Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa korupsi di

Indonesia sudah terlalu besar dan diluar kontrol. Korupsi sudah merasuki
semua sendi kehidupan dan telah terjadi baik di eksekutif, legislatif
maupun yudikatif. Pernyataan presiden yang disampaikan pada acara
Presidential Lecture di Istana Negara pada Rabu, 2 Agustus 2006, itu
mengisyaratkan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia masih jauh dari
harapan.

Kendati pelaku korupsi tampak tak terjamah, tapi yakinkah kita bahwa
mereka benar-benar lolos dari jerat hukum? Ngomong-ngomong soal korupsi
saya ingin berbagi cerita.

Suatu hari, saya diundang untuk berbicara di depan staff dan pimpinan
sebuah perusahaan ternama. Pada kesempatan tersebut saya berbicara
tentang "hukum kekekalan energi", yang intinya, menurut hukum kekekalan
energi dan semua agama, apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas
sempurna kepada kita di dunia. Dengan kata lain, apabila kita melakukan
"energi positif" atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa
kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan "energi negatif" atau
keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.


Ketika sesi tanya jawab, salah seorang pimpinan di perusahaan itu
mengkritik pedas "hukum kekekalan energi". Walau saya sudah menjelaskan
dengan beragam argumen ilmiah dan contoh-contoh dalam kehidupan nyata, dia
tetap tidak yakin. Sampai kami berpisah, kami masih pada pendapat
masing-masing.

Tujuh bulan berlalu, pimpinan itu tiba-tiba menelpon saya. "Pak Jamil,
saya ingin bertemu anda," ujarnya singkat.

Karena penasaran, undangan dari beliau saya prioritaskan. Singkat kata,
pada waktu dan tempat yang telah disepakati kami bertemu.

Rupanya beliau tiba lebih dulu di tempat kami janjian. Begitu saya
datang, beliau segera menyambut dengan sebuah pelukan erat. Cukup lama
beliau memeluk saya. "Maafkan saya pak Jamil. Maafkan saya," ucapnya,
sambil terisak dan terus memeluk saya. Karena masih bingung dengan
kejadian ini saya diam saja.

Setelah kami duduk, beliau membuka percakapan. "Saya sekarang yakin
dengan apa yang pak Jamil dulu katakan. Kalau kita berbuat energi
positif maka kita akan mendapat kebaikan dan bila kita berbuat energi
negatif maka pasti kita akan mendapat keburukan," ujarnya.

"Bagaimana ceritanya sekarang kok bapak jadi yakin?" tanya saya.

"Selama saya menjabat pimpinan di perusahaan itu, saya menerima uang
yang bukan menjadi hak saya. Semuanya saya catat. Jumlahnya lima ratus
dua puluh enam juta rupiah," katanya.

Sembari menarik napas panjang beliau melanjutkan bercerita. Kali ini
tentang anaknya.

"Anak saya sekolah di Australia. Karena pengaruh pergaulan, dia terkena
narkoba. Sudah saya obati dan sembuh. Ketika liburan, dia ke Amerika dan
Kanada. Tidak disangka, disana dia bertemu dengan teman pengguna narkobanya
ketika di Australia. Anak saya sebenarnya menolak menggunakan lagi. Namun
dia dipaksa dan akhirnya anak saya kambuh lagi, bahkan makin parah, pak."
Selama bercerita, beliau tak henti mengusap pipinya yang basah dengan air
mata yang terus meleleh seperti tak mau berhenti.

"Pak Jamil tahu berapa biaya pengobatan narkoba dan penyakit anak saya?"
Tanpa menunggu jawaban saya, lelaki separuh baya itu berkata lirih,
"Biayanya lima ratus dua puluh enam juta rupiah. Sama persis dengan uang
kotor yang saya terima, pak!"

Beliau tertunduk dan menggeleng-gelengkan kepala disertai isak tangis
yang makin keras. Dengan terbata lelaki itu berkata, "Uang korupsi itu
telah merusak anak saya, pak. Saya menyesal. Saya bukan orang tua yang
baik. Saya telah merusak anak saya, pak!"

Saya peluk erat lelaki itu. Saya biarkan air matanya tumpah. Tangisnya
semakin keras....

Wahai saudara, haruskah menunggu anak kita menjadi pengguna narkoba dan
sakit untuk berhenti korupsi?

Sumber: Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya oleh Jamil Azzaini. Jamil
Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK


LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.
.

__._,_.___

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
School education Pre school education Classmate search
Classmate finder Old classmate

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke