> Bahkan, Malam Pertama Belum Pun Usai
> Penulis: Abu Aufa
> (http://abuaufa.multiply.com/journal/item/21
<http://abuaufa.multiply.com/journal/item/21> )
>
> Langit begitu memesona. Kerlip gemintang bagaikan
> menggoda rembulan yang sedang kasmaran. Suguhan
> orkestra dari penghuni malam laksana simfoni indah.
> Seketika romansa pun tercipta. Hingga, sepasang
> manusia itu semakin dimabuk kepayang.
>
> Mereka memang baru saja menjalin sebuah ikatan. Memadu
> segala rasa dari dua lautan jiwa. Berjanji, menjaga
> bahtera tak akan karam walau kelak badai garang
> menghadang. Kini, dunia seakan menjadi milik berdua.
> Malam pertama yang selalu panjang bagi setiap mempelai
> dilalui dengan penuh mesra. Tak diharapkannya pagi
> segera menjelang. Segala gemuruh hasrat tertumpah.
> Sebab, sesuatu yang haram telah menjadi halal.
>
> Namun...
> Sayup terdengar seruan. Semakin lama kian lantang,
> "Haiya 'alal jihad... haiya 'alal jihad...!!!"
>
> Pemuda yang belum lama menikmati indahnya malam
> pertama itu tersentak. Jiwanya sontak terbakar karena
> ghirah. Ia bergegas bangkit dari pangkuan belahan
> hatinya. Cepat pula tangan meraih sebilah pedang dan
> perisai.
>
> Kekasih sesaat tercekat. Melagukah hati karenanya?
> Tidak! Kenikmatan yang bagai tuangan anggur memabukkan
> tak akan membuatnya terlena. Sehingga, iringan
> do'a-lah yang mengantar kepergiannya ke medan jihad.
> Siap bergabung dengan pasukan yang dipimpin
> RasuluLlah.
>
> Perang berkobar. Takbir bersahut-sahutan. Lantang
> membahana bagai halilintar. Berdentam. Mendesak-desak
> ke segenap penjuru langit. Setindak kemudian ia ikut
> melabrak. Terjangannya dahsyat laksana badai. Pedang
> berkelebat. Suaranya melenting-lenting. Kilap
> mengintai. Deras menebas.
>
> Musuh datang bergulung. Merimbas-rimbas. Tak gentar,
> ia justru merangsek ke depan. Menyibak. Menerjang
> kecamuk perang. Nafasnya tersengal. Torehan luka di
> badan sudah tak terbilang. Tujuan utama ingin
> berhadapan dengan komandan pasukan lawan. Serang.
> Nyawa gembong kaum musyrikin itu ada di ujung pedang.
> Tapi ia lengah. Dari belakang musuh yang lain menusuk.
> Memerih. Ia tercenguk. Terjengkang.
>
> Tak lama kecamuk perang surut. Sepi memagut. Mendekap
> perih di banyak potongan tubuh yang tercerabut. Ia
> syahid di medan Uhud.
>
> Di sebuah gundukan tanah yang tampak masih basah,
> jasadnya terbujur. Padahal sedari tadi hujan tak
> mengguyur, setetes-pun. Para sahabat yang menyaksikan
> tak urung heran. Mereka menemui istrinya yang kemudian
> menjawab,
>
> "Ketika mendengar panggilan untuk berperang, suamiku
> langsung menyambut. Padahal ia dalam keadaan junub."
>
> RasuluLlah lalu bersabda,
>
> "Ia telah dimandikan oleh malaikat."
>
> Benar. Bagi sang syuhada, menyongsong seruan tersebut
> adalah perwujudan cinta sucinya. Walaupun malam
> pertama belumlah usai diarungi bersama kekasih yang
> juga dicintainya.
>
> Majulah sahabat mulia / Berpisah bukan akhir segalanya
> Lepas jiwa terbang mengangkasa / Cita kita tetap satu
> jua
> (Izzatul Islam: Untukmu Syuhada)
>
> ALlahu a'lam bish-shawaab.
>
> *MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA*
> Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,
>
> -Abu Aufa-
> http://abuaufa.multiply.com/ <http://abuaufa.multiply.com/>
>
> Catatan:
> Ide tulisan ini adalah sebuah kisah tentang Handzalah
> bin Abu Amir, yang dijuluki Ghasilul Malaikat.
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/