Title: Message
Klo dah pernah dapet sori yach
 
cheers
@ji
 
BELAJAR DARI WAJAH

Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tetapi ketika memandang
wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung kalbu
yang paling dalam. Menarik sekali jika kita terus-menerus belajar
tentang fenomena apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini. Salah satunya
adalah wajah. Wajah? Ya, wajah. Wajah bukan hanya masalah bentuk, yang
utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing misalnya, tekadkan dalam diri, ''Saya ingin tahu
wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling
menggelisahkan itu bagaimana?'' Karena, pasti hari ini kita akan banyak
bertemu dengan wajah orang per orang.
Saat berjumpa dengan orang, kita bisa belajar ilmu tentang wajah, karena
setiap wajah memberikan dampak yang berbeda-beda kepada kita. Ada yang
menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang
menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Menakutkan? Mengapa?
Apakah karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang
hidungnya mungil, tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam
menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh
wibawa.
Aa pernah berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram.
Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika
memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke
relung kalbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air menyegarkan
pada siang hari.

Kalau hari ini kita berhasil menemukan wajah seseorang yang
menenteramkan, maka cari tahu mengapa dia bisa memiliki wajah seperti
itu. Tentu kita akan menaruh hormat kepada dia. Betapa senyumannya yang
tulus, pancaran wajahnya tampak sekali ia ingin membahagiakan siapa pun
yang menatapnya. Sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap raut wajah
yang berlawanan? Wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya
kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Ini pun perlu
kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan dan menyejukkan tadi
menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang
tidak menenteramkan. Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan
cermin. Tanyalah, raut seperti apakah yang ada di wajah ini?
Memang, ada di antara hamba-hamba Allah yang bibirnya didesain agak
berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis,
atau kurang ramah. Subhanallah, bentuk seperti ini pun karunia Allah
yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapa pun yang
memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.

Bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal
meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, agar lebih ikhlas lagi.
Karena senyum bukan sekadar mengangkat ujung bibir saja, tapi yang utama
adalah keinginan membahagiakan orang lain. Rasulullah SAW memberikan
perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang ditemuinya sehingga
orang itu merasa puas. Diriwayatkan, bila ada orang yang menyapanya,
Rasul menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama, sesuai
kadar kemampuannya.

Walhasil, ketika Rasul berbincang dengan siapa pun, maka orang yang
diajak berbincang itu senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran
bila cara memandang dan bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan
yang ia contohkan. Hal itu berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan
orang yang diajak bicara.

Kemuramdurjaan, ketidakenakan, dan kegelisahan itu muncul karena kita
belum menganggap orang yang ada dihadapan kita sebagai yang paling
utama. Makanya, kita sering melihat seseorang itu hanya separuh mata,
berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang
datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal,
kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata,
cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh dan daya
pancar yang kuat.

Karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah. Tentu bukan untuk
meremehkan, tapi mengambil teladan wajah yang baik dan menghindari yang
tidak baik. Lalu praktikkan dalam perilaku sehari-hari. Selain itu,
belajarlah untuk mengutamakan orang lain, walaupun hanya sesaat saja.
Wallahu a'lam.

(KH Abdullah Gymnastiar )
 

Noverto Aji Praseto
Trade Marketing Cost Controller

PT Frisian Flag Indonesia
Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo
Jakarta 13760
 
Phone  +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245)
Fax     +62 (21) 8410895, 8400225

mailto:[EMAIL PROTECTED]
www.frieslandfoods.co.id

 

This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared by NetIQ MailMarshal
__._,_.___

--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]





SPONSORED LINKS
School education Pre school education Classmate search
Classmate finder High school classmate

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke