mas_c03n <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Tue, 05 Sep 2006 08:06:43 -0000
From: "mas_c03n" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Fwd: FW: [EXTENSION_FEUI] Fwd: [myQers] Perampokan di TAXI yang saya alami, sem

--- In [EMAIL PROTECTED], Lele <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



Note: forwarded message attached.

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
-----Original Message-----
From: giovanni alina [mailto: [EMAIL PROTECTED]
]
Sent: Tuesday, July 25, 2006 8:08 AM
To: Yuni Shara; Henny Wijaya; Yenny; Ria; Kumala Rita; Tri Haryono; Novi
Indrayanti; Elia Jakobus; Mel -; Andriani; kelsri) Anisah; Salamah
Basari; Ricky cahya
Subject: FW: Perampokan di TAXI yang saya alami, semoga menjadi warning
bagi semuanya...



>
> Dear All,
>
>
>
> Saya ingin membagi pengalaman pahit yang saya alami
> yaitu
> perampokan di TAXI yang terjadi hari Sabtu 8 Juli
> 2006 pukul 18.00 WIB.
>
> Semoga pengalaman ini bisa menjadi warning bagi
> yang suka
> berpergian naik TAXI, mohon menyebarkan email ini
> kepada teman
> wanita/saudara/adik/kakak yang biasa naik TAXI
> agar lebih hati2 di
> kemudian hari.
>
>
>
> Hari Sabtu 8 Juli 17.45.
>
> Saya ada di Jl. P. Antasari, Cipete (Depan RS. SOS
> Medika) di
> rumah tante saya yang baru saja meninggal dunia,
> sore itu saya
> berencana hendak ke Cinere. Keadaan saya saat itu
> kurang enak badan
> karena sejak semalam belum tidur (Tahlilan) dan sore
> itu dalam keadaan
> yang kurang fit dan agak mengantuk saya
> memberhentikan Taxi di depan
> runah (Kebetulan runmah tante alm. ada di pinggir
> jalan raya), dari
> kejauhan terlihat Taxi Blue Bird (keadaan menjelang
> maghrib dan agak
> mendung), sehingga saya tidak terlalu detail dalam
> memperhatikan taxi,
> tapi saya sempat melihat no pintu taxi yaitu 880.
>
>
>
> Setelah saya masuk ke dalam taxi, saya baru realize
> bahwa ITU
> BUKAN TAXI BLUE BIRD!!! Tapi TAXI SEPAKAT tanpa
> tanda nomor pengemudi
> yang sangat mirip warna dan logonya dengan taxi blue
> bird, otak saya
> berfikir keras dan saya punya insting bahwa saya
> dalam keadaan bahaya,
> saya baru saja mau minta taxi untuk berhenti namun
> taxi malah
> mempercepat lajunya, saat saya akan menelpon
> keluarga untuk memberitahu
> no taxi, taxi pun berhenti mendadak (kira-kira 300m
> dari tempat saya
> memberhentikan taxi, tepatnya di turunan dekat
> Apartemen Paradiso
> setelah kuburan dan POM Bensin) dalam keadaan
> berhenti masuklah 2 orang
> pria dari sisi kiri dan kanan saya, sehingga saya
> diapit oleh kedua pria
> tersebut. Taxi melaju kencang, pria di sebelah
> kanan mencoba mencekik
> leher saya dan pria di sebelah kiri membekuk mulut
> saya supaya saya
> tidak teriak. Saya berusaha memberontak mencoba
> melawan, saya berfikir
> mereka akan menganiaya saya atau memperkosa. Saya
> teriak sekuat tenaga,
> memukul, menonjok, menendang, apapun saya mencoba
> melawan mereka berdua
> sekuat tenaga dan pada saat saya bisa meraih handle
> pintu saya mencoba
> membuka handle pintu tapi tdk bisa dibuka, mencoba
> memutar handle
> jendela juga tidak terbuka. Tiba2 saya merasakan ada
> benda tajam menusuk
> pinggang saya, sehingga saya berhenti melawan, pria
> di sebelah kanan
> saya menempelkan pisau belati ke pinggang saya
> sambil mengancam akan
> menusuk saya bila terus mencoba melawan, akhirnya
> saya pun diam berhenti
> melawan, duduk tenang sambil berfikir keras,
> bagaimana caranya agar
> mereka tdk melakukan hal2 kasar.
>
>
>
> Sekitar 200meter dari tempat 2 orang tersebut
> masuk, taxi
> berhenti lagi dan secara cepat masuklah satu orang
> dan bertukar tempat
> duduk dengan pria yang disebelah kanan saya, pria
> yang disebelah kanan
> saya pindah ke depan kanan. Pisau pun langsung
> diambil alih oleh orang
> yang baru masuk itu, masih tetap di tempelkan
> ujungnya ke pinggang saya.
> Mereka mulai menggeledah tas saya, dompet, HP dan
> perhiasan.
>
>
>
> Pada saat menggeledah, salah satu dari mereka
> menemukan kartu
> kredit di dompet dan bertanya kepada saya itu kartu
> apa, saya pun
> berfikir dan mengambil kesimpulan bahwa mereka bukan
> perampok kawakan
> karena mereka ternyata tdk mengerti kartu kredit.
> Saya segera mencari
> akal untuk memperdaya mereka dengan berbohong dan
> mnjawab bahwa itu
> kartu absen kantor, dan saya memohon untuk tidak
> mengambil kartu
> tersebut, mereka pun percaya. Saya mencoba menekan
> rasa takut dan
> berdialog dengan mereka, saya berkata bahwa saya
> punya uang cukup banyak
> di ATM yang akan saya berikan no PIN-nya sehingga
> seluruh uang saya di
> ATM BCA dapat mereka ambil sekarang juga asalkan
> saya tdk di celakakan.
>
>
>
> Salah satu handphone saya yang di pegang oleh pria
> yang duduk di
> sebelah supir tiba2 berbunyi, mereka langsung
> mematikannya sambil
> gugup..saya mulai berkata lagi dengan sangat sopan
> mencoba untuk tetap
> tenang sambil memohon mereka memberikan SIMCARD saya
> di 3 HP tersebut
> (Tsel, XL dan Flexi), saya terus mencoba berdialog
> dengan mereka karena
> saya berfikir bahwa mereka bukan perampok
> profesional terlihat dari gaya
> bicara, penampilan dan ketidak tahuan mereka atas
> Kartu Kredit maupun
> Kartu ATM Danamon saya, yangmereka tahu hanya ATM
> BCA saja. Mereka
> terlihat agak tenang setelah saya menyebutkan
> nominal uang yangbs mereka
> dapatkan di ATM BCA, akhirnya mobil taxi meluncur ke
> ATM BCA Kemang,
> Pria yang duduk di samping supir keluar untuk
> menambil uang, saya di
> dalam taxi kira2 100m dari ATM, di tempat yang agak
> sepi, waktu kira2
> menunjukan pukul 18.30an.
>
>
>
> Setelah ATM saya dikuras sampai limit, mobil taxi
> terus berjalan
> mengarah ke jalan TB. Simatupang, saya mencoba
> meminta belas kasihan
> mereka dengan berkata bahwa saya sudah memberikan
> semua dan saya sudah
> ihklaskan semua, mohon saya diturunkan segera karena
> saya ingin segera
> pulang. Mereka sudah berkata akan menutup mata saya
> dan mobil taxi baru
> akan masuk tol bogor, tapi saya terus berbicara
> dengan mereka mencoba
> untuk berbicara dengan menyentuh sisi kemanusiaan
> mereka, sambil memohon
> agar mata saya tdk di tutup dan saya tdk dibawa
> keluar kota. Saya terus
> berbicara sambil memohon kepada mereka, saya berkata
> bahwa saya yakin
> mereka bukanlah orang yang jahat, saya bilang saya
> mengerti mereka
> sedang dalam kesulitan sehingga mereka melakukan
> semua ini. Saya
> tanyakan balik kepada pria yang memegang pisau,
> bagaimana kalau saudara
> atau adik mereka yang jadi korban seperti ini,
> apakah kamu tega???
> ternyata mereka kasihan terhadap saya dan mereka
> setuju untuk tidak
> menutup mata saya dan tdk meluncur keluar kota. Di
> dalam mobil saya
> berdoa dan memohon pada Tuhan agar ucapan saya dapat
> masuk ke dalam hati
> mereka paling tidak menyentuh sisi kemanusiaannya
> karena saya yakin
> sekali sejahat-jahatnya manusia, pasti masih
> mempunyai sisi kemanusiaan.
> Dompet dan isinya (Semua Credit Card, ATM Danamon,
> ATM Niaga, KTP,
