------- Original Message -------
Sender : masjid_annahl<[EMAIL PROTECTED]>
Date : Sep 22, 2006 09:12
Title : [ Annahl ] Islam dan Jalan Pedang
Islam dan Jalan Pedang
Rosihon Anwar
Dosen Pascasarjana dan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Belakangan ini, media banyak mewartakan protes para pemuka Muslim di dunia,
atas pernyataan Paus Benediktus XVI bahwa Nabi Muhammad SAW menyebarkan
Islam dengan kekerasan. Ini merupakan gambaran stigmatik sebagaian tokoh
Barat tentang Islam. Gambaran stigmatik serupa pernah menyeruak ke permukaan
dalam kasus poster Nabi Muhammad SAW. Tentu saja harus ada upaya pelurusan
terhadap kekeliruan-keleliruan ini. Benarkah Islam disebarkan dengan pedang?
Tanpa pedang
Islam sesungguhnya disebarkan dengan dakwah, bukan dengan pedang. Perhatikan
argumentasi historis berikut. Pertama, ketika berada di Makkah untuk memulai
dakwahnya, Nabi tidak disertai senjata dan harta. Kendati demikian, banyak
pemuka Makkah seperti Abu Bakar, Utsman, Sa'ad ibn Waqqas, Zubair, Talhah,
Umar bin Khattab, dan Hamzah yang masuk Islam. Berkaitan dengan ini, Ustadz
Al Aqqad, dalam buku 'Abqariyyah Muhammad, mengatakan bahwa banyak orang
Makkah masuk Islam bukan karena tunduk kepada senjata.
Kedua, ketika Nabi dan para pengikutnya mendapat tekanan yang sangat berat
dari kafir Quraisy, penduduk Madinah banyak yang masuk Islam dan mengundang
Nabi serta pengikutnya hijrah ke Madinah. Mungkinkah Islam tersebar di
Madinah dengan senjata?
Ketiga, pasukan Salib datang ke Timur ketika Khalifah Bani Abbas berada
dalam masa kemunduran. Tak diduga, banyak anggota pasukan Salib tertarik
kepada Islam dan kemudian menggabungkan diri dengan pasukan Salib lainnya.
Thomas Arnold, dalam Al Da'wah ila Al Islam, menyebutkan bahwa mereka masuk
Islam setelah melihat kepahlawanan Salahuddin sebagai cerminan ajaran Islam.
Keempat, pada abad VII H (XIII M) pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu
memporak-porandakan Baghdad, ibu kota Khilafah Abbasiyah, beserta peradaban
yang dimiliki Islam. Mereka menghancurkan masjid-masjid, membakar
kitab-kitab, membunuh para ulama, dan serentetan perbuatan sadis lainnya.
Tahun 1258 merupakan lonceng kematian bagi khilafah Abbasiyah. Akan tetapi,
sungguh mencengangkan bahwa di antara orang-orang Mongol sendiri yang
menghancurkan pemerintahan Islam ternyata banyak yang memeluk Islam.
Kelima, sejarah menjelaskan bahwa masa terpenting Islam adalah masa damai
ketika diadakan perjanjian Hudaibiyah antara orang-orang Quraisy dan
Muslimin yang berlangsung selama dua tahun. Para sejarawan pun mengatakan
bahwa orang yang masuk Islam pada masa itu lebih banyak dibanding masa
sesudahnya. Ini menunjukkan bahwa penyebaran Islam banyak terjadi pada masa
damai bukan masa peperangan.
Keenam, tidak ada kaitan antara penyebaran Islam dan peperangan yang terjadi
antara Muslimin dan Persia serta Romawi. Ketika peperangan antara mereka
berkecamuk dan orang-orang Islam memperoleh kemenangan kemudian peperangan
berhenti, pada saat itu para dai menjelaskan bangunan, dasar, dan filsafah
Islam. Dakwah Islam itu yang kemudian menyebabkan orang-orang non-Islam
--terutama mereka yang tertindas oleh penguasa-- masuk Islam.
Fage Roland Oliver, dalam bukunya A Short History of Africa, menjelaskan
bahwa Islam tersebar di Afrika justru ketika daulah-daulah Islam di sana
telah runtuh. Islam tersebar di sana melalui peradaban, pemikiran, dan
dakwah Islamiyah.
Ketujuh, Islam tersebar luas di Indonesia, Malaysia, dan Afrika lewat
orang-orang dari Hadramaut yang tidak didukung oleh harta dan penguasa, dan
atau Islam diajarkan oleh orang-orang Indonesia yang berwatakkan Islam dalam
kefakiran. Kedelapan, peneliti dunia Islam Jerman, Ilse Lictenstadter, dalam
Islam and the Modern Age, mengatakan bahwa pilihan yang diberikan kepada
Persia dan Romawi bukanlah antara Islam dan pedang, tetapi antara Islam dan
jizyah (pembayaran pajak).
Motivasi perang
Kenyataan bahwa sejarah Islam diwarnai dengan peperangan merupakan fakta
yang tidak dapat dibantah. Bila Islam disebarkan dengan dakwah, lalu kenapa
terjadi peperangan? Di antara motivasi peperangan dalam sejarah Islam
adalah: Pertama, mempertahankan jiwa raga. Seperti disebutkan dalam sejarah,
sebelum hijrah orang-orang Islam belum diizinkan untuk berperang. Padahal
umat Islam memperoleh berbagai siksaan dan tekanan dari kafir
Quraisy.`Ammar, Bilal, Yasir, dan Abu Bakar adalah di antara mereka yang
mendapat perlakuan keras itu.
Ketika perlakuan kafir Quraisy semakin keras dan umat Islam meminta izin
kepada Nabi untuk berperang, Nabi belum juga mengizinkan karena belum ada
perintah dari Allah SWT. Namun, ketika Nabi beserta pengikutnya hijrah ke
Madinah dan kafir Quraisy bertekad untuk membebaskan kota itu dari Islam,
maka Allah SWT akhirnya --karena demi membela diri orang-orang Islam
sendiri-- mengizinkan mereka berperang (QS Al Hajj [22]:37). Namun izin itu
dikeluarkan dengan beberapa persyaratan seperti demi jalan Allah SWT, bukan
demi harta atau prestise, mempertahankan diri, dan tidak berlebihan (QS
Al-Baqarah [2]:190).
Data historis yang dapat dikemukakan berkaitan dengan hal di atas adalah
penyebaran Islam ke Habsyi, sebuah kota yang tidak begitu jauh dari jazirah
Arab dan kota yang pernah menjadi tujuan hijrah Nabi. Orang-orang Islam
tidak pernah memerangi kota itu karena tidak mengancam keselamatan mereka.
Bila penyebaran Islam dengan kekuatan, tentunya orang-orang Islam sudah
menghancurkan kota itu. Seperti diketahui, umat Islam saat itu sudah
memiliki angkatan laut yang cukup kuat.
Kedua, melindungi dakwah dan orang-orang lemah yang hendak memeluk Islam.
Seperti diketahui bahwa dakwah Nabi memperoleh tantangan keras dari kafir
Quraisy Makkah. Mereka menempuh jalan apa saja untuk menghalanginya (QS
al-Fath [48]:25). Banyak penduduk Makkah dan Arab lainnya bermaksud memeluk
Islam, tetapi mereka takut terhadap ancaman itu. Allah lalu mengizinkan
Rasul-Nya beserta pengikutnya untuk melindungi dakwah dengan cara berperang.
Ketiga, mempertahankan umat Islam dari serangan pasukan Persia dan Romawi.
Keberhasilan dakwah Nabi dalam menyatukan kabilah-kabilah Arab di bawah
bendera Islam ternyata dianggap ancaman oleh penguasa Persia dan Romawi
--dua adikuasa saat itu. Itu sebabnya, mereka mengumumkan perang dengan umat
Islam.
Tahun 629 M Nabi mengutus satu kelompok berjumlah 15 orang ke perbatasan
Timur Ardan untuk berdakwah, tetapi semuanya dibunuh atas perintah penguasa
Romawi. Pada tahun 627 M Farwah bin Umar Al Judzami, gubernur Romawi di
Amman, memeluk Islam. Untuk itu, ia mengutus Mas'ud bin Sa'ad Al Judzami
menghadap Nabi untuk menyampaikan hadiah. Ketika berita itu sampai ke
telinga 49 orang-orang Romawi, mereka memaksa Farwah untuk keluar dari
Islam, tetapi paksaan itu ditolaknya. Akibatnya, ia dipenjara dan akhirnya
disalib. Atas alasan itu dan demi melindungi umat Islam dari
serangan-serangan Romawi dan Persia berikutnya, Nabi kemudian mengumumkan
perang.
Berdasarkan uraian tersebut, tidak ada satu ayat pun atau satu kejadian pun
dalam sejarah permulaan Islam yang mengisyaratkan bahwa Islam disebarkan
dengan peperangan (senjata). Peperangan yang terjadi hanyalah karena
terpaksa untuk membela diri, melindungi dakwah dan kebebasan beragama, serta
melindungi umat Islam dari serangan Romawi dan Persia.
Ikhtisar
- Pernyataan Islam disebarkan dengan pedang adalah stigma yang dibuat Barat
terhadap Islam.
- Sejarah menunjukkan bahwa Islam selalu disebarkan lewat alan dakwah,
pemikiran, dan kesantunan.
- Keterlibatan umat Islam dalam perang, selalu didorong oleh motivasi
membela diri di jalan Allah SWT.
source : http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=265323&kat_id=16
Rosihon Anwar
Dosen Pascasarjana dan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Belakangan ini, media banyak mewartakan protes para pemuka Muslim di dunia,
atas pernyataan Paus Benediktus XVI bahwa Nabi Muhammad SAW menyebarkan
Islam dengan kekerasan. Ini merupakan gambaran stigmatik sebagaian tokoh
Barat tentang Islam. Gambaran stigmatik serupa pernah menyeruak ke permukaan
dalam kasus poster Nabi Muhammad SAW. Tentu saja harus ada upaya pelurusan
terhadap kekeliruan-keleliruan ini. Benarkah Islam disebarkan dengan pedang?
Tanpa pedang
Islam sesungguhnya disebarkan dengan dakwah, bukan dengan pedang. Perhatikan
argumentasi historis berikut. Pertama, ketika berada di Makkah untuk memulai
dakwahnya, Nabi tidak disertai senjata dan harta. Kendati demikian, banyak
pemuka Makkah seperti Abu Bakar, Utsman, Sa'ad ibn Waqqas, Zubair, Talhah,
Umar bin Khattab, dan Hamzah yang masuk Islam. Berkaitan dengan ini, Ustadz
Al Aqqad, dalam buku 'Abqariyyah Muhammad, mengatakan bahwa banyak orang
Makkah masuk Islam bukan karena tunduk kepada senjata.
Kedua, ketika Nabi dan para pengikutnya mendapat tekanan yang sangat berat
dari kafir Quraisy, penduduk Madinah banyak yang masuk Islam dan mengundang
Nabi serta pengikutnya hijrah ke Madinah. Mungkinkah Islam tersebar di
Madinah dengan senjata?
Ketiga, pasukan Salib datang ke Timur ketika Khalifah Bani Abbas berada
dalam masa kemunduran. Tak diduga, banyak anggota pasukan Salib tertarik
kepada Islam dan kemudian menggabungkan diri dengan pasukan Salib lainnya.
Thomas Arnold, dalam Al Da'wah ila Al Islam, menyebutkan bahwa mereka masuk
Islam setelah melihat kepahlawanan Salahuddin sebagai cerminan ajaran Islam.
