|
mungkin dosa
bangsa kita udah terlalu banyak ya??? :(
Regards, Graciana
Awas, Krakatau
Meletus
Sabtu 22 Juli 2006, Jam: 6:39:0
LAMPUNG (Pos Kota) - Ancaman kini
datang dari sebelah barat. Gunung Anak Krakatau (Rakata) menunjukkan
tanda-tanda membahayakan. Akibat gempa di Selat Sunda, beberapa hari lalu,
ditengarai dapat memicu aktivitas gunung tersebut, termasuk menimbulkan
kerawan gelombang tsunami lebih dahsyat lagi.
“Kini status gunung api
anak Krakatau masih waspada. Dengan adanya gempa di Selat Sunda kemarin, kami
khawatir membuat aktifitasnya meningkat dan menimbulkan letusan,” kata
Syamsul Rizal, Kepala Bidang Evaluasi Potensi Bencana Pusat Vulkanologi dan
Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jumat (21/7).
Menurut
Syamsul, segmen seperti lempengan di ujung Pulau Sumatera, di bawah Selat
Sunda, sekarang ini dalam posisi tidak stabil. Kondisi ini memungkinkan gempa
susulan yang lebih besar. “Ini yang kami khawatirkan karena gempa itu bisa
memicu letusan pada Gunung Anak Krakatau dan menimbulkan tsunami. Untuk
itulah, PVMBG telah mengirim tim peneliti,” jelas Syamsul, melalui telepon
genggamnya.
Terakhir kali, Gunung Krakatau meletus pada Senin, 27 Agustus
1883 - 123 tahun lalu sekitar Pk.10:00. Letusannya menyemburkan awan debu dan
uap air, termasuk batu apung ke luar angkasa, dan menjadi salahsatu bagian
sejarah penting dunia.
Bunyi letusan Krakatau, saat itu konon,
terdengar jelas sampai jarak 200 km dan bahkan sampai ke Australia dan
Singapura, bahkan abunya sampai ke daratan Eropa. Letusan juga disusul dengan
gelombang tsunami setinggi 30 meter yang menerjang pantai Lampung dan
Banten.
TERJADI LAGI Kepala Stasiun Badan Metreologi dan Geofisika
(BMG) Kotabumi Chrismanto menjelaskan gempa tektonik telah terjadi lagi,
kemarin. Kali ini berpusat (episentrum) di Laut Jawa. Meski demikian
guncangannya tidak terasa oleh manusia di daratan.
“Gempa terjadi
pukul 09.55'.42, dengan kekuatan 4,2 skala richter (SR), pada koordinat
106,28 Bujur Timur (BT) dan 5,82 Lintang Selatan (LS), 71 Km Barat Laut
Jakarta dengan kedalaman 433 Km di bawah laut.
Tidak membahayakan!”
Kepala Stasiun Maritim Panjang S.T. Yulianto
mengatakan ada tiga faktor terjadinya tsunami, yaitu gempa bumi terjadinya di
laut dengan kekuatan di atas 6,5 SR, dan letak gempa yang dangkal atau
berkedalaman 30-60 kilometer.
Pakar Geodesi dari Badan Koordinasi
Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal), Cecep mengatakan Selat Sunda
masih berpotensi besar terjadi gempa karena energi yang terkumpul di daerah
itu sudah sedemikian besar.
Para nelayan di beberapa Kabupaten Lampung
sampai kini belum berani melaut. Terlebih lagi adanya kabar kemungkinan
terjadinya gempa susulan di Selat Sunda yang lebih besar dan bisa menimbulkan
tsunami
__._,_.___
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___
|