> SimCard kecuali ATM BCA) serta tas dikembalikan
> kepada saya,
> Alhamdullilah.
>
>
>
> 20.30 WIB
>
> Sekitar hampir 2 jam mobil berputar-putar ke arah
> TB Simatupang,
> Lebak Bulus, Pasar Minggu, Pondok Indah sampai
> akhirnya mereka
> menurunkan saya di pinggir jalan tol TB Simatupang
> dekat Pool Bis Steady
> Safe di bawah jembatan penyebrangan. Entah karena
> mereka iba terhadap
> saya, saya diberi uang 100rb (katanya untuk ongkos
> pulang) dan saya
> diperingatkan agar pada saat diturunkan untuk tidak
> teriak, mereka
> berkata di belakang mobil taxi ini ada Boss Pemimpin
> yang mengikuti,
> sehingga kalau saya teriak saya mungkin akan di
> celakakan. 5 menit
> sebelum saya diturunkan pria di sebelah kanan saya
> mereka menerima
> telepon, saya dapat mendengar jelas suaranya yang
> keras, mungkin memang
> ada komplotan lainnya yang mengikuti.
>
>
>
> Akhirnya sayapun di turunkan, setelah turun saya
> menurut untuk
> tdk teriak karena alasan keselamatan. Saya berjalan
> perlahan, banyak
> motor dan mobil lalu lalang di sekitar saya yang
> harusnya melihat
> keganjilan yang ada di saya, dengan rambut
> berantakan, bibir saya
> berdarah bahkan sampai ke baju juga muka saya yang
> terlihat biru2 bekas
> terkena perlawanan mereka, tapi mereka orang2
> bermotor dan bermobil itu
> cuek2 saja, hanya memperlambat laju kendaraan tanpa
> ada yang berhenti
> (Ya Allah....Sudah begitu egoisnya orang2
> Jakarta???). Saya menyetop
> Taxi BLUE BIRD...meminta ke wartel terdekat untuk
> menelpon keluarga,
> setelah saya dijemput, saya segera ke kantor POLISI
> Cilandak. Di kantor
> Polisi, ternyata dalam seminggu ini ada 2 laporan
> dengan modus operandi
> yang sama...tapi korban dibuang di Jagakarsa dan
> yang lainnya di BOGOR.
> Yang membuat saya bergidik adalah semua korban
> melapor bahwa mereka
> telah dianiaya dan ada percobaan perkosaan terhadap
> wanita yang dibuang
> di BOGOR.
>
>
>
> Dear All, ternyata Tuhan masih melindungi saya,
> alhamdullilah
> saya tidak diperlakukan dengan kasar oleh mereka
> kecuali pada saat saya
> melawan saja. Selebihnya saya diperlakukan dengan
> baik sampai saya
> diturunkan mereka tidak menyentuh saya. Uang, harta
> dan barang2 saya
> ikhlaskan, semua bisa dicari... saya bersyukur masih
> diberi kesempatan
> hidup, Alhamdullilah.
>
>
>
> Semoga ini dijadikan contoh agar teman2 tdk ada
> yang mengalami
> seperti saya, Mohon agar teman2 lebih berhati2 bila
> ingin naik TAXI,
> jangan menyetop di pinggir jalan, usahakan memanggil
> TAXI by telepon
> atau naik taxi yang mangkal di Mall/Hotel itu lebih
> aman...dan jangan
> lupa berdoa. Seandainya kita bernasib kurang baik,
> mohon agar tetap
> tenang jangan panik apabila hal ini terjadi, karena
> kalau kita pingsan
> atau menangis, mungkin keadaannya akan lebih buruk.
> Semoga Tuhan
> senantiasa melindungi kita semua, AMIN.
>
>
>
>
>
> Best Regards,
>
>
>
> Ima. S. Alimah
>
> Sitac Coordinator
>
> PT. Qdc Technologies
>
> Mega Plaza 5th Fl
>
> Jl. HR. Rasuna Said Kav C-3
>
> Jakarta 12950
>
>
>
> P : +6221 5212552
>
> F : +6221 5212900
>
> [EMAIL PROTECTED]
>
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> NOTE: Kasus ini sudah ditangani oleh Polisi,
> mudah2an pelakunya
> tertangkap dan mendapat hukuman yang setimpal.

--- End forwarded message ---







Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
School education Pre school education Classmate search
Classmate finder Old classmate


YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke