A?raf :12)

  Iblis memposisikan dirinya lebih baik, lebih mulia, juga lebih
terhormat dari Adam ? ?alaihisalam. Celakanya lagi, standar penilaian
yang diterapkan iblis adalah standar yang dibuatnya sendiri: asal
muasal penciptaan. Standar yang tidak benar menurut Allah swt. Dan
rupanya iblis tidak mau sendirian masuk neraka, ?Sesungguhnya syetan
itu musuh bagimu,maka anggaplah ia musuh (-mu), karena sesungguhnya
syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi
penghuni neraka yang bernyala-nyala.? (QS. Fathir : 6)

  Karenanya ia juga berupaya untuk menularkan penyakit congkak dan
sombong ini kepada manusia. Dan para da?i, orang yang banyak ilmu,
orang yang banyak pengikut dan ditokohkan, orang yang banyak manuver
dalam dakwah bukanlah orang yang dikecualikan.

  Semua lapisan manusia akan menjadi target syetan. Yang ditakuti
oleh syetan bukanlah orang yang banyak ilmu, bukan orang yang banyak
ngomong tentang perjuangan. Melainkan orang-orang yang telah benar-
benar menjadi hamba Allah yang Ikhlas. Allah swt menerangkan : ?Iblis
berkata,? Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku
sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan
maksiat) di muka bumi ini dan aku akan menyesatkan mereka semuanya.
Kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.? (Al Hijr :
39 ? 40)
  Kalau manusia sudah tertulari penyakit ini, tak peduli apapun
profesinya dan pekerjaannya, setinggi apapun ilmunya, sebanyak apapun
amal kebajikannya, dia akan menganggap dirinya sebagai yang paling
baik dan menganggap pihak yang berbeda dengannya tidak bernilai
bahkan sebagai musuh.

  Tak kurang-kurang Allah swt. mengingatkan kita untuk menjauhi sikap
sombong ini. Ayat-ayat Allah tentang itu antara lain,?Aku palingkan
dari ayat-ayatKu orang-orang yang menyombomngkan diri di muka bumi.?
(QS. Al A?raf : 146)

  Sedangkan Rasulullah saw bersabda,?Tidak akan masuk sorga orang
yang di dalam hatinya terdapat kesombongan (meskipun hanya) sebesar
biji sawi.? (Riwayat Muslim dari Ibnu Mas?ud)

  Mengenai sombong ini, Iman Al Ghazali mengatakan, ?Takabur  dilihat
dari pihak yang ditakaburi terbagi menjadi tiga macam : Pertama,
Takabur Kepada Allah, dan ini merupakan takabur yang paling jahat dan
buruk, Kedua, Takabur Kepada Nabi Muhammad saw. Dan ketiga, Takabur
Kepada Sesama Hamba Allah. Bentuknya adalah menganggap hebat diri
(kelompok) sendiri dan merendahkan orang lain. Sehingga dirinya tidak
sudi untuk mengikuti orang itu, menghinakan dan menganggap kecil
mereka. Ia sangat tidak sudi jika dipersamakan dengan orang lain..?

  Selanjutnya beliau menjelaskan,?Sombong dalam bentuk yang ketiga
meskipun peringkatnya berada di bawah yang pertama dan kedua, namun
ia juga tetap merupakan bahaya besar bila ditinjau dari dua sisi.
Sisi pertama, kesombongan, kebesaran, dan keagungan tidaklah layak
selain untuk Allah swt. Jadi ketika seorang hamba bersikap sombong
dia sesungguhnya telah melawan Allah swt.

  Sisi kedua, sikap sombong kepada sesama hamba Allah dapat
mengantarkan pada penentangan kepada aturan-atura Allah swt. Sebab,
bila orang yang congkak mendengar kebenaran dari salah seorang hamba
Allah (yang tidak disukainya) ia pasti menolaknya dan menyingsingkan
lengan untuk segera membantahnya. Imam Ghazali kemudian mengambil
ilustrasi,?Kesombongan iblis terhadap Adam adalah kesombongan yang
disebabkan oleh nasab (asal muasal). Dan kemudian kesombongan itu
menyeretnya kepada kesombongan terhadap perintah Allah swt.?

  Imam Al Ghazali memandang bahwa munculnya kesombongan diakibatkan
oleh anggapan bahwa dirinya sudah mencapai kesempurnaan. Baik
kesempurnaan dalam agama maupun dalam hal dunia. Anggapan bahwa
dirinya telah sempurna dalam hal agama disebabkan oleh dua hal :
Pertama, merasa paling banyak dan paling luas ilmu, sehingga ia
selalu merasa hebat dengan ilmunya, menganggap orang lain rendah dan
selalu menuduh mereka sebagai orang-orang bodoh. Kedua, menggeluti
ilmu dengan modal hati yang busuk, penuh kedengkian, penuh kebencian,
dan akhlak buruk. Dalam keadaan demikian, jika ia menguasai suatu
ilmu, hal itu akan membuatnya sombong dan bukannya rendah hati.

  Wahab bin Munabbih mengilustrasikan ilmu bagaikan air hujan. dan
orang-orang yang menerima ilmu bagaikan pohon-pohon. Rasa apa yang
dihasilkan dari hujan itu ? Tergantung bagaimana pohonya. Pohon yang
memang buahnya manis, hujan itu akan membuat buahnya semakin subur
dan manis.Pohon cabe, hanya akan semakin pedas saja bila hujan
mengguyurnya. Sedangkan pohon yang buahnya pahit, semakin disiram
semakin pahit saja buahnya.

  Begitu jugalah bila dunia dakwah dirasuki syetan dengan penyakit
congkaknya. Dalam dakwah menjadi tidak ada keteduhan jiwa. Kehormatan
pun menjadi sesuatu yang murah. Dakwah yang seharusnya membuat orang
menjadi tawadhu? (rendah hati) malah mencetak orang-orang yang pandai
mencela, mudah mencaci, gampang mengkafirkan orang lain, dan berhati
busuk, penuh iri dan dengki. Islam yang seharusnya merupakan rahmat
bagi sekalian alam, bila dibawa dengan kecongkakan, jangankan orang
lain yang non muslim, bahkan sesama Muslim pun akan merasakan
kepahitan dan bau busuknya.

  Agar tidak terjebak dalam perangkap syetan, maka perlu kiranya kita
mengenali beberapa fenomena takabbur dalam dunia dakwah.

  Pertama, sangat sensitif dengan kekeliruan orang lain dan sangat
bebal dengan kesalahan sendiri. Sedikit saja kekeliruan orang lain,
mata begitu jeli menangkapnya. Sementara setumpuk kerusakan dan
kebusukan diri sendiri dianggap sepi.

  Kedua, selalu mencari-cari kesalahan orang lain. Manusia mana yang
tidak pernah salah ? Lalu gerakan dakwah mana yang luput dari salah
dan keliru, baik dalam ucapan maupun pernbuatan ? Jika ada kesalahan
maka sesungguhnya kesalahan itu adalah kesalahan umat Islam. Kita
wajib sedih karenanya dan bukan malahg gembira karena kita mempunyai
senjata untuk menyerang ?lawan?.

  Ketiga, selalu memandang pendapat pihak orang lain secara apriori
dan menganggap ijtihad orang lain pasti salah sedangkan ijtihad ?saya
atau kami? adalah pastyi benar. Adalah merupakan sikap ekstrim dalam
beragama bila seseorang atau sekelompok orang menganggap bahwa ia
memiliki ?ishmah? (Keterpeliharaan dari kesalahan), sehingga pendapat
dan manhajnya pasti benar sedangkan yang lain adalah batil.

  Bekerja sama dalam hal yang disepakati dan saling memaafkan dalam
hal yang diperselisihkan adalah jalan keluar terbaik. Tentu dengan
syarat, semua telah sepakat merujuk kepada Quran dan Sunnah serta
menegakkan kalimatullah.

  Dakwah yang indah ini janganlah kita kotori dengan sifat kita yang
buruk. Kebenaran Allah tidak akan bersinar dengan kesombongan.
Sepertinya juga ia tidsak akan tumbang dengan kesombongan.  Allah
swt, akan membuktikan-dengan perjalanan waktu- dimana perbuatan yang
Allah ridhoi dan siapa yang Allah cintai. Allahu a?lam.





Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less
--- End Message ---

Kirim email ke