New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.


--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Secondary school education Graduate school education Home school education
Graduate school education online High school education Middle school education


YAHOO! GROUPS LINKS




--- Begin Message ---
THE SALTY COFFEE



Laki-laki itu datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh
berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya
tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang
gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia
memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi.
Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis
itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung
kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimaan harus
memulai sebuah percakapan.

Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, "Dapatkah engkau memberiku sedikit
garam untuk kopiku?" Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang
lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap
memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. Penuh
rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, "Bagaimana kau
bisa mempunyai hobi yang aneh ini?" Laki-laki itupun menjawab, "Ketika
aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut.
Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini.
Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa
kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung
halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana." Ia
mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat
tersentuh.

Gadis itu berpikir, "Apa yang diceritakan oleh laki-laki tersebut adalah
ungkapan isi hatinya yang terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang
kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia, peduli dengan rumah
dan bertanggung jawab terhadap seisi rumahnya". Maka gadis itupun mulai
bercerita tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya dan
keluarganya.

Merekapun berpacaran. Gadis iu menemukan semua yang dia inginkan di
dalam diri laki-laki tersebut. Laki-laki itu begitu toleransi, baik
hati, hangat dan penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik,
sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita, merekapun menikah dan
hidup bahagia. Setiap kali, ia selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya
karena ia tahu suaminya sangat menyukai kopi asin.

Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah suaminya. Ia
meninggalkan surat kepada istrinya,

"Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama aku hidup. Inilah
satu-satunya kebohonganku padamu, yaitu tentang "kopi asin". Ingatkah
engkau pertama kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu
gugup untuk memulai percakapan kita. Karena kegugupanku, aku akhirnya
meminta garam padahal yang aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku
banyak kali aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya,
sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah berbohong
kepadamu untuk apapun juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya. Kini
aku sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan untuk
mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku tidak suka kopi asin.
Rasanya aneh dan tidak enak. Selama hidupku aku baru meminum kopi asin
sejak aku mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal untuk
apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau merupakan kebahagiaan
terbesar yang pernah aku miliki selama hidupku. Jika aku dapat hidup
untuk kedua kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu
selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi".

Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya. Suatu hari seseorang
bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya kopi asin itu?" "Sangat enak",
jawabnya.



Kita selalu berpikir bahwa kita sudah mengenal pasangan kita lebih dari
orang lain mengenal mereka. Tetapi mungkin saja ada hal-hal tertentu
yang tidak kita ketahui di mana pasangan kita telah rela meminum "kopi
asin" (salty coffee) dengan membuang ego, kesombongan, kesenangan dan
hobinya untuk menjaga keharmonisan hubungan kita dengannya. Ya,
begitulah caranya mengasihi dan mencintai. Bukan menuntut, tetapi
berkorban. "Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya
sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga". Membuang kebencian dan
mengasihi lebih lagi, menyebabkan rasa garam lebih enak daripada rasa
gula.







[Non-text portions of this message have been removed]





--- End Message ---

Kirim email ke