Keempat, pada abad VII H (XIII M) pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu
memporak-porandakan Baghdad, ibu kota Khilafah Abbasiyah, beserta peradaban
yang dimiliki Islam. Mereka menghancurkan masjid-masjid, membakar
kitab-kitab, membunuh para ulama, dan serentetan perbuatan sadis lainnya.
Tahun 1258 merupakan lonceng kematian bagi khilafah Abbasiyah. Akan tetapi,
sungguh mencengangkan bahwa di antara orang-orang Mongol sendiri yang
menghancurkan pemerintahan Islam ternyata banyak yang memeluk Islam.
Kelima, sejarah menjelaskan bahwa masa terpenting Islam adalah masa damai
ketika diadakan perjanjian Hudaibiyah antara orang-orang Quraisy dan
Muslimin yang berlangsung selama dua tahun. Para sejarawan pun mengatakan
bahwa orang yang masuk Islam pada masa itu lebih banyak dibanding masa
sesudahnya. Ini menunjukkan bahwa penyebaran Islam banyak terjadi pada masa
damai bukan masa peperangan.
Keenam, tidak ada kaitan antara penyebaran Islam dan peperangan yang terjadi
antara Muslimin dan Persia serta Romawi. Ketika peperangan antara mereka
berkecamuk dan orang-orang Islam memperoleh kemenangan kemudian peperangan
berhenti, pada saat itu para dai menjelaskan bangunan, dasar, dan filsafah
Islam. Dakwah Islam itu yang kemudian menyebabkan orang-orang non-Islam
--terutama mereka yang tertindas oleh penguasa-- masuk Islam.
Fage Roland Oliver, dalam bukunya A Short History of Africa, menjelaskan
bahwa Islam tersebar di Afrika justru ketika daulah-daulah Islam di sana
telah runtuh. Islam tersebar di sana melalui peradaban, pemikiran, dan
dakwah Islamiyah.
Ketujuh, Islam tersebar luas di Indonesia, Malaysia, dan Afrika lewat
orang-orang dari Hadramaut yang tidak didukung oleh harta dan penguasa, dan
atau Islam diajarkan oleh orang-orang Indonesia yang berwatakkan Islam dalam
kefakiran. Kedelapan, peneliti dunia Islam Jerman, Ilse Lictenstadter, dalam
Islam and the Modern Age, mengatakan bahwa pilihan yang diberikan kepada
Persia dan Romawi bukanlah antara Islam dan pedang, tetapi antara Islam dan
jizyah (pembayaran pajak).
Motivasi perang
Kenyataan bahwa sejarah Islam diwarnai dengan peperangan merupakan fakta
yang tidak dapat dibantah. Bila Islam disebarkan dengan dakwah, lalu kenapa
terjadi peperangan? Di antara motivasi peperangan dalam sejarah Islam
adalah: Pertama, mempertahankan jiwa raga. Seperti disebutkan dalam sejarah,
sebelum hijrah orang-orang Islam belum diizinkan untuk berperang. Padahal
umat Islam memperoleh berbagai siksaan dan tekanan dari kafir
Quraisy.`Ammar, Bilal, Yasir, dan Abu Bakar adalah di antara mereka yang
mendapat perlakuan keras itu.
Ketika perlakuan kafir Quraisy semakin keras dan umat Islam meminta izin
kepada Nabi untuk berperang, Nabi belum juga mengizinkan karena belum ada
perintah dari Allah SWT. Namun, ketika Nabi beserta pengikutnya hijrah ke
Madinah dan kafir Quraisy bertekad untuk membebaskan kota itu dari Islam,
maka Allah SWT akhirnya --karena demi membela diri orang-orang Islam
sendiri-- mengizinkan mereka berperang (QS Al Hajj [22]:37). Namun izin itu
dikeluarkan dengan beberapa persyaratan seperti demi jalan Allah SWT, bukan
demi harta atau prestise, mempertahankan diri, dan tidak berlebihan (QS
Al-Baqarah [2]:190).
Data historis yang dapat dikemukakan berkaitan dengan hal di atas adalah
penyebaran Islam ke Habsyi, sebuah kota yang tidak begitu jauh dari jazirah
Arab dan kota yang pernah menjadi tujuan hijrah Nabi. Orang-orang Islam
tidak pernah memerangi kota itu karena tidak mengancam keselamatan mereka.
Bila penyebaran Islam dengan kekuatan, tentunya orang-orang Islam sudah
menghancurkan kota itu. Seperti diketahui, umat Islam saat itu sudah
memiliki angkatan laut yang cukup kuat.
Kedua, melindungi dakwah dan orang-orang lemah yang hendak memeluk Islam.
Seperti diketahui bahwa dakwah Nabi memperoleh tantangan keras dari kafir
Quraisy Makkah. Mereka menempuh jalan apa saja untuk menghalanginya (QS
al-Fath [48]:25). Banyak penduduk Makkah dan Arab lainnya bermaksud memeluk
Islam, tetapi mereka takut terhadap ancaman itu. Allah lalu mengizinkan
Rasul-Nya beserta pengikutnya untuk melindungi dakwah dengan cara berperang.
Ketiga, mempertahankan umat Islam dari serangan pasukan Persia dan Romawi.
Keberhasilan dakwah Nabi dalam menyatukan kabilah-kabilah Arab di bawah
bendera Islam ternyata dianggap ancaman oleh penguasa Persia dan Romawi
--dua adikuasa saat itu. Itu sebabnya, mereka mengumumkan perang dengan umat
Islam.
Tahun 629 M Nabi mengutus satu kelompok berjumlah 15 orang ke perbatasan
Timur Ardan untuk berdakwah, tetapi semuanya dibunuh atas perintah penguasa
Romawi. Pada tahun 627 M Farwah bin Umar Al Judzami, gubernur Romawi di
Amman, memeluk Islam. Untuk itu, ia mengutus Mas'ud bin Sa'ad Al Judzami
menghadap Nabi untuk menyampaikan hadiah. Ketika berita itu sampai ke
telinga 49 orang-orang Romawi, mereka memaksa Farwah untuk keluar dari
Islam, tetapi paksaan itu ditolaknya. Akibatnya, ia dipenjara dan akhirnya
disalib. Atas alasan itu dan demi melindungi umat Islam dari
serangan-serangan Romawi dan Persia berikutnya, Nabi kemudian mengumumkan
perang.
Berdasarkan uraian tersebut, tidak ada satu ayat pun atau satu kejadian pun
dalam sejarah permulaan Islam yang mengisyaratkan bahwa Islam disebarkan
dengan peperangan (senjata). Peperangan yang terjadi hanyalah karena
terpaksa untuk membela diri, melindungi dakwah dan kebebasan beragama, serta
melindungi umat Islam dari serangan Romawi dan Persia.
Ikhtisar
- Pernyataan Islam disebarkan dengan pedang adalah stigma yang dibuat Barat
terhadap Islam.
- Sejarah menunjukkan bahwa Islam selalu disebarkan lewat alan dakwah,
pemikiran, dan kesantunan.
- Keterlibatan umat Islam dalam perang, selalu didorong oleh motivasi
membela diri di jalan Allah SWT.
source : http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=265323&kat_id=16
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
----------[DKM-ANNAHL; PT.SEIN]-------------
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
: [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------------------------------------
Situs : http://annahl-sein.blogspot.com/
milist : [EMAIL PROTECTED]
Kirimkan artikel ini ke saudara2 anda,
ajak mereka untuk gabung dengan milis kami.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
Achmad Sutriadi
Strategy and Planning Procurement
OMS Division
PT Samsung Electronics Indonesia
__._,_.___
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| School education | Pre school education | Classmate finder |
| Classmate online | Find classmate |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
