Semoga
berguna
Cheers
@ji
PostTips:
TIPS MENJADI AYAH YANG BAIK BAGI EKSEKUTIF SIBUK
Rekan-Kantor.com
Adalah hal yang biasa bagi anda, eksekutif yang sibuk, menghadapi dilema
untuk memilih mana yang harus didahulukan: karier atau keluarga. Kebanyakan
eksekutif yang sukses menganggap bahwa keberhasilan karier menuntut
pengorbanan keluarga (ini menjadikan dilema ini menjadi bukan dilema lagi).
Ini tampak dari lamanya jam kerja mereka, seringnya mereka melakukan
perjalanan dinas, bahkan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kerja di
saat-saat semestinya mereka berada bersama keluarga. Sudah menjadi pendapat
umum bahwa urusan keluarga, seperti mengurus anak, menjalin hubungan dengan
tetangga, dan lain sebagainya, diletakkan di pundak istri. Yang lebih
menarik lagi, kini banyak wanita yang ikut-ikutan bekerja, yang berarti juga
harus memenuhi tuntutan karier untuk mengorbankan kepentingan keluarga.
Namun, sesungguhnya yang terjadi tidaklah seseram dan seburuk itu. Tentu ada
juga contoh-contoh di sekitar kita, orang-orang yang mampu meraih
keberhasilan karier sekaligus menjadi ayah yang baik bagi keluarganya.
Berikut ini beberapa tips dari mereka yang berhasil menyeimbangkan kehidupan
kerja dan keluarganya.
1--Pahamilah bahwa karier dan keluarga adalah sebuah kehidupan yang utuh.
Persoalan muncul bila kita menganggap karier adalah satu-satunya kehidupan
yang kita miliki, sedangkan keluarga hanya sebagai persinggahan. Memang ini
tidak menimbulkan dilema internal pada diri manajer itu, namun akan
memberikan masalah bagi keluarga yang mencintainya. Maka yang paling utama
adalah menyadari bahwa karier maupun keluarga adalah sebuah kehidupan yang
utuh, yang keduanya harus bisa dilalui dengan sebaik-baiknya. Bila toh
adakalanya, salah satu harus berkorban demi yang lain, maka pengorbanan itu
tetap dalam bingkai mencapai sebuah keberhasilan hidup yang utuh.
2--Diskusikan secara terbuka dengan kluarga tuntutan karier anda.
Bila terjadi konflik antara tuntutan keluarga atau karier, maka upayakan
sebuah diskusi terbuka dengan istri dan kekuarga anda. Berterusteranglah
untuk mendapatkan pengertian dari keluarga bila anda harus mendahulukan
kepentingan karier. Ini adalah langkah bijak yang juga dapat mendorong istri
dan keluarga anda bisa mensikapi pekerjaan anda secara bijak pula. Sadari
pula bahwa keluarga anda juga perlu tahu gambaran besar tentang apa-apa yang
terjadi pada ayahnya yang tercinta.
3--Jadikan waktu dengan keluarga sebagai bagian time planning anda.
Seringkali kita, sebagai manajer yang sibuk, pandai membagi waktu kerja,
namun gagal dalam membagi waktu untuk keluarga. Maka, masukkan kegiatan
keluarga sebagai bagian dari perencanaan waktu anda. Lebih penting lagi,
anda menyediakan waktu yang khusus bagi keluarga. Bukankah kita diberi akhir
pekan, cuti tahunan, atau liburan panjang untuk menikmati hidup bersama
keluarga. Atur waktu anda untuk melakukan sesuatu yang berharga untuk
keluarga, sebagaimana anda mengatur waktu untuk kegiatan karier demi
produktivitas kerja.
4--Jaga terus hubungan/kontak dengan keluarga.
Meski anda sedang berada di tengah-tengah kesibukan kantor, perjalanan
dinas, atau rapat besar, jangan lantas anda terputus hubungan dengan
keluarga. Memang, yang terpenting adalah kualitas dari hubungan, namun
kuantitas hubungan bukan hal yang bisa disepelekan begitu saja. Ini
menunjukkan betapa anda masih memberikan perhatian pada keluarga anda. Toh,
melalui teknologi komunikasi modern, seperti telephone, email, dll. hubungan
anda bisa dengan mudah dilakukan.
5--Rayakan perayaan-perayaan keluarga.
Betapa hambarnya sebuah keluarga tanpa perayaan-perayaan keluarga. Berikan
perhatian pada tanggal-tanggal penting bagi keluarga anda, seperti hari
ulang tahun, tanggal pernikahan, perayaan agama, arisan keluarga, dan
lain-lain. Sisihkan waktu anda untuk menghidupkan acara, seperti, membelikan
bingkisan, turut mempersiapkan acara, dan lain-lain. Dalam perayaan ini
terdapat kesempatan besar untuk menjalin hubungan harmonis, sekaligus
memperbarui komitmen anda. Bukankah, banyak pemimpin yang membawa kebiasaan
ini di lingkungan kantor, dan menjadi seorang pemimpin yang dicintai oleh
bawahannya?
6--Penuhi kebutuhan keluarga sebaik-baiknya.
Asahlah kepekaan terhadap kebutuhan keluarga. Bertindaklah proaktif untuk
mengetahui apa-apa yang diperlukan oleh keluarga anda. Bila anda tak mampu
memenuhinya sendiri, lakukan pendelegasian. Bukankah ini juga sesuatu yang
anda lakukan di lingkungan kantor anda. Namun, bagi keluarga anda, kepekaan
dan kesediaan anda untuk memenuhi kebutuhan itu jauh lebih bernilai di mata
mereka.
7--Perkuat nilai-nilai diri anda sendiri.
Renungkan kembali seluruh tujuan hidup anda. Temukan apa-apa yang menjadi
tiang utama dalam kehidupan anda. Apakah pekerjaan memang harus menuntut
pengorbanan seluruh hidup anda? Bila ya, apakah anda dan keluarga memang
benar-benar siap dan menyadari peran itu? Menjadi pahlawan bagi masyarakat
memang tindakan mulia, namun itu juga harus berarti menjadi pahlawan bagi
keluarga anda. Sebelum anda benar-benar siap meniti karier yang semakin
tinggi semakin kencang angin menerpa, perkuat nilai-nilai diri anda,
sebagaimana pohon besar yang menancapkan akarnya kuat-kuat ke dalam bumi.
Dan, bumi yang terbaik adalah keluarga anda sendiri. Karena, keluargalah
yang menopang anda di kala badai kehidupan menerpa. (180801)
TIPS MENJADI AYAH YANG BAIK BAGI EKSEKUTIF SIBUK
Rekan-Kantor.com
Adalah hal yang biasa bagi anda, eksekutif yang sibuk, menghadapi dilema
untuk memilih mana yang harus didahulukan: karier atau keluarga. Kebanyakan
eksekutif yang sukses menganggap bahwa keberhasilan karier menuntut
pengorbanan keluarga (ini menjadikan dilema ini menjadi bukan dilema lagi).
Ini tampak dari lamanya jam kerja mereka, seringnya mereka melakukan
perjalanan dinas, bahkan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kerja di
saat-saat semestinya mereka berada bersama keluarga. Sudah menjadi pendapat
umum bahwa urusan keluarga, seperti mengurus anak, menjalin hubungan dengan
tetangga, dan lain sebagainya, diletakkan di pundak istri. Yang lebih
menarik lagi, kini banyak wanita yang ikut-ikutan bekerja, yang berarti juga
harus memenuhi tuntutan karier untuk mengorbankan kepentingan keluarga.
Namun, sesungguhnya yang terjadi tidaklah seseram dan seburuk itu. Tentu ada
juga contoh-contoh di sekitar kita, orang-orang yang mampu meraih
keberhasilan karier sekaligus menjadi ayah yang baik bagi keluarganya.
Berikut ini beberapa tips dari mereka yang berhasil menyeimbangkan kehidupan
kerja dan keluarganya.
1--Pahamilah bahwa karier dan keluarga adalah sebuah kehidupan yang utuh.
Persoalan muncul bila kita menganggap karier adalah satu-satunya kehidupan
yang kita miliki, sedangkan keluarga hanya sebagai persinggahan. Memang ini
tidak menimbulkan dilema internal pada diri manajer itu, namun akan
memberikan masalah bagi keluarga yang mencintainya. Maka yang paling utama
adalah menyadari bahwa karier maupun keluarga adalah sebuah kehidupan yang
utuh, yang keduanya harus bisa dilalui dengan sebaik-baiknya. Bila toh
adakalanya, salah satu harus berkorban demi yang lain, maka pengorbanan itu
tetap dalam bingkai mencapai sebuah keberhasilan hidup yang utuh.
2--Diskusikan secara terbuka dengan kluarga tuntutan karier anda.
Bila terjadi konflik antara tuntutan keluarga atau karier, maka upayakan
sebuah diskusi terbuka dengan istri dan kekuarga anda. Berterusteranglah
untuk mendapatkan pengertian dari keluarga bila anda harus mendahulukan
kepentingan karier. Ini adalah langkah bijak yang juga dapat mendorong istri
dan keluarga anda bisa mensikapi pekerjaan anda secara bijak pula. Sadari
pula bahwa keluarga anda juga perlu tahu gambaran besar tentang apa-apa yang
terjadi pada ayahnya yang tercinta.
3--Jadikan waktu dengan keluarga sebagai bagian time planning anda.
Seringkali kita, sebagai manajer yang sibuk, pandai membagi waktu kerja,
namun gagal dalam membagi waktu untuk keluarga. Maka, masukkan kegiatan
keluarga sebagai bagian dari perencanaan waktu anda. Lebih penting lagi,
anda menyediakan waktu yang khusus bagi keluarga. Bukankah kita diberi akhir
pekan, cuti tahunan, atau liburan panjang untuk menikmati hidup bersama
keluarga. Atur waktu anda untuk melakukan sesuatu yang berharga untuk
keluarga, sebagaimana anda mengatur waktu untuk kegiatan karier demi
produktivitas kerja.
4--Jaga terus hubungan/kontak dengan keluarga.
Meski anda sedang berada di tengah-tengah kesibukan kantor, perjalanan
dinas, atau rapat besar, jangan lantas anda terputus hubungan dengan
keluarga. Memang, yang terpenting adalah kualitas dari hubungan, namun
kuantitas hubungan bukan hal yang bisa disepelekan begitu saja. Ini
menunjukkan betapa anda masih memberikan perhatian pada keluarga anda. Toh,
melalui teknologi komunikasi modern, seperti telephone, email, dll. hubungan
anda bisa dengan mudah dilakukan.
5--Rayakan perayaan-perayaan keluarga.
Betapa hambarnya sebuah keluarga tanpa perayaan-perayaan keluarga. Berikan
perhatian pada tanggal-tanggal penting bagi keluarga anda, seperti hari
ulang tahun, tanggal pernikahan, perayaan agama, arisan keluarga, dan
lain-lain. Sisihkan waktu anda untuk menghidupkan acara, seperti, membelikan
bingkisan, turut mempersiapkan acara, dan lain-lain. Dalam perayaan ini
terdapat kesempatan besar untuk menjalin hubungan harmonis, sekaligus
memperbarui komitmen anda. Bukankah, banyak pemimpin yang membawa kebiasaan
ini di lingkungan kantor, dan menjadi seorang pemimpin yang dicintai oleh
bawahannya?
6--Penuhi kebutuhan keluarga sebaik-baiknya.
Asahlah kepekaan terhadap kebutuhan keluarga. Bertindaklah proaktif untuk
mengetahui apa-apa yang diperlukan oleh keluarga anda. Bila anda tak mampu
memenuhinya sendiri, lakukan pendelegasian. Bukankah ini juga sesuatu yang
anda lakukan di lingkungan kantor anda. Namun, bagi keluarga anda, kepekaan
dan kesediaan anda untuk memenuhi kebutuhan itu jauh lebih bernilai di mata
mereka.
7--Perkuat nilai-nilai diri anda sendiri.
Renungkan kembali seluruh tujuan hidup anda. Temukan apa-apa yang menjadi
tiang utama dalam kehidupan anda. Apakah pekerjaan memang harus menuntut
pengorbanan seluruh hidup anda? Bila ya, apakah anda dan keluarga memang
benar-benar siap dan menyadari peran itu? Menjadi pahlawan bagi masyarakat
memang tindakan mulia, namun itu juga harus berarti menjadi pahlawan bagi
keluarga anda. Sebelum anda benar-benar siap meniti karier yang semakin
tinggi semakin kencang angin menerpa, perkuat nilai-nilai diri anda,
sebagaimana pohon besar yang menancapkan akarnya kuat-kuat ke dalam bumi.
Dan, bumi yang terbaik adalah keluarga anda sendiri. Karena, keluargalah
yang menopang anda di kala badai kehidupan menerpa. (180801)
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Secondary school education | Graduate school education | Home school education |
| Graduate school education online | High school education | Middle school education |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "sma1bks" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
