ardi yansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: [EMAIL PROTECTED]
From: ardi yansyah <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 2 Jun 2006 18:33:04 -0700 (PDT)
Subject: [alumni_ftui] easy reading : specific intellectual
Obrolan tengah malam:
Tulisan ini dibuat berdasarkan obrolan imajiner antara
penulis dengan tukang sate di daerah Cipete. Dikutip
utamanya untuk penulis dan teman2 sepemikiran. Bukan
untuk Anda, pembaca yg budiman. Jadi mohon jgn marah,
apalagi jadi benci dengan penulisnya :p
(Penulis sedang 'menunggui' sate yg dipesan oleh
penulis dan teman-temannya) Penulis : Mas, denger
berita kebakaran kemaren ga? Kasian banget.
Sudah miskin, tambah miskin.
(sambil memainkan kipasnya dengan lincah di atas
satenya)
Mas Sate : Kemiskinan, sudah sangat umum di Indonesia,
sudah nasibnya bangsa ini jadi miskin. Sudah dari
sononya. Orang Indonesia miskin karena dari dulu sudah
miskin, dari jaman penjajahan sudah miskin, trus jadi
kebiasaan, dan akhirnya jadi budaya. Budaya orang
miskin
Penulis : Lha, tapi masa mau dibiarkan terus? harus
ada usaha untuk menghilangkannya, paling tidak
mengurangi lah...
Mas Sate : Siapa yg mau usaha? Ngga ada��
Penulis : Ya, bisa dimulai dari para intelektual. Kan
sudah diberi kesempatan merasakan pendidikan tinggi,
masuk dalam golongan intelektual yg harus jadi agen
perubahan.
Mas Sate : Mas sarjana? Temen-temen Mas yang
dibelakang itu juga sarjana?
Penulis : Iya, kenapa?
Mas Sate : Trus Mas ngapain sekarang? Apa yg sudah Mas
dan teman-teman Mas lakukan untuk itu?
Penulis : Ya... kita kerja untuk meningkatkan taraf
kehidupan kita, keluarga dan orang-orang disekitar
kita, kan sudah mengurangin kemiskinan namanya.
Mas Sate : Ngurangin gimana? Kamu tuh sejak buat
lamaran kerja udah bikin orang tambah miskin!
Penulis : Hehh��..?
Mas Sate : Gara-gara kamu diterima, ada ratusan, malah
mungkin ribuan orang yang ditolak, klo kamu orang
miskin, berarti 1 orang miskin berkurang, tapi ribuan
lainnya jd tambah miskin. Klo kamu kaya, lebih parah
lagi��
Penulis : Hehh��..? (Wah, emosi nih��) Lho itu salah
mereka sendiri, kenapa mereka tidak berusaha seperti
saya? Salah mereka sendiri!
Mas Sate : Nah, klo Mas mikir begitu, berarti benar.
Itu budaya orang miskin, jadi menurut Mas mereka
miskin karena salah mereka sendiri, sudah budaya
mereka jadi orang miskin begitu?
Penulis : Hehh����?
Mas Sate : Trus lagi klo kamu sudah kerja, dapat gaji,
tau ngga, gaji kamu itu dari keuntungan perusahaan
kapitalis yg justru menciptakan lebih banyak orang
miskin dari pada orang yang kamu angkat taraf hidupnya
dari gajimu itu!
Penulis : Hehh����.?
Mas Sate : Makanya jadi seperti saya, jadi
wirausahawan. Buka lapangan kerja!, klo yg sudah
kerja, investasikan penghasilannya buat modal
wirausaha, itu baru mengurangi kemiskinan
Penulis : Hehh����.?
Mas Sate : Hah heh hah heh, Nih, satenya! dua puluh
rebu.��
Penulis : Hehh����.?
"University has produced mostly ��universal��
intellectuals. I think it is time for intellectuals to
start transforming themselves __ and to do it fast
__into more ��specific��, humble intellectuals who can
meet the need of their own society"
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
"Love For All, Hatred For None"
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Secondary school education | Graduate school education | Home school education |
| Graduate school education online | High school education | Middle school education |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "sma1bks" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
